Yang aneh itu ya PKS, kok bolehnya sewot kalau Golkar ikut berkoalisi dengan PD? Karena PKS itu cuma Partai Kecil atau paling banter Partai Menengah, sedangkan PD itu Partai Besar, bahkan yang terbesar, rasanya tuntutan PKS ini sangat tidak patut dan tidak santun. Mengapa? Karena terkesan ada Partai Kecil secara terbuka berupaya untuk memeras partai Besar. Bahwa sebelumnya JK pernah bilang akan maju sebagai capres namun belakangan mengurungkan niatnya dan kembali mengajukan dirinya jadi Cawapres SBY, ya itu sepenuhnya urusan JK dan Golkar. Biar masyarakat yang menilai, apakah tindakan JK yang mewakili Golkar itu patut atau tidak patut. Rasanya kurang patut kalau PKS ikut mengatur terhadap apa yang sebaiknya dilakukan oleh PD. PKS boleh tidak sepakat, tetapi tidak boleh memeras seperti itu. Banyak cara lain yang lebih santun dalam menyampaikan "bahasa politik" kepada masyarakat luas. Dalam Politik, memang kelihatannya tidak berlaku pepatah: Mulutmu Harimaumu.. Lidah benar - benar tidak bertulang, sehingga merubah pernyataan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan pada posisi apa saja. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Sel, 14/4/09, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Demokrat Mulai Membuka Koalisi Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 14 April, 2009, 5:20 AM Kompas hari ini, kalo PD jadi berkoalisi sama Golkar, PKS mengancam akan mundur, tidak jadi koalisi. Entah beroposisi, atau sekedar mendukung tapi tidak berkoalisi. Jadi, unt sementara belum mungkin ketiga partai itu bersatu. Tapi, namanya aja politik. Wiranto dan Prabowo aja bisa ketemu..... riyanto Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
