Sdr. Ambara, Saya setuju dengan pasang-surutnya iman seseorang. Yang hrs dicari adalah mereka yag stabil imannya, selalu taqarrub kepada Allah. Memang sebaiknya seleksi untuk mengisi posisi (baca : jabatan) di kppn prima tidak cuma saat diperlukan tetapi kontinyu. Wkt masih di BAKUN saya pernah ikut seleksi utk ngisi jabatan di KPK dan lolos s.d tahap ke-5. Ke sananya gagal (2 tahap lagi). Test tahap-1 mirip test kppn prima dan saya ternyata gagal. Jadi saya termasuk yang imannya belum stabil. Hanya saja, ada juga yang unik jika ingat test di KPK. Teman saya yang gagal pada tahap-1 skrng justru jadi eselon-2, lho! Jadi, itu juga kembali kepada garis tangan, uluran tangan, jabat tangan dan tanda tangan. Asal tidak pake lepas tangan aja, ya. Soal semut lawan gajah, kalo memang Setyo Utomo kena batunya, sementara agar maklum. Atau minta pindah aja kumpul saya. Saya jamin, saya senang kumpul dgn teman-teman yang tukang protes. Tanya aja deh ama yang pernah kumpul saya, misalnya Ketut Puja, mandor MPN yang tpaksa lari ke DJKN. Itu saja dari saya. Mari kita sama-sama begandengan tangan tuk jadi pelayan dan guru yg baik.
Wassalam, Bagus K. On Mon, 24 Sep 2007 10:20:33 +0700 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Soal integritas dan kebersihan moral........... > Dalam bahasa agama, keduanya adalah bagian dari yang >disebut IMAN. > Nah, menurut saya, iman seseorang tidaklah stabil setiap >waktu. Ada saja waktunya > turun dan naik. Dan, lebih susah mempertahankan >"tingkatan" yang telah dicapai > dari pada mencapai "tingkatan" tsb. > > Misalkan ada seseorang yang terkenal korup dan akhirnya >ia bertobat. Tentunya pasca pertobatan > tersebut IMANnya baik (baca integritas dan moralnya >baik). Inilah yang mungkin tertangkap oleh tes > psikologi, sehingga ybs lulus. Siapa yang tahu kalau >seseorang sudah bertobat? Dirinya sendiri khan..Bukan >orang lain > > Sebaliknya ada orang yang terkenal berintegritas baik, >namun setelah mendapatkan cobaan, integritas ybs > bisa menurun. Misalnya karena kesal dengan kondisi >kerja yang ada tanpa ada kompensasi yang sesuai. > > Orang-orang yang dapat menjaga stabilitas IMAN-nya >inilah yang sepatutnya dicari untuk KPPN-P. > Dan untuk itu, asesment secara psikologi harus dilakukan >secara kontinyu, tidak hanya pada suatu titik tertentu. > > > > ________________________________ > >From: [email protected] on behalf of lafolweis > Sent: Sen 24/09/2007 9:39 > To: [email protected] > Subject: [Forum Prima] Re: " karena nila setitik rusak >susu sebelanga" > > > > Buat mas Lukman Firdaus juga teman2 lain yang nggak >lulus nggak usah > emosi. Saya bisa memahami bagaimana jengkelnya Anda, >karena saya juga > sempat merasa seperti itu (tepatnya malu) setelah tahu >suami saya > tidak lulus test prima ke-1. Tapi lama kelamaan kami >mulai dengan > bermuhasabah bersama2. Apapun itu adalah takdir yang >terbaik untuk > kami. Masalah kebersihan moral bisa diukur dengan test >yang kemarin? > Terus terang saya benar2 tidak percaya. Contoh nyata ada >seorang > pegawai yang lulus test padahal di kantor sudah terkenal >suka minta2 > bahkan beberapa teman seksi lain sampai merasa risih >karena banyaknya > keluhan dari bendahara satker (dengar2 KK pernah dpt >telpon Kabu > kanwil karena ulah si X sampai akhirnya X dipindah ke >seksi lain)dan > satunya lagi menolak uang juga baru saja karena dipindah >ke kantor > kami yang terpencil sehingga dia merasa kapok menerima >uang panas (dia > cerita sendiri kalau sewaktu di kantor lama mau2 saja >terma uang > begituan). > terus terang kami berdua (saya&suami) sjak awal bekerja >insya Allah > tidak menerima uang begituan bahkan lembur fiktif yang >menurut > beberapa pejabat adalah salah satu kebijakan dari kantor >pusat untuk > menambah kesejahteraan pegawaipun tidak pernah kami >terima. So, tidak > usah bersedih, mari kita ambil hikmahnya. Okey. > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ======================================================================================== "Sambil berpuasa, ikuti Netkuis Ramadhan 1428 H. Menangkan Laptop, Ipod dan HP Nokia di akhir periode netkuis dan dapatkan Flash disk di tiap minggunya dengan mengikuti Netkuis di http://netkuis.telkom.net/" ========================================================================================
