Bodoh-pintarnya seseorang hanya penilaian bersifat subjective, namun klo
di kaitkan dengan sifat objective-nya kita akan terkena dengan apa yg
dinamakan kufur ni'mat; bahwa tuhan menciptakan manusia yaitu dengan
sempurna. Jadi tidak ada wartawan yg bodoh yg hanya cuman me-release
beware dari isi pidato SBY, cuman pemikiran sesorang saja yg
sempit/negative thinking terhadap wacana tsb. so ambillah positive-nya,
mungkin sby bermaksud mentrigger kita semua untuk berhati2, namun
menurut saya pun sby telah salah penempatan moment pidato-nya, alangkah
bijak-nya apabila sby tidak mengait-kan dengan pilpres & teror bom yg
terjadi pada saat itu. Tapi sekarang terlihat sisi negatif dari seorang
sby, yaitu cepat kalut,stress; toh wajar, baru saja orang2 memuji-muji
sby terhdp terkemenangan pilpres 60%-nya, eh langsung dihajar dengan
BOM, Ibarat SBY lagi naik pohon kelapa, pas lagi diatas ketimpa kelapa
kena kepala-nya langsung sby punyeng trus jatuh ketanah, kemudian
ngomong : "Dasar kelapa kurang ajar, baru mau diambil malah nimpa
kepala!!!!!"...hehehe

regard,uyan

Adyanto Aditomo wrote:
>  
>
> Artinya: Tidak ada wartawan di Indonesia yang cukup cerdas. Semuanya
> bodoh!!!!
> Bodoh sekali!!!!!
> Saking bodohnya, Metro TV hampir setiap waktu menyiarkan ulang pidato
> SBY tersebut agar rakyat dan juga wartawan bisa memahami dimana letak
> kebodohan para wartawan tersebut, terutama wartawan Metro TV yang
> terlanjur mengulas Pidato SBY secara intense.
> Bodohnya wartawan, masih gak jelas juga dimana letak kebodohan mereka.
>  
> Ya sudahlah, kalau Presiden dan para pendukungnya bilang wartawan itu
> bodoh dan tukang pelintir, ya sudahlah, terima saja.
> Faktanya memang begitu kok he he he he he he he he he
>  
> Salam,
>  
> Adyanto Aditomo

Kirim email ke