Atau selamat jalan transparansi?


Am Mon, 24 Oct 2016 12:14:26 +0200
schrieb "'Sunny' [email protected] [nasional-list]"
<[email protected]>:

> Apakah kemarahan Jokowi  adalah solusi melawan pungli?
> 
> From: mailto:[email protected] 
> Sent: Monday, October 24, 2016 7:13 AM
> To: Yahoo! Inc. ; Jaringan Kerja Indonesia ; Sastra Pembebasan ;
> Yahoo! Inc. ; Yahoo! Inc. Subject: [nasional-list] Trs: [GELORA45]
> Marak Pungli dan Perizinan Sulit, Jokowi Jengkel ke Gubernur
> 
>   
> 
> 
> 
> 
> Pada Minggu, 23 Oktober 2016 19:07, "ajeg [email protected]
> [GELORA45]" <[email protected]> menulis:
> 
> 
> 
> 
>   
> Pungutan liar (pungli) terjadi karena adanya kesepakatan.
> Dan, seperti peninggalan lain, Jokowi harusnya tidak lagi 
> 
> menggunakan istilah 'pungli' yang lahir di jaman Orba. 
> 
> Gunakan saja istilah yang mutakhir, yang lebih cocok di
> jaman ini.
> 
> 
> Ini Bukan Barter Tapi...
> 
> 
> 
> 
> 
> -
> 
> 
> 
> Marak Pungli dan Perizinan Sulit, Jokowi Jengkel ke Gubernur
> 
> KAMIS, 20 OKTOBER 2016 | 16:25 WIB
> 
> TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menunjukkan kejengkelan
> kepada kepala-kepala daerah. Di depan puluhan kepala daerah di Istana
> Kepresidenan, dari gubernur sampai wakil gubernur, Jokowi mengaku
> kesal karena kasus pungutan liar dan sulitnya perizinan masih marak
> di daerah.
> 
> "Keluhan soal pungli masih banyak ke saya. Ini persoalan yang harus
> diselesaikan. Pungli telah membuat masyarakat kita susah untuk
> mengurus sesuatu," ucap Jokowi saat membuka rapat koordinasi kepala
> daerah di Istana Kepresidenan, Kamis, 20 Oktober 2016.
> 
> Terkait dengan pungli, tutur Jokowi, kepala daerah tidak boleh
> melihat kasus dari besar pungutannya. Jokowi berujar, mau pungutan
> itu bernilai ribuan atau jutaan, itu tetap harus dibasmi. Sebab, jika
> dibiarkan, akan semakin parah dan semakin dianggap wajar oleh
> masyarakat.
> 
> Jokowi berharap tiap kepala daerah memiliki terobosan atau strategi
> untuk mengurangi pungli. Jika inovasi itu dipadukan dengan operasi
> Saber (Sapu Bersih) Pungli, Jokowi yakin pungli tidak akan ada lagi
> di lembaga-lembaga pemerintah.
> 
> "Apa pun yang berkaitan dengan pungutan tidak resmi, mulai kurangi
> dan hilangkan. Kalau kita bersatu padu, operasi Saber Pungli bisa
> efektif," ujar Jokowi.
> 
> Terkait dengan sulitnya perizinan, Jokowi mengklaim ada ribuan
> keluhan dari banyak pihak. Keluhan terbaru datang tadi pagi ketika
> sejumlah pebisnis dari Amerika Serikat berkunjung ke Istana
> Kepresidenan untuk menjajaki kerja sama baru.
> 
> Keluhan terbaru yang ia terima, kata Jokowi, adalah banyaknya izin
> yang harus diurus untuk hal yang sederhana. Bahkan, ucap dia, syarat
> dan rekomendasi pun sampai dijadikan izin.
> 
> "Tadi ada yang ngeluh hitung izin sampai 2.000 lembar. Kalau dari
> pusat hingga daerah, totalnya bisa sampai 20 ribu. Lama-lama investor
> enggak akan tahan," ujar Jokowi.
> 
> Jokowi meminta para kepala daerah memanggil para kepala dinas dan
> menegaskan kembali perlunya penyederhanaan perizinan. Jika hal itu
> dibiarkan, tutur ia, peringkat Ease of Doing Business Indonesia, yang
> sempat naik sebelas peringkat dari posisi 120 menjadi 109, bisa turun
> lagi.
> 
> "Thailand sekarang peringkatnya 49, Malaysia 18. Perlu saya ingatkan
> soal itu agar kembali lihat diri sendiri, izinnya sudah
> disederhanakan atau belum," tutur Jokowi.
> 
> Jokowi mengaku masih punya banyak keluhan lain selain dua hal itu
> yang berpotensi mengganggu daya saing ekonomi Indonesia. "Saya akan
> blakblakan kalau wartawan sudah enggak ada," ujarnya.
> 
> ISTMAN M.P.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

Kirim email ke