Hari ini Jumat 7 September, P Dirjen, Sekditjen, Bu Anandy dan 
rombongan lainnya mengunjungi Palembang.

Datang sekitar jam 8 pagi, beliau langsung melihat operasional KPPN 
Percontohan Palembang, setelah itu mengunjungi Bidang- Bidang dan 
Bagian Umum Kanwil VI Palembang.

Selanjutnya jam 14.30 s.d. 16.30....
Pengarahan P Dirjen intinya :


A.REFORMASI BIROKRASI
Menjelaskan reformasi birokrasi, yang berimplikasi dengan perubahan 
sistem renumerasi. Menurut beliau yang harus dikedepankan adalah 
reformasinya, perubahan renumerasi hanyalah implikasi dari reformasi 
birokrasi. Reformasi birokrasi ini intinya adalah perubahan "Mindset 
= pola pikir", "Culture = Budaya" pada Djpbn. Mindset harus diubah 
menjadi "pelayan yang baik" bukan pegawai yang menyalahgunakan 
wewenang. Budaya yang jelek seperti amplop, setoran harus 
dihilangkan. Dibagikan juga 2 buku kecil tentang pedoman perilaku 
pegawai dan pedoman kinerja pegawai. Kepala kanwil tidak boleh minta 
setoran (istilah beliau jangan mau dijadikan ATM) kepada Kepala KPPN 
dst.dst...bawahan harus berani berkata tidak pada permintaan 
atasan "yang aneh" seperti setoran (emang supir angkot?) Perubahan 
renumerasi adalah "buah" dari reformasi birokrasi.....mudah2 an akan 
dibayarkan bulan depan...

B. KITA HARUS MENCIPTAKAN PEKERJAAN (TERUTAMA UNTUK DI KANWIL)
Pegawai yang "digusur" oleh pola Percontohan dan ditempatkan di 
Kanwil tidak perlu berkecil hati, jangan merasa sebagai "laskar tak 
Berguna". Banyak pekerjaan yang harus "digali" di Kanwil. Dan juga 
masih banyak kesempatan, tak lulus prima bukan berarti dunia 
runtuh..keep learning. Beliau mencontohkan tentang kegagalannya dalam 
beasiswa ke luar negeri di masa lalu.

C. KEBIJAKAN PENEMPATAN DAN SELEKSI PEJABAT
Kedepan akan selalu diadakan "asesment = penilaian" apabila seseorang 
akan menduduki suatu jabatan. Misalnya kasi (gol IIId) yang "mentok" 
akan dites apakah layak menduduki jabatan eselon III. Mekanisme 
serupa berlaku pula untuk kita ...para pelaksana...TEs terus...
(persiapkan diri anda!)

D. D3 dan D4 Khusus dari Djpbn
Tahun ini Djpbn tidak mengirimkan wakilnya untuk mengikuti D3 / D4 
Khusus. Jadi secara tidak langsung, P Dirjen menyatakan bahwa surat 
yang diisukan mengenai permintaan agar calon dari Djpbn tidak 
diloloskan adalah benar adanya. Sebabnya karena dimasa yang lalu ada 
lulusan D4 yang dinilai "tidak bermoral" oleh P Dirjen, misalnya 
setelah lulus dan ditempatkan dengan membawa uang pindah ybs minggat. 
Ulah oknum inilah yang disebut " karena nila setitik rusak susu 
sebelanga"

E. MILIS PERBENDAHARAAN
P Dirjen rupanya sangat perhatian sama yang satu ini. Mungkin juga 
forum kita banyak menjadi perhatian beliau.

F. TUNJANGAN EKS KORPEL YANG HILANG
Menurut beliau, korpel merupakan "pilipur lara" dari hilangnya 
jabatan eselon V. Jadi sebenarnya tidak ada jabatan korpel...korpel 
dahulu itu tak lebih dari pelaksana.

Bu Anandy :
Senin depan beliau akan diundang ke Setjen untuk membahas
"kamus Kompetensi" yang berisi Key Performance Indikator : indikator2 
untuk menilai kinerja seorang pegawai...
Bagaimana seorang atasan menilai kinerja seorang pegawai ? dibahas 
habis dalam Kamus tsb


P Siswo :
Menambahkan apa yang disampaikan p Dirjen


Kirim email ke