Semoga saya tidak salah dengar... dalam wawancara di salah satu tv, ketika ditanya kurang lebih "apakah anda yakin bahwa Antasari yang membunuh suami anda?" Rani menjawab: "ya. suami saya mengatakannya"
Sepintas saya berpikir, "suami" yang mana? Kalau almarhum Nasrudin, jelas gak mungkin to. Lha apa ada lagi? Ada yang dapat memberi pencerahan 2009/11/13 Mariana Amiruddin <[email protected]> > > > Toyo, aku pernah diwawancara soal Rani. Kebetulan bukan program > infotaiment, > tapi berita sore gitulah.. Topik rani ini kaitannya dengan korupsi. Yang > ditanya itu aneh seperti: apakah Rani merusak keluarga orang? Lalu saya > jawab, persoalan Rani ini harus dimulai dulu dari persoalan korupsi. Di > sini, masalah korupsi berarti masalah politik di belakangnya. Rani, adalah > bagian kecil dari topik besar yang mengerikan itu. Kubilang, asumsi saya, > Rani sebagai istri ketiga, sesuai pengakuannya yang ternyata benar dengan > asumsiku, lebih digunakan sebagai bagian dari permainan politik itu. Dan > karena dia perempuan dan orang biasa yang mudah sekali dimanfaatkan, persis > banyak perempuan dipacari, dikawini jadi istri sekian, lalu digunakan > sebagai pengedar narkoba. (lihat penjara wanita adalah kebanyakan kena > kasus > seperti ini). > > Seperti kukatakan lama, negeri ini negeri mafia, tak ada bedanya dengan > mafia narkoba. > > Ada yang aneh dari pengakuan Rani: Ia diminta suaminya (nasrudin) untuk > menemui antasari dan disuruh membuka handphone-nya ketika menemui antasari > di sebuah kamar hotel. Nasrudin suaminya itu menurut pengakuan Rani > menunggunya di lobby. Sepuluh menit kemudian Nasrudin naik ke kamar > Antasari, dan melabrak Antasari karena Rani ada di situ. Jelas banget ini > semua sandiwara. > > Inilah kedok yang terbuka. Terutama melihat segitu mudahnya perempuan > dijebloskan untuk menjebak orang yang dia tak tau ada urusan apa dibalik > itu > semua. Celakanya yang menyuruhnya itu adalah suaminya sendiri. Celakanya > lagi, ini terkait dengan sindikat mafia hukum, korupsi, dan sebagainya. > Seperti di film-film saja.... Itu perempuan suka jadi sempilan saja, dan > sayangnya media paling senang dengan sisi gosipnya. > > Mar
