Ass Wr Wb. Jawabannya: Kalau dijabarkan apa sih Assesment itu? assesment dalam artian formasi dan promosi pegawai. Dalam konteks ini assesment yg selama ini diterapkan pada DJPB khususnya tidak lain untuk mapping SDM yg ada, sehingga dpt disimpulkan bahwa bagi yg punya predikat S1 dst nantinya utk dpt promosi, sedangkan non predikat S1 dst guna konsumsi kantor2 yg membutuhkan pegawai sesuai dngn kemampuannya tapi perlu diingat bahwa dlm assesment dimaksud sdh mengandung test psyko, dalam artian menjabarkan semua karekter seseorang yg tujuannya sesuaikah ?SDM dimaksud ditempatkan disuatu tempat dngn karakter seseorang yg disandangnya.pendapat sy memamng sangat perlu ditempat kita diadakan assesment, krn apa, krn kantor kita ini merupakan pelayanan jadi untuk keseimbangan perlu SDM yg menangani hal tersebut sesuai dngn karakter masing2 SDM yg disandang.Jadi untuk menempatkan SDM lebih tepat sesuai dngn karakter masing2. Tentang SOP tentunya dapat dipelajari dan diajari krn hal tsb merupakan pekerjaan yg dpt dipelajari dngn mudah.Ya semoga dngn program ini utk kedepannya dpt sukses dan mutu SDM akan lebih maju asalkan tdk ABS. Psykotes tdk bisa dipelajari dan tidak bisa dicontek krn hal itu merupakan karakter seseorang yg sangat beda sama satu dngn yg lain. Untuk itu dngn program assesment ini harus searah dngan apa yg diaplikasikan untuk kemajuan SDM, kesuksesan DJPB. kiranya itu yg dapat sy urun rembug dan smg apa unek2 yg ada ini diupload. trimakasih dan bila ada prakata yg kurang berkenan mohon dimaafkan Wass Wr Wb Hamba Allah ===================================
> Lantas bagaimana dong seharusnya? Menurut saya sih kembali lagi ke "nurani" masing-masing. > Kalo memang segala bentuk test tetap harus dilakukan, kiranya ada semacam cara/metode untuk memastikan bahwa jawaban/pilihan peserta test yang diberikan secara tertulis HARUS dikonfirmasi ulang, untuk menjamin bahwa pilihannya adalah sesuai dengan pribadi yang memilih, bukan pilihan mana yang benar/baik secara normatif. Mampukah konsultan melakukannya? >
