Justru Metro TV sehari sebelum pidato SBY yang "mengecam" pihak - pihak yang 
telah salah menangkap maksud dan tujuan pidato tanggal 17 Juli pk. 13.00, 
telah membuat reportase secara intens yang cenderung mengkritisi pernyataan SBY 
yang mengaitkan antara Teror Bom di Mariott dan Ritz Carlton dengan Pilpres.
Sampai hari ini saya belum dengar ada revisi soal reportase tersebut.
 
Selain itu dalam pidato tersebut juga ditunjukkan Foto SBY yang jadi sasaran 
tembak dalam latihan menembak oleh Teroris di Kalimantan Timur.
Para Pengamat Politik menyatakan itu foto tahun 2004 yang dibuat oleh KOMPAK 
saat kerusuhan Poso dan juga dibuat di Poso.
 
Sehari setelah SBY menyatakan bahwa foto itu dibuat tahun 2009 oleh Kelompok 
Teroris yang bermarkas dan berlatih menembak di Kalimantan Timur, Metro TV 
secara intens langsung melakukan wawancara dengan berbagai pihak yang dianggap 
mengetahui peristiwa tersebut, baik KOMPAK, bekas Direktur BIN, Anggota DPR, 
Pengamat Politik dan sebagainya, tetapi tidak ada satupun yang tahu soal hal 
tersebut.
 
Jadi mari kita tunggu reaksi dari Metro TV, apakah reportase yang mereka buat 
akan lebih mendukung pernyataan SBY dan malah sebaliknya.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

--- Pada Sab, 25/7/09, P Giri Hatmoko <[email protected]> menulis:


Dari: P Giri Hatmoko <[email protected]>
Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY... ADUH...KOK GINI?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 25 Juli, 2009, 1:19 AM


 



Sorry bung adyanto, saya tidak sependapat dengan anda, yang mengeneralisir 
bahwa semua wartawan bodoh. Saya lama berkecimpung didunia jasa komunikasi, 
saya tahu mana wartawan (media) yang berkualitas dan mana yang tidak, mana 
wartawan (media) yang berkualitas dan independen dan mana yang tidak.
Kalau anda sudah menyebut nama metro tv sebagai media yang bodoh, saya pikir 
ini sudah sebuah justifikasi yang salah. Justru metro TV menyiarkan pidato 
tersebut supaya publik bisa melihat dan mencermati ini pidato tersebut. Jadi 
menurut saya, metro TV itu cerdas dan mencerdaskan, bukan bodoh dan membodohkan.

Salam
Wong ndeso,

Kirim email ke