Tambahan lagi, komentar dari temen yang lain di kamar sebelah :

Aku dapat info dari temanku di palembang. Katanya waktu briefing 
kemaren dari 3 pembicara terlihat ada ketidakkompakan.
Waktu berbicara tentang banyaknya pegawai yg tidak lulus 
seleksi 'kppn prima', Pak Herry Purnomo menyebutkan bahwa tidak lulus 
seleksi kppn prima bukanlah akhir dari segalanya. Bahkan beliau 
menyebutkan bahwa keponakannya sendiri tidak lulus seleksi. Sedangkan 
Ibu Anandywati mengomentari dgn sedikit berseloroh bahwa yang tidak 
lulus seleksi lebih baik ke laut aja ( ikut2 lagu "cewe matre" ) 
alias bunuh diri. Lho...maksudnya apa ngomong begitu? Seperti itukah 
cara seorang pemimpin berbicara di forum terbuka? Perlu saya 
tambahkan bahwa saya selaku pegawai yang tidak lulus seleksi sangat 
tersinggung dg kalimat Ibu Anandy tersebut. Memang betul bahwa lulus 
seleksi "prima" merupakan suatu prestise /kebanggaan tersendiri tapi 
bukan berarti pegawai yang tidak lulus seleksi selalu berarti lebih 
bodoh/lebih bejat dari yang lulus seleksi. Banyak rumor beredar bahwa 
pegawai kppn prima masih ada yang menerima imbalan dari pihak ketiga. 
Saya tidak mengatakan ini benar terjadi tapi silakan dibentuk tim 
investigasi untuk menyelidiki apakah rumor tersebut benar. Sebenarnya 
saya pribadi sudah malas membahas mslh ini ( case closed ). Tapi 
mendengar cerita dari teman saya di palembang membuat saya kembali 
terusik. Selain itu komentar dari Pak Siswo cukup menyinggung teman-
teman pegawai lama yaitu masalah penerimaan pegawai. Beliau 
mengatakan banyak pegawai kita yang tidak jelas penerimaannya dari 
mana. Setahu saya pegawai ditjen perbendaharaan direkrut melalui 
seleksi. Entah kalau yang penerimaan pelimpahan dari departemen lain 
atau dari pemerintah daerah. ( Soal ini no comment: biasa diliat dari 
NIP. Kalo peg keuangan NIP 060....... ). Salah siapa menerima pegawai 
limpahan ( orde lama ), apa mau dikembalikan ke instansinya semula? 
Ya silakan aja tapi jangan menggeneralisasikan semua pegawai.
Sekian komentar saya, klo ada kata yang tidak berkenan mohon 
dimaafkan. Kalo ada yang salah mohon dikoreksi. Semoga bisa menjadi 
pembelajaran untuk kita semua dan semoga bisa menjadi masukan buat 
pejabat2 kita.

Kirim email ke