yg saya katakan "guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga 
co-signor." langsung diartikan guarantor sama dengan co-signor, berbicara dgn 
anda itu susah banget.
 

 anda teriak2 membantu orang tetapi anti memberikan pathway to citizenship itu 
sama saja dgn menikam dari belakang, pura2nya baik tapi orang disuruh jadi 
gelap terus tidak dikasih jalan jadi terang. tidak ada artinya.
 

 "Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, 
seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di 
lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya 
mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah 
diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu 
itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi 
akan membalasnya kepadamu." Matius 6:2-4
 
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

 Guarantor koq bisa sama dengan co signor?
 Teori dari mana lagi ini?!!
 Orang kasih garansi koq bisa sama dengan pembeli. Itu mah beda dul!!!!!
  
 Yg ane bilang praktis yg berjalan dinegara ente itu adalah co signor.
 Apanya yg mau diverifikasi, apa yg mau di review keuangannya? Bayar pajak juga 
enggak!
 Duit aja banyak yg dibawa bantal. Kalau gak ngerti, coba tanya2 orang2 
indonesia dikota ente yg illegal. 
 Bantu orang2 itu. Jangan hanya bisanya teriak2 doank ngomongin pathway to 
citizenship dll!!! Bagi ane teriakan2 ini bak kentut disiang bolong!!!!
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Sunday, October 30, 2016 11:50 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan


  
 "tangan kanan memberi tangan kiri jangan sampai tahu"

  

 Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa 
juga co-signor. Para guarantor dan co-signor juga harus di-review keuangannya, 
credit history dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi.

  

 ---

 Nesare:

 Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit yg diajukan oleh 
peminta kredit.
 Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, loan officer approve ngasih 80% 
krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan dirumah itu dan juga mau ikut 
tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi income nya gak bisa di verify krn 
mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg diikutin tidak bisa jadi patokan krn 
loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa bayar lebih.
 
---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Orang satu ini gobloknya minta ampun dan celakanya dipelihara.
 Sudah ditulis sebelumnya yg diomongin adalah pemberian kredit bisa melebihi 
standard yg ditentukan oleh suatu perusahaan.
 Ane kasih tahu contoh praktik yg terjadi dinegara ente bahwa banyak pemberian 
kredit ke keluarga yg illegal immigrant melebihi standard DSR yg menjadi 
patokan perusahaan pemberi kredit.
 Eh ngelantur kemana2 bilang ane gak suka imigran gelap.
 Emangnya ente yg humanis ini pernah nolong illegal immigrant asal Indonesia?
 Aduhhhh…kalau ane sudah pernah loh!!!!!!
  
 Ya jelas loan officer gak akan nanya yg ambil kredit lah apakah mereka itu 
illegal atau tidak!!!!
 Gobloknya minta ampun!!!!
  
 Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit yg diajukan oleh 
peminta kredit.
 Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, loan officer approve ngasih 80% 
krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan dirumah itu dan juga mau ikut 
tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi income nya gak bisa di verify krn 
mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg diikutin tidak bisa jadi patokan krn 
loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa bayar lebih.
  
 Emangnya sipenerima kredit goblok mau default kalau gak bisa bayar mortgage 
nya itu dari bulan pertama? Ente kan bilang 80% dan hanya tersisa 20% buat 
makan, nonton dan bensin dll. Ini kan asumsi ente yg goblok itu. Ini yg ane 
bilang dari dulu ente itu cupat pikirannya!
  
 Lalu dari pihak pemberi kredit, emangnya mereka ini goblok kalau tidak tahu 
bahwa pasti ada income sampingan diluar si penanda tangan!!!! Moso’ loan 
officer nya mau dipecat krn ngasih kredit macet???!!!
  
 Ente jelas gak ngerti gimana orang ambil mortgage dinegara ente!!!!
 Lah gimana mau gaya2 menganalisa apalagi yg di RI….weleh weleh….??!!!!
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, October 28, 2016 11:14 AM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan


  
  
  

 Anda mengedepankan imigran gelap dengan contoh orang Indonesia dan Latino hal 
itu jelas menunjukkan pandangan anda yg bigot, memangnya anda melihat dengan 
mata curiga setiap orang Indonesia dan Latino sebagai imigran gelap? Status 
keimigrasian seseorang itu tidak ditulis didahi kepala yang bisa dibaca semua 
orang, tidak ada ketentuan utk memerisa immigration document waktu seseorang 
mengajukan mortgage bahkan ada UU anti diskriminasi. Seandainya loan officer 
menanyakan status keimigrasian ke orang2 tertentu hanya karena aksen yg berat 
sementara pada orang lain tidak ditanyakan itu sudah terhitung diskriminasi 
karena national origin.

  

 Saya tidak tahu secara tepat kasus DSR 80% yang anda bicarakan, tetapi ada 
yang namanya stated income bagi mereka yang self employed atau usaha sendiri. 
Apa mungkin ini yang anda maksud? Tetapi tetap saja DSR yg diterapkan 43% untuk 
back-end ratio.

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :

 Yang ngomong loan officer ngecek dokumen imigrasi itu siapa? Ente ini bisa 
baca ndak?

 Ane bilang loan officer memperhitungkan imigran gelap dalam memperhitungkan 
DSR suatu keluarga.

 Lah kalau dicek dokumen imigrasinya kan gak boleh dikasih loan nya?

 Ente kan bilang DSR 30% - 40%. Ane bilang lebih. Ane kasih contoh kasus 
imigran gelap. Sebetulnya keluarganya hanya punya DSR 80% tapi mortgage loan 
bisa dikasih karena dimasukkan factor imigran gelap ini yg belum tentu bayar 
pajak jadi gak bisa diverifikasi pendapatannya.

 Banyak orang Indonesia yang imigran gelap di USA punya rumah dengan cara ini.

 Kasihannya kalau mereka curiga ada polisi mau datang, mereka tinggalin saja 
semuanya termasuk perabot rumah yg baru dibeli.

 Ini salah satu contohnya. Kalau orang latino lebih seru lagi ceritanya.

  

 Minta ampun gobloknya! Orang ngomong apa eh ditanggapi gak keruan2!

  

 Nesare

  

  

 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, October 26, 2016 11:21 AM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan



  

  

 Loan officer sama sekali tidak mengecek immigration documents dan tidak boleh 
men-diskriminasi baik itu race, national origin, sex, sexual orientation, age, 
dlsb. Uraian anda dibawah mencerminkan pandangan bigot nan diskriminatory serta 
pengetahuan yang minim. Yg direview loan officer adalah acceptable proof of 
income. Setelah 2009 saya lihat acceptable proof of income utk individual tax 
return, dan ditambah bank statements utk menunjukkan ada duit bayar down 
payments dan closing cost.


  


 ---


 Loan officer yg tahu ada illegal immigrant walaupun tahu DSR keluarga yg minta 
mortgage itu misalnya 80%, itu tetap dikasih. Kenapa dikasih? Karena loan 
officer itu tahu income yg tercatat tidak akurat dan dia tahu ada income lain 
dari tempat lain misalnya bapak ibu yg  minta kredit itu illegal tapi tidak 
bayar pajak. Anaknya yg minta kredit itu walaupun illegal tetapi bayar pajak 
misalnya. Jadi data ini yg dipakai sbg DSR oleh loan officer. Ente ini gak 
ngerti! Terus cuap2 ke bigot undocumented immigrant lagi?!!! Minta ampun!!!


  


 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :




 Jonathan: saya baru saja check FHA requirements, DSR yg diminta 31% utk 
front-end dan 43% back-end. sementara yg non FHA biasanya mensyaratkan lebih 
berat antara 28%-36% front and back-end respectively. 


  


 Nesare: Ya silahkan cek apa saja. ngapain ane bingung.


 Negara ente, Bolivia, Indonesia, Nigeria, yaman, afganistan berlainan cara 
ambil kredit.


 Apa yang ente mau katakan dgn FHA requirements itu?


  


 Jonathan: dalam pemberian loan tidak ada persyaratan ataupun pengecekan 
immigration document. apakah anda bigot thd undocumented immigrant? posisi saya 
setuju atas dibukanya path to citizenship. apa posisi anda?


  


 Nesare: orang mabuk dan gila ya kaya’ gini ini. Ane ngomong illegal immigrant 
termasuk undocumented immigrant bisa digunakan sbg factor dalam menentukan DSR 
artinya DSR yg diterima oleh kreditur bisa lebih tinggi, eh jebulnya ente 
bilang ane anti illegal immigrant. Minta ampun gobloknya! Orang ngomong apa, 
ente nangkepnya apa. makanya gak nyambung2 dan ane kerap kali goblok2in ente ya 
karena ini.


 Loan officer yg tahu ada illegal immigrant walaupun tahu DSR keluarga yg minta 
mortgage itu misalnya 80%, itu tetap dikasih. Kenapa dikasih? Karena loan 
officer itu tahu income yg tercatat tidak akurat dan dia tahu ada income lain 
dari tempat lain misalnya bapak ibu yg  minta kredit itu illegal tapi tidak 
bayar pajak. Anaknya yg minta kredit itu walaupun illegal tetapi bayar pajak 
misalnya. Jadi data ini yg dipakai sbg DSR oleh loan officer. Ente ini gak 
ngerti! Terus cuap2 ke bigot undocumented immigrant lagi?!!! Minta ampun!!!


  


 https://gist.github.com/heiswayi/dca25e79011bc26d2b32 
https://gist.github.com/heiswayi/dca25e79011bc26d2b32


 ini di Malaysia bisa sampai 62.56%


  


 Koq tanya2 ane posisinya apa? emangnya kalau ane pro kenapa? Kalau anti 
kenapa? Sok2an lagi ya?!!! Kalau semua imigran masuk negara ente bisa tenggelam 
tu negara ente dan kalau gak ada rumah tinggal, ente sudah tahu belum 
pemerintah bisa menggusur imigran ini? emangnya ente mau jadi sinterklas? Kalau 
mau, ayo sekarang kerja! Bagi2 duit engkong lu!!!


  


 Ini melenceng sedikit krn hanya mau ngingetin orang pinter satu ini:


 Tempo hari bilang GDP growth Indonesia minus sudah didiamkan ya?!!!! Sampai 
ane gak mau kasih datanya lagi saking ente itu gobloknya! Ente tahu ndak 
Indonesia itu hanya sekali minus GDP growthnya sejak merdeka? Tahu kenapa 
alasannya? Di tahun 1964 krn dihajar sama negara ente!!!!


  


 Jonathan: tentang Indonesia saya nggak tahulah, mungkin anda benar DSR nggak 
dilihat atau nggak diambil pusing.


 Nesare: ya jelas diindonesia ente gak ngerti. Wong dinegara ente sendiri, ente 
gak ngerti. Tahunya hanya sikit sikit saja.


  


 Pesan sponsor: don’t ever call someone a bigot unless you know its meaning. If 
not and you still do it, means you resort to two tried-and-true tactics 
available to someone on the losing side of an argument: first is to silently 
abandon various critiqued claims, and pretend that you never made them; second 
is to redefine a key concept – entirely distorting it if necessary – such that 
one’s original claims are legitimated. You have done both of them.


  


  


 Hehehehe


 Nesare


  


 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:09 PM
To: [email protected] mailto:[email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan




  


  


  


 saya baru saja check FHA requirements, DSR yg diminta 31% utk front-end dan 
43% back-end. sementara yg non FHA biasanya mensyaratkan lebih berat antara 
28%-36% front and back-end respectively. 



  



 dalam pemberian loan tidak ada persyaratan ataupun pengecekan immigration 
document. apakah anda bigot thd undocumented immigrant?



  



 posisi saya setuju atas dibukanya path to citizenship. apa posisi anda?



  



 tentang Indonesia saya nggak tahulah, mungkin anda benar DSR nggak dilihat 
atau nggak diambil pusing.

---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :


 Ngapain ane kasih advise segala?


 Wong sudah dijalankan diindonesia sejak dulu kala. Emangnya ente buta tuli 
atau sudah gila?


 Ente pernah tinggal diindonesia enggak?


  


 Jangankan kasih kredit.


 Diindonesia itu orang kasih kredit malahan gak ada jaminan. Tahu ndak?????


 Pernah denger namanya bank garansi ndak?


  


  


 Katanya ngerti bisnis. Yg gini2 saja gak ngerti.


  


 Sok sokan mau ngomongin USA. Ente tinggal disitu moso’ gak ngerti illegal 
immigrant dikasih kredit tanpa ada data malahan.


 Emangnya ente pikir skrg sudah tidak ada lagi praktik ini?


 Ngaco aja. Sok tahu. Gak ngerti sok cuap2 gak keruan2.


  


 Kenapa gak bilang ane kasih advice ke Fed supaya ngurusin illegal immigrant 
ini?


 Seharusnya ente tuh yg ngurus. Partai ente kan perlu suara mereka2 ini.


  


 Jangan dikait2kan ke Indonesia akh…..ngaco aja.


  


 Dari dulu Indonesia gak pernah ada aturan2 sehebat negara ente. Tetap saja tuh 
Indonesia masih berdiri!!!!


  


 Sok baek nih yeah. Seakan2 baik sama Indonesia, bentar lagi bashing lagi.


  


 Nesare


  


  


 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 4:13 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan




  


  


  



 Yg anda sebut dibawah ini yg bikin financial crisis th 2008 yg lalu, lebih 
parah dari yg anda katakan dibikin creative financing yg dalam beberapa th 
pertama debt payments sangat kecil sekali bahkan jauh lebih kecil dari bunga 
dan cilakaknya selisihnya dimasukkan ke pokok. Sekarang sudah dibikin regulasi 
yg melarang praktek seperti ini juga dibentuk Consumer Financial Protection 
Bureau, sayangnya calon presiden Donald Trump bermaksud menghilangkan regulasi2 
itu dan mengeliminasi bureau itu.



  



 Apa anda memberi advise agar Indonesia juga mengalami financial crisis?



  



 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :



 Yang ngaco yang mana?



 Diindonesia itu malah bisa lebih dari 70% kalau lendernya tahu siapa bapaknya, 
kakeknya, neneknya, pembantunya.



 Koq ngaco?



  



 Di USA itu standar nya 35% - 40% dari pretax income. Jadi lebih besar lagi 
dari gross income dan bisa sampai 50%.



 Kalau credit rating nya bagus, bisa saja dikasih sampai 70%.



 Ini yg terjadi waktu dulu yg terkenal dgn istilah subprime mortgage.



 Malahan pengeluaran loan sub prime mortgage ini bisa dikeluarkan dengan 
memasukkan data palsu dari undocumented artinya imigran gelap bisa dikasih 
mortgage krn pekerjaannya tidak tertera dalam IRS krn gak bayar pajak. Oleh 
lender dikasih krn mereka menganggap illegal immigrant ini punya duit walaupun 
tidak bayar pajak.



  



 Apanya yg ngaco??



  



 Ente itu pengetahuannya kecil!!!



  



 Teriak2 tapi ngaco terus!!!



  



 Nesare



  



  



 



































  

Kirim email ke