sekadar mo sharing pengalaman saya...

ketika dulu saya dimutasi ke suatu kabupaten di Sumatera, saya penasaran kenapa 
saya kena mutasi, penasaran itu karena alasan sebagai berikut:
1.sebagian teman saya tidak terkena mutasi (kebetulan penempatan sebagian teman 
saya itu di setditjen);
2. SK terakhir  saya  dan sebagian teman  saya itu belum berumur 2 tahun, waktu 
yg cukup singkat untuk memutasikan pelaksana.

setelah saya konfirmasi kepada sebagian teman saya, menurut mereka ada 
kemungkinan data kepegawaian  saya tidak di up-date sehingga saya terkena 
mutasi, sebagian teman saya tersebut sempat memperbaharui data mereka ketika SK 
mutasi belum turun (mungkin akses info mereka lebih mudah karena di setditjen).

Dengan penasaran saya check ke bag. kepegawaian dan minta tolong utk 
diperlihatkan data saya di aplikasi kepegawaian. Alangkah terkejutnya saya 
ternyata data penempatan saya sebelumnya (di daerah Kalimantan) tidak masuk 
dalam database kepegawaian tersebut (terecord bekerja dari awal sampai saat itu 
penempatan saya terus di Jakarta), bahkan diklat yg pernah saya ikuti juga 
tidak terekam disana (hanya diklat pra jabatan).

Saya tidak mengerti apakah database ini yang menjadi dasar memutasikan saya 
atau bukan. Dengan tidak bermaksud menyudutkan bag. kepegawaian namun hanya 
sebagai masukan kepada kepegawaian agar tidak  lalai  dalam  meng-entry atau  
up-date data kepegawaian.

Jujur saja, saat itu saya sempat kesal, tapi saya sadar mungkin karena mengurus 
ribuan pegawai, kesalahan data bisa terjadi sekian persen. Walau perlu diingat 
kesalahan 1% saja tapi dapat berdampak pada hidup pegawai bersangkutan termasuk 
keluarganya.

Semoga DJPB makin maju. 



don_juan722 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  senada 
dengan mbak/mas lafolweis...(bukan edelweis khan..???) bahwa 
 ketabahan yg sementara bisa menghibur kegundahan akan impian mutasi 
 ke non-remote area, karena apa...?? karena saya desember nanti sudah 
 6 (enam) tahun di remote area (Papua)dan hanya dengan ketabahan, 
 sabar, tawakkal dan doa yg masih bisa menghibur hati saya sampai 
 Desember nanti, TAPI.....
 Jikalau pemegang kendali keputusan mutasi pegawai masih tidak 
 mencantumkan nama saya di SK Mutasi akhir tahun ini, ga t

Kirim email ke