Saat saya mengikuti berita kasus pembunuhan Nasrudin yang tersangkanya adalah Antasari (Mantan ketua KPK). Ada banyak orang-orang yang terlibat dalam kasus tersebut. Salah satunya adalah Rani Juliani, seorang perempuan yang menjadi istri ke-3 Nasrudin (korban pembunuhan). Selain itu Rani juga diduga melakukan perselingkuhan dengan Antasari (tersangka).
Kemudian sekarang Rani harus menjadi saksi dalam kasus pembunuhan itu. Malah sekarang Rani dibawah kontrol penyidik (kepolisian) dengan alasan untuk memudahkan proses penyidikan dan keamanan Rani dan keluarganya. Hal ini yang diduga oleh pengacara tersangka akan mengakibatkan Rani mendapatkan tekanan dari pihak penyidik (dalam hal ini kepolisian). Karena akan memungkinkan sekali kesaksian Rani dibawah kontrol dari pihak yang berkepentingan. Sehingga kesaksian Rani jika tidak benar atau tidak dapat dibuktikan maka akan berdampak buruk kepada Rani sendiri. Dan mungkin saja Rani juga bisa masuk tahanan karena kesaksiannya itu. Ini jelas sekali merugikan diri Rani sendiri. Dalam soal Rani, saya pribadi mencoba melihat posisi Rani sebagai perempuan, yang secara sosial maupun politik dirugikan. Sehingga ada beberapa hal yang mungkin saja dihadapi oleh Rani, diantaranya : 1. Rani sebagai korban Poligami Nasrudin, mempunyai persoalan sendiri bagi Rani. 2. Rani terjadi perselingkuhan dengan Antasari, yang sangat mungkin sekali itu diketahui oleh Nasrudin yang notabenenya adalah suaminya. Kejadian ini hampir sama dengan para perempuan pekerja sex yang dijual oleh suaminya atau pasangan dengan laki-laki lain hanya untuk kepentingan pasangan tersebut. Dan Rani sangat mungkin mengalami itu dijual oleh suaminya (Nasrudin) kepada Antasari yang hanya untuk kepentingannya(Nasrudin). 3.kemudian bagaimana dapat melihat latar belakang Rani bagaimana? Misalnya dari pihak keluarganya. Apakah ada persoalan ekploitasi kepada diri Rani dalam konteks Ekonomi oleh keluarganya. Karena sepertinya Rani ini adalah tulang punggung keluarga sehingga harus rela menjadi istri ketiga bahkan dijual oleh suaminya sendiri. Karena perselingkuhan Rani dengan Antasari yang diduga sebagai alat suaminya "menekan" Antasari. Dan ini yang mengakibatkan diduga Antasari membunuh Nasrudin. 4. Kemudian mungkin sekali pengacara Rani tidak melihat Rani dengan menggunakan perpektif perempuan, tetapi hanya untuk kepentingan hukum formal saja atau mungkin saja"pesanan" dari pihak lain, bisa saja itu dilakukan oleh pihak polisi misalnya. Menurut saya teman-teman aktivis perempuan dapat membela Rani dalam konteks feminis. Ini akan membantu menguatkan Rani secara pribadi sebagai perempuan. Dan mungkin sekali Rani menjadi korban dari sistem yang ada dalam kasus ini. Padahal kasus ini sangat banyak sekali kepentingan politik. Terlepas apakah benar Antasari membunuh Nasrudin atau ini sebuah rekayasa belaka untuk menghancurkan KPK. Tapi faktanya Rani telah masuk dalam lingkaran pertarungan politik ini, yang saya yakin sangat berat bagi Rani untuk menghadapinya. Walau mungkin saja Rani mendapatkan imbalan uang(kalau memang benar ini rekayasa). Tapi lagi-lagi Rani sebagai perempuan yang harus bekerja demi uang walau harus menjual tubuhnya dengan pihak lain. Ini fenomena perempuan pekerja sex langsung maupun tidak lansung. Dalam konteks ini Rani bisa dikatakan sebagai perempuan pekerja sex tidak langsung. Sayangnya sampai sekarang belum ada aktivis perempuan melihat latar belakang kehidupan Rani sebagai perempuan. Sehingga kalau Rani mendapatkan dampingan atau penguatan dari perpektif perempuan. Minimal ini baik bagi diri Rani sendiri maupun membantu pengungkapan kasus yang sebenarnya terjadi. Apakah Antasari benar melakukan pembunuhan murni kriminal ataupun ada rekayasa sistematis menghancurkan KPK misalnya. Sehingga dampak besarnya dapat menunjukkan kepada publik keadilan dan hukum yang benar. Tetapi memang dalam hal ini Rani harus dikuatkan dalam hal ini, karena mungkin saja ada pihak yang akan mengancam diri atau keluarga Rani kalau mengatakan kejujuran tersebut. Mudah2an ini bisa menjadi renungan dan akhirnya dapat melakukan strategi apa yang bisa membantu Rani dan akhirnya dapat menunjukkan kebenaran yang terjadi. Yang saya yakin Rani dalam konteks ini orang yang tidak mempunyai posisi tawar baik terhadap Nasrudin, Antasari,keluarga Rani, pengacaranya maupun pihak polisi. Sehingga bagaimana teman-teman aktivis dapat melihat persoalan ini dari perpektif perempuan untuk dapat membantu Rani khususnya dan menegakan hukum yang benar di Indonesia. Belum lagi kalau kita lihat posisi istri Antasari, walau suaminya (Antasari) melakukan perselingkuhan dengan perempuan lain(dalam hal ini dengan Rani). Mungkin saja perselingkuhan ini bukan yang pertama dilakukan Antasari. Tetapi kita dapat lihat bagaimana istri Antasari begitu tekun menungguin suaminya pada proses pengadilan. Termasuk mengantarkan semua keperluan sehari-hari Antasari ditahanan maupun dipersidangan. Dan mungkin saja istri Antasari akan menyalahkan Rani,bahkan meyebutnya perempuan murahan atau pelacur yang tidak tahu diri. Dalam konteks ini benar-benar perempuan menjadi korban baik Rani maupun istri Antasari. Salam Toyo http://gerakan-gay.blogspot.com [email protected] Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ [Non-text portions of this message have been removed]
