awalnya memang terasa ndak adil..
parameter penentuan kan kadang tidak jelas, abu-abu...
banyak pimpinan yang kagok...
kaget...
apalagi di level eselon, tunjangannya kan naik jauuuuh banget
jadi cenderung shock..

padahal ada aturan tidak tertulis yang harusnya jadi konvensi...
di KPPN-P misal, diharapkan pegawai semuanya dapat grade tertinggi,
begitu juga dengan pegawai yang statusnya TB, juga dapet grade tertinggi...
kenapa ? karena jelas, tunjangannya bakalan dipotong 50%

susah, akhirnya...
gak semua KK dan pimpinan di level manajer dapat dengan mudah 
menerima konvensi2 tadi..
lha kadang saluran informasinya mampet...
mau konsultasi, segan... takut disangka goblok...

padahal kalo' dijelaskan alasan kenapa saya dapat grade rendah, 
tengah, atau tinggi kan enak..
tidak perlu menjelaskan kenapa kawan saya lebih tinggi gradenya, tapi 
harusnya pimpinan itu bisa njelasin kenapa saya dapat grade sekian.
bukan melempar permasalahan ke bu menteri...
(inget, yang TTD SK grading sampeyan itu KK sampeyan !! bukan bu Menteri)
namanya bos sampeyan itu ndak cerdas...

masak berlindung di punggung bos ? lha nanti bu menteri kalo' ditanya :
"Bu kenapa ibu minjem duit terus ke luar negeri ?"
masak jawaban beliau :
"tanya aja ke Presiden!"
lha ngapain dia di jadiin Menteri, kalo' gak bisa jawab...

jangan-jangan itu menimpa bos sampeyan..

mungkin setelah jalan 6 bulan lebih, atau 1 tahun baru bisa lebih stabil..
reasonnya jadi makin jelas.. kenapa saya dapat grade 7, 8,9, atau 
bahkan apa saya layak dapat grade 12 ...


At 20:46 14/12/2007, you wrote:

>saya dulu pernah mpertanyakan ttg pmringkatan ini.
>tp blm slesai pertanyaan diajukan...KK dah sewot duluan.ktx yg g 
>puas disuruh tanya ke bu mentri yg bkn sk.
>giliran qt tanya ke kanwil by email...ech KK blg bhw bliau dah 
>dibodohi (maklum..KK emang gaptek).
>disaat qt pux prestasi..g da kata terima ksh.
>disaat qt bd pendapat..diblgx mnentang atasan.
>trus gmn mekanisme reward dan punishment yg sbenarx?
>mungkin hanya KK yg bs mjawabx. (tp sayang...KK gak tau carax buka email)
>
>idaman_gaji wrote:
> > Kemana lagi harus berharap dan mencari jawab...
> > Adalah sebuah pandangan yg sangat baik, saat digulirkan sistem grade
> > dalam pembayaran TKPKN. Filosofi yg dikemukakan pun sangat layak untuk
> > didukung. Hadiah diberikan sebagai bonus kinerja yang baik dari
> > seorang pegawai, sementara hukuman diberikan sebagai pemacu untuk
> > meningkatkan kinerja yang kurang baik dari seorang pegawai. Diperlukan
> > prinsip measureable, reasonable, dan reachable yang terstandar dan
> > berlaku umum dlm menentukan kriteria kinerja yg harus dicapai seorang
> > pegawai untuk dapat mengukur dirinya s


- Sent from my JamurBerry(r) non-wireless device

jamur_kuping
h4nafi [at] depkeu.go.id
ym : h4nafi
----
This e-mail may contain trade secrets or privileged, undisclosed, or
otherwise confidential information. If you have received this e-mail in
error, you are hereby notified that any review, copying, or distribution of
it is strictly prohibited. Please inform us immediately and destroy the
original transmittal. Thank you for your cooperation.

Kirim email ke