Strategi kampanye Tim Sukses SBY - Boediono yang dilakukan oleh Malarangeng 
Bersaudara kelihatannya banyak yang blunder, sehingga berpotensi menghancurkan 
citra pasangan SBY - Boediono.
Saya yakin pernyataan Sdr. Andi Malarangeng itu cuma "kepleset lidah" saja, 
yaitu tidak sinkronnya antara apa yang difikirkan dengan apa yang diucapkan.
Itu umum terjadi pada siapa saja.
Hanya saja karena pernyataan tersebut disampaikan pada "ruang terbuka" dalam 
rangka kampanye Pilpres, maka wartawan dari media yang paling kredible 
sekalipun tidak punya kesempatan untuk melakukan klarifikasi terhadap 
pernyataan tersebut, sehingga apa yang dimuat di media mereka ya apa adanya 
sesuai yang dinyatakan oleh Sdr. Andi Malarangeng. Sebetulnya masih ada 
kesempatan Sdr. Andi Malarangeng meluruskan apa yang telah dia katakan saat di 
wawancara di TV sore hari kemarin, tetapi sayang Sdr. Andi Malarangeng tidak 
memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik - baiknya karena menolak untuk meminta 
maaf atas pernyataannya tersebut dengan alasan: Saat ini Capres dari Sulawesi 
Selatan adalah JK dan menurut Sdr. Andi, JK ini kalah populer dengan SBY, 
sehingga kecil kemungkinan JK memenangkan Pilpres 2009.
 
Waduh inikan sikap yang terlalu angkuh dalam berkompetisi untuk memenangkan 
Pilpres 2009 ini.
Sdr. Andi Malarangeng telah gagal memilih kalimat yang tepat untuk 
menyampaikan pesan kepada masyarakat pemilih di Pilpres 2009 sehingga tujuan 
penyampaian pesan dapat  tercapai tanpa membuat pihak yang sebetulnya bukan 
sasaran tembak, dan bahkan diharapkan menjadi pendukungnya, malah tersinggung 
berat.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo
--- Pada Kam, 2/7/09, Agus Hamonangan <[email protected]> menulis:


Dari: Agus Hamonangan <[email protected]>
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Pernyataan Andi Mallarangeng Bertentangan dengan 
UUD 1945
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 2 Juli, 2009, 10:53 PM








http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/07/02/ 22570491/ Pernyataan. 
Andi.Mallarangen g.Bertentangan. dengan.UUD. 1945

MAKASSAR, KOMPAS.com — Forum Rektor Indonesia Simpul Sulawesi Selatan 
(FRIS-Sulsel) menilai pernyataan anggota tim kampanye nasional capres 
SBY-Boediono, Andi Mallarangeng, sangat bertentangan dengan amanah UUD 1945 dan 
Bhinneka Tunggal Ika karena Indonesia masyarakat majemuk. 

Pernyataan kontroversial Andi Mallarangeng itu diucapkan saat kampanye 
SBY-Boediono di GOR Andi Mattalatta, Rabu, mengandung unsur SARA, yang 
menyatakan: "Belum saatnya orang Sulsel memimpin bangsa Indonesia."

Ketua FRIS-Sulsel, Prof Dr dr Idrus A Paturusi, di Makassar, Kamis (2/7), 
mengatakan, UUD 1945 dan BTI memberi kesempatan kepada setiap warganya untuk 
menggunakan haknya, termasuk siapa saja yang mencalonkan diri untuk memimpin 
bangsa ini.

"UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika saja mensyaratkan seperti itu, kok ada orang 
yang ngomong ngelantur di depan massa kampanye bahwa belum saatnya orang Sulsel 
menjadi presiden," ungkapnya.

"Alifian yang juga juru bicara Presiden SBY seharusnya tidak mengeluarkan 
pernyataan seperti itu sebab akan memicu keresahan warga Indonesia, khususnya 
yang ada di provinsi ini," tambahnya.

FRIS-Sulsel juga menilai bahwa pernyataan Andi saat berorasi kampanye 
SBY-Boediono di GOR Andi Mattalatta mengandung unsur SARA, bahkan telah 
melecehkan etnis serta SDM masyarakat Sulsel sehingga dapat mengganggu 
persatuan dan kebersamaan warga di daerah ini.

"Dia harus minta maaf kepada warga Sulsel serta yang bersangkutan diminta untuk 
tidak mengulangi pernyataan seperti itu lagi sebab akan memicu konflik," 
katanya dan menambahkan, janganlah suasana yang cukup kondusif menjelang 
Pilpres 8 Juli 2009 berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan.

Idrus juga mengajak masyarakat Sulsel untuk berpartisipasi menggunakan hak 
pilihnya dengan mendatangi TPS-TPS serta mampu menjaga ketertiban, kedamaian, 
dan kebersamaan dalam menghadapi pesta demokrasi tersebut.

Budayawan Sulsel, Ishak Ngeljaratan, secara terpisah menilai, pernyataan Andi 
bahwa orang Sulsel belum waktunya menjadi presiden, sangat "mengerikan" dan itu 
merampas hak orang lain untuk menggunakan haknya sesuai UU tersebut.. 

"Biarlah setiap warga Indonesia yang majemuk ini menggunakan haknya, bukan 
dihambat hanya karena ingin mempertahankan pemimpin bangsa yang sekarang ini," 
ungkapnya. 

Terkait dengan majunya Jusuf Kalla (JK) yang mencalonkan diri sebagai calon 
presiden bersama pendampingnya Wiranto, menurut Ishak, wajar-wajar saja karena 
beliau ini juga sudah banyak memoles bangsa ini, baik sebagai mantan menteri 
maupun wakil presiden yang masa jabatannya bersama Presiden SBY berakhir 
Oktober 2009. 

"Orang Sulsel memiliki dua rasa malu, yakni malu karena berbuat kejahatan dan 
malu jika tidak berbuat kebaikan bagi daerah dan bangsa ini," ujarnya seraya 
menyatakan, janganlah menghalangi orang dalam berbuat baik pada bangsa ini.

















      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke