Kekurangan Kita di masa demokrasi sekarang ini adalah : Kita sudah sangat 
pandai berbicara, tapi sangat payah dalam mendengarkan.

Kata2 atau ada informasi selentingan yang belum dikonfirmasi atau belum di cek 
kebenarannya sudah pada ribuuuut....
gitu deh..




________________________________
From: Martin Widjaja <[email protected]>
To: Forum Kompas <[email protected]>; mediacare mediacare 
<[email protected]>
Sent: Saturday, July 4, 2009 5:20:03 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] P AM justru hebat. [ was ]: Pernyataan Andi 
Mallarangeng Bertentangan dengan UUD 1945





Saya bukan Bugis kayak P AM, P JK atau P Zain.
Saya memperhatikan soal orasi dan kampanye pilpres P AM
sampai pada protes2 tokoh Bugis [ pro P JK ] di Makasar,
memang bisa menerima kalau disebut suasana pilpres
sekarang ini sungguh dinamis, bergairah..
Tergantung dari masa kapan, ditinjau dari mana, pernyataan
P AM bahkan secara meyakinkan bisa diartikan sampai
melanggar UUD 1945....
Kalau saya melihat, pendapat P Zain, P AM sungguh hebat
apabila sampai 'berprinsip' memang yang terbaik buat jadi presidennya
walau bukan dari suku nya.
Kalau sampai pendapat ini murni berdasar logika penilaian bagi
negara dan bangsa yang diyakininya [ bukan sbg yang munafik
atau mumpung ] justru bangsa ini membutuhkan negarawan yang
bisa berpikir seperti ini, kayak di AS banyak tokoh politik putih
justru mengtakan keyakinannya mensupport P BHO yang hitam
jadi presidennya.
Justru esensi dari UUD kita, rasanya memberikan kesempatan bagi
siapa saja anak bangsa yang hebat untuk bisa terpilih jadi pemimpinnya
lingkungan kecil maupun besar sampai presiden.
Saya ngga menutup mata bagaimana perasaan atau emosi atau memang
sikap ekstrim dari beberapa lapisan masyarakat yang terang2an
menyatakan tabu memilih kapolres yg dari suku ini, agama ini
sampai perbaikan UUD untuk definisi yang bisa jadi presiden RI.
Saya juga pernah terkesan dengan ucapan P AM duluuu sebelum gabung
dengan P SBY, saya ngga mau jadi presiden Makasar atau Sulsel , saya
mau jadi presiden Indonesia. Ucapan ini disampaikannya ketika marak
beberapa tokoh Bugis siap2 ngancam mendirikan negara Sulsel/Sulawesi
kalau Sulsel/Sulawesi ngga bisa kayak Aceh menjalankan SI didaerahnya. ..

Salam , martin - jakarta

Kirim email ke