Saya berhenti sejenak memperhatikan semua komentar soal isi pidato P SBY yang gamblang itu. Mungkin ngga tahan dengan segala kritik yang pedas bin 'cerdas' terutama dari wartawan, akhirnya memang P SBY 'mengklarifikasi' [ baca : menterjemahkan ulang] apa yang dikatakannya , namun beda dengan Presiden BHO yang minta maaf keluar istilah 'polisi goblok' baru2 ini, yang keluar adalah transcript pidatonya . Saya memang jenuh dan putus asa menyimak berita seputar pidato P SBY dan bom , di beberapa milis yang saya ikuti saya merasa banyak milisernya cukup tua, bijak, dan yang terpenting ngga punya vested [ misalnya buat kepilih jadi menteri dll ], demikian juga wartawan2 senior yang mencoba memasukan opininya dengan cara masing2. Saya sangat bingung, wong pidato yang gamblang, dengan gambaran video yang jelas, kok masih banyak tafsiran yang ekstrim , mulai angka sembilan sampai angka minus sembilan. buat nilai pidato itu. Walau 'ekstrimis' penilai adalah pendukung pihak2 yang bersaing, apa nggak memalukan ngeyel2an mengatakan yang jelas hitam jadi putih , putih jadi hitam... Kalau di segi agama, kitab suci, ngeyel2an memang bisa berkepanjangan dan terus merasa benar. Tapi dari isi pidato P SBY itu, Masya Aulloh .... Mudah2an ada yang iseng, membandingkan transcript pidato P SBY dari video pidatonya dengan yang terakhir di edarkan trus bisa menyimpulkan secara netral obyektif apa yang benar. Memalukan sekali banyak orang pandai ngeyel2an secara terbuka, apalagi sampai mengatakan wartawan bodoh ...
Salam , martin - jkt ________________________________ From: Adyanto Aditomo <[email protected]> To: [email protected] Sent: Saturday, July 25, 2009 2:11:29 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY... ADUH...KOK GINI? Artinya: Tidak ada wartawan di Indonesia yang cukup cerdas. Semuanya bodoh!!!! Bodoh sekali!!!!! Saking bodohnya, Metro TV hampir setiap waktu menyiarkan ulang pidato SBY tersebut agar rakyat dan juga wartawan bisa memahami dimana letak kebodohan para wartawan tersebut, terutama wartawan Metro TV yang terlanjur mengulas Pidato SBY secara intense. Bodohnya wartawan, masih gak jelas juga dimana letak kebodohan mereka. Ya sudahlah, kalau Presiden dan para pendukungnya bilang wartawan itu bodoh dan tukang pelintir, ya sudahlah, terima saja. Faktanya memang begitu kok he he he he he he he he he Salam, Adyanto Aditomo
