Setuju juga. 1. Pasang aja kamera rahasia atw intel di Kantor2 yg jumlah pegawainya besar, niscaya hasilnya sama dengan yang dikatakan den loesi & jackjon. 2. Reinventing tupoksi kita, apa saja pekerjaan kita, bikin SOP, ABK, tapi jangan mencari2 pekerjaan yg ngawur sekedar untuk membuat orang2 bekerja. 3. Revolusi peraturan kepegawaian, stick & carrot, reward & punishment, law enforcment, pokoknya yang gitu2 deh.
Tapi.... Jadi kepikiran sendiri, yg duduk top manajemennya DJPBN kan bukan ujug2 jadi bos. mereka adalah orang2 pintar yang terpilih. Jadi mungkin jawaban mereka : "Kami tidak bodoh... kami tahu..!!!" "Masalahnya tidak semudah yang kalian pikir...!!!" TC besar, pemborosan mbayarin orang males. TC diturunin, moral hazard buat yang rajin. Pensiun dini, duit nggak gablek. Rasionalisasi, belum tentu pelaksanaannya sesuai dg yang direncanakan, boro2 dipuji didemo udah jelas. Seleksi pegawai dengan tes..? dicurigain diskriminatif sama yg gak lulus. Belom RI-1 minta begini, RI-2 minta begitu, MK-1 mau ini, MK-2 mau itu... Mau bertindak harus prosedural konstitusional supaya nggak didemo apalagi masuk penjara. Mau hati-hati dibilang nggak tegas, nggak punya leadership. "Semua butuh proses, butuh waktu... BUT IT IS NOT EASY, IT HAS NEVER BEEN EASY..." "Jadi tetaplah bersabar sambil mengkritik, kalo udah nggak tahan di rumah ini, silahkan ajukan pindah SESUAI PROSEDUR.." Gitu katanya para bos.(kaleee...) Ada enaknya juga jadi kutukupret seperti saya : Posisi paling bawah tinggal mengingatkan dengan kritikan dan masukan tanpa harus memikirkan, melaksanakan dan mempertanggungjawabkan kebijakan. itu saja dari saya. peace, moudy --- Den Loesi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Monggo, Silahkan,....klo mau remunerasi dibatalkan > Melihat kenyataan memang seperti yg sdr Jackjon > gambarkan, setidaknya > itulah yg terjadi disini. > Kenyataan memang berkata demikian, seperti ada pola > rantai yg > terputus di DJBN yg kita cintai ini. Ada Kanwil yg > jumlah pegawainya > 100-an sedangkan jarak 100km dari kanwil ada KPPN > type B dengan > jumlah pegawai 13 orang. Atau banyak juga pegawai yg > katany g > "berintegritas" merangkap2 kerjaan lintas seksi, > sedangkan pegawai yg > duduk didepan atau samping meja ke
