Sampai dengan hari hari terakhir, popularitas JK masih paling kecil 
dibandingkan capres lainnya. Karena itu memastikan capres Golkar adalah JK 
adalah kesalahan fatal buat Golkar. JK tidak besar hati dan tidak mawas diri. 
Dia pekerja yang ulet, sigak dan ulung. Itu benar namun dia bukan figur populis 
yang bisa mendulang suara.

Golkar tetap harus mengajukan capres sendiri dan bukan JK, jika Golkar mau 
besar lagi. Memaksa mengajukan JK tetap jadi capres adalah naif. Memaksa 
beralih lagi ke demokrat adalah sikap orang yang tidak punya martabat dan hanya 
punya naluri kekuasaan.

majulah dengan capres yang lain dan siaplah jadi opsisi yang profesional jika 
kalah.5 tahun lagi Golkar akan kembali menjadi yang terbesar. 5 tahun itu tidak 
lama bung !!!!!!!!!

Jk, your time is pass by. Please retreat !!!!

Salam, Ignas Iryanto.




________________________________
From: Enigma Tupa <[email protected]>
To: Forum Pembaca Kompas <[email protected]>
Sent: Friday, April 10, 2009 10:12:29 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Mengapa PG kalah?





Selamat malam,

selamat buat Demokrat, berkat "iklan pamungkas pendidikan gratis" yang 
ditayangkan sejak 6 April 2009, Demokrat melaju kencang. Salut buat "konsultan 
politik" yang merancang iklan hingga ke tanggal pembomannya. Panas setahun 
disiran hujan sehari. Iklan Gerindra yang berbulan-bulan jadi hilang maknanya 
dihapus oleh iklan Pendidikan Gratis ini. Bisa apa kalian, Gerindra? Gigit jari 
dan bengong aja! Ha..ha....ha. ..

Herannya, hingga detik ini, kenapa Bawaslu, Panwaslu, KPI, Para Pemimpin 
Parpol, Para Pengamat Politik dan lainnya, tidak mengangkat dan 
memperbincangkan "jurus keji" ini? Seperti di F1, jika kita mau "adil", 
Demokrat semestinya udah "di-diskualifikasi" . Sayang, ini Indonesia bung, 
tempat di mana "keadilan" cuma ada di sila kelima Pancasila, ya cuma tersurat 
nyata di sana......cuma itu.......

Lalu, kog perolehan suara PG kali ini bisa menyusut? Ha.....ha... ..ha..... 
wahai para kader dan simpatisan PG.....jika kita bersama-sama menyimak 
keseluruhan belanja iklan PG, terutama 3 hari terakhir masa kampanye.... .iklan 
1 halaman penuh berserakan di hampir harian yang terbit di bumi pertiwi 
ini.....bandingkan iklan Demokrat, yang melibatkan keseluruhan kadernya.... 
.iklan PG cuma menongolkan wajah SP & JK.....maunya apa sih  SP & JK? 

Akhirnya.... .jangankan para simpatisan, para kader "sejati" PG sendiri merasa 
"nek" dengan iklan tersebut.... sepertinya PG adalah "cuma" milik pribadi SP & 
JK.....apakah SHB X dan kader-kader lainnya tidak berhak atas PG? Ha..ha...ha. 
...wahai kader PG....bangunlah. ...sadarlah. ....Partai ini milik 
bersama....ayo. ...kembalilah ke berorganisasi yang benar......SHB X 
satu-satunya harapan untuk "menyelamatkan" Partai....Jangan lupa......SHB X 
adalah "masih" seorang Raja Sejati...

PG kalah, penyebab utamanya adalah sifat egois SP dan JK. Di Pilkada SUMUT 
juga, di mana SP sok ikut campur dengan nepostime kekeluargaannya dan 
kementang-mentangan nya karena punya segepok duit, PG kalah telak..... PG itu 
milik bersama..... .sadarlah. ...SP itu tidak layak dijual.....
ha...ha....sungguh jelek "konsultan politik" yang dibayar PG.......

salam sejahtera buat Indonesia yang lebih cerdas...... .et

[Non-text portions of this message have been removed]





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke