saya dukung bapak dech...
saya ikutan mutasi ke kantor Bapak dech...
kan saya lebih mengenal Bapak ketimbang yg lainnya...ya khan..???
Boleh khan..??


--- In [email protected], "bagus konstituante" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sdr. Ambara,
> Saya setuju dengan pasang-surutnya iman seseorang. Yang 
> hrs dicari adalah mereka yag stabil imannya, selalu 
> taqarrub kepada Allah. Memang sebaiknya seleksi untuk 
> mengisi posisi (baca : jabatan) di kppn prima tidak cuma 
> saat diperlukan tetapi kontinyu.  Wkt masih di BAKUN saya 
> pernah ikut seleksi utk ngisi jabatan di KPK dan lolos s.d 
> tahap ke-5. Ke sananya gagal (2 tahap lagi). Test tahap-1 
> mirip test kppn prima dan saya ternyata gagal. Jadi saya 
> termasuk yang imannya belum stabil. Hanya saja, ada juga 
> yang unik jika ingat test di KPK. Teman saya yang gagal 
> pada tahap-1 skrng justru jadi eselon-2, lho! Jadi, itu 
> juga kembali kepada garis tangan, uluran tangan, jabat 
> tangan dan tanda tangan. Asal tidak pake lepas tangan aja, 
> ya.
> Soal semut lawan gajah, kalo memang Setyo Utomo kena 
> batunya, sementara agar maklum. Atau minta pindah aja 
> kumpul saya. Saya jamin, saya senang kumpul dgn 
> teman-teman yang tukang protes. Tanya aja deh ama yang 
> pernah kumpul saya, misalnya Ketut Puja, mandor MPN yang 
> tpaksa lari ke DJKN.
> Itu saja dari saya. Mari kita sama-sama begandengan tangan 
> tuk jadi pelayan dan guru yg baik.
> 
> Wassalam,
> 
> Bagus K.
> On Mon, 24 Sep 2007 10:20:33 +0700
>   <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Soal integritas dan kebersihan moral...........
> > Dalam bahasa agama, keduanya adalah bagian dari yang 
> >disebut IMAN.
> > Nah, menurut saya, iman seseorang tidaklah stabil setiap 
> >waktu. Ada saja waktunya
> > turun dan naik. Dan, lebih susah mempertahankan 
> >"tingkatan" yang telah dicapai 
> > dari pada mencapai "tingkatan" tsb.
> > 
> > Misalkan ada seseorang yang terkenal korup dan akhirnya 
> >ia bertobat. Tentunya  pasca pertobatan
> > tersebut IMANnya baik (baca integritas dan moralnya 
> >baik). Inilah yang mungkin tertangkap oleh tes
> > psikologi, sehingga ybs lulus. Siapa yang tahu kalau 
> >seseorang sudah bertobat? Dirinya sendiri khan..Bukan 
> >orang lain
> > 
> > Sebaliknya ada orang yang terkenal berintegritas baik, 
> >namun setelah mendapatkan cobaan,  integritas ybs
> > bisa menurun.  Misalnya karena kesal dengan kondisi 
> >kerja yang ada tanpa ada kompensasi yang sesuai.
> > 
> > Orang-orang yang dapat menjaga stabilitas IMAN-nya 
> >inilah yang sepatutnya dicari untuk KPPN-P.
> > Dan untuk itu, asesment secara psikologi harus dilakukan 
> >secara kontinyu, tidak hanya pada suatu titik tertentu.
> > 
> > 
> > 
> > ________________________________
> > 
> >From: [email protected] on behalf of lafolweis
> > Sent: Sen 24/09/2007 9:39
> > To: [email protected]
> > Subject: [Forum Prima] Re: " karena nila setitik rusak 
> >susu sebelanga"
> > 
> > 
> > 
> > Buat mas Lukman Firdaus juga teman2 lain yang nggak 
> >lulus nggak usah
> > emosi. Saya bisa memahami bagaimana jengkelnya Anda, 
> >karena saya juga
> > sempat merasa seperti itu (tepatnya malu) setelah tahu 
> >suami saya
> > tidak lulus test prima ke-1. Tapi lama kelamaan kami 
> >mulai dengan
> > bermuhasabah bersama2. Apapun itu adalah takdir yang 
> >terbaik untuk
> > kami. Masalah kebersihan moral bisa diukur dengan test 
> >yang kemarin?
> > Terus terang saya benar2 tidak percaya. Contoh nyata ada 
> >seorang
> > pegawai yang lulus test padahal di kantor sudah terkenal 
> >suka minta2
> > bahkan beberapa teman seksi lain sampai merasa risih 
> >karena banyaknya
> > keluhan dari bendahara satker (dengar2 KK pernah dpt 
> >telpon Kabu
> > kanwil karena ulah si X sampai akhirnya X dipindah ke 
> >seksi lain)dan
> > satunya lagi menolak uang juga baru saja karena dipindah 
> >ke kantor
> > kami yang terpencil sehingga dia merasa kapok menerima 
> >uang panas (dia
> > cerita sendiri kalau sewaktu di kantor lama mau2 saja 
> >terma uang
> > begituan).
> > terus terang kami berdua (saya&suami) sjak awal bekerja 
> >insya Allah
> > tidak menerima uang begituan bahkan lembur fiktif yang 
> >menurut
> > beberapa pejabat adalah salah satu kebijakan dari kantor 
> >pusat untuk
> > menambah kesejahteraan pegawaipun tidak pernah kami 
> >terima. So, tidak
> > usah bersedih, mari kita ambil hikmahnya. Okey.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> 
> 
======================================================================
==================
> "Sambil berpuasa, ikuti Netkuis Ramadhan 1428 H. Menangkan Laptop, 
Ipod dan HP Nokia di akhir periode netkuis dan dapatkan Flash disk di 
tiap minggunya dengan mengikuti Netkuis di http://netkuis.telkom.net/";
> 
======================================================================
==================
>


Kirim email ke