Untuk apa kita sirik dengan keberhasilan negara lain, misalnya AS dengan proyek pendaratan di bulannya? Tidak mereka butuhkan Anda percaya atau tidak, bukan urusan mereka dan siapa saja; percaya monggo, gak percaya ya terserah Anda. Mereka jalan terus, terus, terus (walaupun sesekali terantuk kerikil tajam yang sudah menjadi sifat makhluk Allah yang lemah dan takberdaya atas takdirnya) sementara tertinggal dan berjalan di tempat, sirik, dendam, mengenang masa silam yang aduhai dan sifat-sifat lain yang seharusnya tidak dimiliki oleh orang yang beragama. Yang penting proyek mereka itu telah membawa berkah bagi makhluk-Nya di Bumi. Berkat "pengorbanan" mereka, dihadapan Anda telah terwujud sebuah alat yang sangat mendukung kemajuan umat manusia. Berkat "pengorbanan" mereka juga banyak produk yang diminikan sehingga orang yang bermasalah dengan jantung dapat dibantu dengan alat elektronik yang bernama "alat pacu jantung." Berkat proyek antariksa AS, manusia telah mendapatkan kemudahan dalam berkomunikasi melalui telepon genggam. Dan masih seabrek produk mungil lainnya yang menyamankan kehidupan Bani Adam. Mudah2an "pengorbanan" mereka itu dibalas oleh Allah yang Maha Pemurah dan Maha Adil. Amin.
Zul --- In [email protected], "Jovin Rudi Atmanto" <jovi...@...> wrote: > > Pak Rudyanto > Saya paham dengan jalan pikiran anda bahwa karena foto2 misi bulan berasal > dari amerika maka diperlukan misi dari negara lain untuk bisa mengkonfirmasi > mereka benar, bukan gitu? > Sekarang tunjukkan pada saya kaidah sains mana yang menyatakan bahwa hasil > penelitian suatu negara harus dikonfirmasi oleh negara lain? Tidak ada bung. > Negara itu entitas politik. Sains itu ya entitas sains. > Seorang ilmuwan bisa memperkuat hasil penelitian ilmuwan sebelumnya atau > membantah. Dan tidak ada keharusan bahwa yang mendukung atau membantah harus > dari negara yang sama atau berbeda. > Hasil foto dari Bulan bukan cuma hasil jepretan Neil Amstrong. Foto bulan > juga diambil dari misi-misi apollo sesudahnya. Foto2 yang extensiv justru > dibawa oleh astronot yang mengendarai Lunar Rover yang dibawa mulai misi > Apollo 15. Kalau sekarang anda mengatakan bahwa fot tersebut tidak valid > hanya karena sama2 pihak amerika berarti anda sudah keracunan conspiracy > theory. > Suatu hasil penelitian sains bukan merupakan kebenaran mutlak. Selama 500 > tahun mekanika Newton dianggap kebenaran satu2nya tentang bagaimana > menjelaskan cara kerja alam semesta. Menurut Newton satu detik di bumi sama > saja dengan satu detik di alam semesta yang jauh. Selama 500 tahun itu > dianggap kebenaran karena pada waktu tidak ada teori lain yang bisa disprove > hukum Newton. Datanglah Einstein dengan relativitasnya yang ternyata waktu > tidaklah absolut melainkan relatif. Satu detik di bumi tidak sama dengan satu > detik di bintang yang saling menjauhi dengan kecepatan setengah dari > kecepatan cahaya. > Hukum Newton gugur dalam menjelaskan makrokosmos karena ada hukum baru yang > lebih concise dan comprehensive. > Perhatikan di sini bahwa Relativitas menggugurkan. Newton bukan karena > sekedar si Einstein tidak suka bukan Newton. Harus ada suatu dasar mengapa > anda menyatakan suatu kajian ilmiah tidak valid. Bukan cuma masalah like and > dislike bung. > Sekali lagi sains bukan kebenaran mutlak. Pada gilirannya teori Einstein juga > gagal menjelaskan banyak hal yang pada gilirannya dijatuhkan oleh Fisika > Kuantum. Niehls Bohr salah satu pelopor Fisika Kuantum membantah model alam > semesta menurut Einstein. Salah satunya justru karena Einstein sangat > relijius dan dia menolak hukum ketidak pastian yang dibawa oleh fisika > kuantum. Salah satu ucapan Einstein "Tuhan tidak bermain dadu dengan alam > semesta" sering dikutip dalam kerangka relijius. Padahal maksud Einstein > ialah secara relijius fisika kuantum berarti alam semesta terbentuk secara > acak dan tidak pasti. Hal mana tidak disetujuinya. > Doesn't matter. Walaupun buat kaum relijius pendapat Einstein lebih disukai > tapi Fisika Kuantum menohok dengan telak dengan bukti2 yang kongkrit. > Sekarang the very computer you are using memanipulas elektron dengan > teknologi quantum dan karena itu diterima sebagai kebenaran. > Saya katakan sekali lagi. Kebenaran sains bukan kebenaran mutlak. Bisa jadi > suatu saat kita semua bisa bertamasya di bulan dan akhirnya baru ketahuan > kalau misalnya, yang mendarat di bulan itu apollo 14. Sedangkan apollo 11 > tidak mendarat. Bisa saja itu terjadi. In the meantime axioma sains ialah > jika kita menyingkirkan semua yang tidak mungkin maka apapun yang tersisa, > apapun itu adalah "the truth" > Astronom Plaitt yang punya kredibilitas tinggi menjelaskan bukti2 ttg > bantahan moon landing dalam websitenya http://www.badastronomy.com. Di situ > menjelaskan sekali lagi yang anda tampaknya suka sekali mengulang2 misalnya > kenapa langit bulan tidak ada bintang atau kenapa bendera Neil Amstrong > berkibar. > Sekali lagi tidak bosan2 saya katakan sains bukan kebenaran mutlak tapi untuk > membantahnya anda paling kurang harus disprove dengan fakta2 baru. Kalau anda > cuma menggunakan dalil bahwa karena hanya astronot amerika yang ke sana dan > anda tidak percaya karena anda tidak melihat maka saya kira saya harusnya > yang mengajari anda ilmu logika bung karena kebetulan saya programmer by > education. Anda sendiri juga blatantly menggunakan logika ngawur seperti > "saya percaya Columbus mendarat di amerika karena kita semua bisa ke sana > untuk membuktikannya". Bahwa kita semua bisa ke Amerika hanya membuktikan > bahwa benua Amerika betul ada dan tidak ada hubungannya dengan Columbus. > Bagaimana kalau saya percaya bahwa Laksamana Cheng Ho yang menemukan Amerika? > Tetap saja kita semua bisa ke amerika skrg regardless siapa yang menemukan. > Tidak usah pake contoh yang di luar konteks seperti Angelina Jolie atau Liga > Primera. Nanti malah kelihatan kalau anda knows many things about nothing. > Satu hal anda benar, saya percaya moon landing karena saya tidak menemukan > bukti yang menyatakan itu hoax. Semua bukti yang ada sudah sangat > overwhelming. Saya tantang anda untuk disprove dengan bukti baru, dan bukan > sekedar karena anda menolak untuk percaya. > > Salam > > Jovin > > > > Jovin R. Atmanto > Powered by Telkomsel BlackBerry®
