Bg. Chan, Sdri Tatiana, Bg. Lusi, dll

Melihat  cara berjalannya debat ini, -sepuluh tahun lagi ndak akan sampai
pada kesimpulan....ini kalau kita2 masih ada didunia ini....hahaha - .

Ingin saya bertanya
Apakah setelah ditumbangkan suatu negara yg berdasarkan feodallism,
kapitalism, militeris, fasis, nazism oleh KEKUATAN yg dibimbing/DIPIMPIN
PARTAI KOMUNIS, BISA LANGSUNG MASUKKAN NEGARA DAN MASYARAKATNYA  KESISTIM
SOSIA;IS/KOMUNIS - adakah contohnya.??? TAK ADA CONTOH  DALAM SEJARAH UMAT
MANUSIA HINGGA HARI INI.

Mungkin aja  bisa seandainya RRT adalah singapore, tetapi pasti  akan
ditumpas sebelum langkah pertama kemasyarakat sosialis , AS, Malaysia,
Indonesia dan negara2 barat tak akan memperbolehkan itu terwujud kan.

RRT BERDIRI KARENA HASIL PERJUANGAN  BERSENJATA YG DIPIMPIN PKT dg MAO
SEBAGAI PIMPINAN UTAMA,
RRT  DIBLOKIR SECARA MILITER DAN EKONOMI  dari tiga penjuru oleh kekuatan2
anti RRT yang berusaha keras menumbangkan RRT: yaitu, utama, AS -NEGARA
TERKUAT DIDUNIA - militer dan ekonomi, , SEKUTU2NYA,: INGGRIS, JEPANG,
NEGARA2  KAPITALIS BARAT, AUSTRALIA, DAN INDIA  dan kemudian juga oleh
Sovjet Union di Utara.
Ekonomi Tiongkok hancur - ini adalah warisan resim KMT/Chiang Kai Shek.
RRT terpaksa ikut melawan AS dan serikat2nya dalam perang  Korea dalam
permulaan tahun 50-han, RRT bedriri dalam OKTOBER tahun1949, LUKA2 DARI
PERANG PEMBEBASAN BELUMLAH SEMBUH, kemudian membantu pembangun kembali
Korea Utara setelah tercapainya genjetan bersenjata dgn AS dan sekutu2nya.
Vietnam , RRT  secara militer- tidak terbuka  , dan ekonomi =langsung dan
terbuka, membantu perjuangan Vietnam melawan AS dan sekutu2nya

Ekonomi  Tiongkok, ekonomi sangat lemah masa itu, disamping itu RRT
dikepung dari empat penjuru oleh  negara2 yang menghendaki hancurnya RRT-
Ekonomi RRT benar2 parah, ditambah  adanya kesalahan polisi dan
pelaksnaannya selanjutnya, maklum PKT dan pimpinannya dibawah Mao dgn
sukses menghancurkan kekuasaan reaksioner KMT secara militer, tetapi dalam
masalah  memegamg kepimpinan
/ pemerintahan suatu negara yg sebesar Tiongkok, para pemimpin tak
mempunyai pengalaman, mereka harus dgn kaki,setapak demi setapak  merebah
batu2 dibawah arus  air yg deras., tak terhindarkan akan terjadi kesalahan,
bukan yg kecil ajaa tetapi juga yang besar yng sukar untuk dikoreksi,
seperti Revolusi Kebudayaan,---
 RRT berhasil menkoreksinya - dengan naiknya kembali Deng dan  memegang
Pimpinan PKT dan pemerintahan - ini bagaikan LongMarsh Baru, - RRT baru
melangkahkan beberapa langkah dari  Long Marsh pembangunan RRT.- dgn tujuan
kearah  negara sosialis dan yang masih jauh dari komunis -- lagi2 RRT harus
dgn kaki  meraba batu2 dibwah arus air yan deras.
-
tahap selanjutnya....bisakah  sosialism/komunism tercapai.=ntah?? kita2 tak
akan melihatnya , itu adalah masalah yang harus dipecahkan oleh generasi2
dibelakang kita. - apakah kemudian  akan terjadi penyelewengan atau akan
berhasil...kita tak bisa  melamarkan,- yang jelas, PKT dgn Kongres ke 19
telah merencanakan pembangunan  RRT  dalam 5 tahun yang mendatang dan
rencana jangka panjang untuk tigapuluh tahun kumudian. Ini adalah blue
print yang diciptakan dalam kongres 19.....selanjutnya, kita tak akan tahu ..

Sebagai penganut ajaran Marxiem, ada baiknya anda mempelajari hasil Kongres
19 PKT., rencana lima tahun dan rencana 30 tahun-nya.

Salah  satu  dasar pokok ajaran marxism  adalah " menarik kebenaran
berdasakan fakta " - yang sangat luas, mendetail  dan mendalam ",ini
berlaku untuk - teori apa ajaa,Marxism, ilmu pengetahuan, science,
matematik , kimia, physic, kedokteran dll.

Nah anda sekalian kan pernah di RRT dalam tahun 60 - 70 han, kapankah
kunjungan anda yg terachir ke RRT?..

Seeing is believing.== nah baiknya anda berkujung lagi ke RRT, dgn
pandangan yg terbuka dan sampailah pada kesimpulan anda sendiri

Salam, Lin

..

2018-01-06 11:02 GMT+05:30 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>:

>
>
>
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]>
> *Kepada:* Yahoo! Inc. <[email protected]>; Jaringan
> Kerja Indonesia <[email protected]>; Gelora 45 <
> [email protected]>; Sastra Pembebasan <sastra-pembebasan@
> yahoogroups.com>; Yahoo! Inc. <[email protected]>; Yahoo!
> Inc. <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD <
> [email protected]>
> *Terkirim:* Sabtu, 6 Januari 2018 05.52.53 GMT+1
> *Judul:* Fw: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Made in China
>
>
>
>
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]>
> *Kepada:* [email protected] <[email protected]>;
> [email protected] <[email protected]>; Jonathan Goeij <
> [email protected]>; Hsin Hui Lin <[email protected]>
> *Cc:* DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>; Rachmat
> Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Daeng <[email protected]>;
> Harry Singgih <[email protected]>; Gol <[email protected]>; Farida
> Ishaja <[email protected]>; Mitri <[email protected]>; Lingkar
> Sitompul <[email protected]>; [email protected] <
> [email protected]>; Ronggo A. <[email protected]>; Billy Gunadi <
> [email protected]>; Oman Romana <[email protected]>; Harsono
> Sutedjo <[email protected]>; Sie Tik Tan <[email protected]>;
> [email protected] <[email protected]>; Tjoa <[email protected]>; Andreas
> Sungkono <[email protected]>
> *Terkirim:* Jumat, 5 Januari 2018 18.08.39 GMT+1
> *Judul:* Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Made in China
>
>
>
> Adalah sebuah FITNAHAN  KEJI DAN REAKSIONER dari Chan yang mengatakan pada
> jaman Mao terjadi penghisapan, bahkan lebih kejam dari pada yang ada dalam
> kapitalisme. Di samping FITNAHAN, dengan tuduhannya itu Chan menunjukkan
> KEBUTAAN DAN KEGOBLOKANNYA SENDIRI. Dan yang lebih tragis adalah sudah lama
> ia MENGKHIANATI apa yang diperjuangkan oleh ayahnya sendiri.
>
> Demi membela kapitalisme dan penghisapan,  Chan dengan sengaja menghapus
> perbedaan hakiki dalam nilai-nilai moral dan etik antara kapitalisme dan
> sosialisme. Chan tidak pernah bisa menjawab ketika orang bicara tentang
> nilai-nilai moral dan etik yang busuk, bobrok, menjijikan dan memuakkan
> yang sekarang berdominasi di Tkk kapitalis. Tidak pernah menjawab atau
> berkomentar tentang basis militer Tkk, tentang perlakuan Tkk terhadap
> negeri-negeri yang berhutang, tentang penghisapan SDM dan penjarahan SDA
> yang dilakukan oleh pemodal Tkk.
>
> Chan tidak pernah mengerti, apalagi menerima ajaran Mao tentang "Mengabdi
> Rakyat", tidak pernah mengerti apalagi menerima kampanye "memerangi
> egoisme, melawan Revisionisme". Chan tidak pernah mengerti arti KESADARAN
> KELAS.
>
> Karena lumpur revisionis telah menenggelamkan dan menempatkan orang-orang
> seperti Chan di pihak imperialisme, maka mereka tidak akan mengerti MENGAPA
> ORANG KOMUNIS DI SELURUH DUNIA RELA MENGORBANKAN BAHKAN JIWANYA SENDIRI
> BAGI USAHA MEMPERJUANGAN MASYARAKAT SOSIALIS!!!! Mereka tidak minta
> bayaran!! Tidak minta penghargaan! Tidak minta pujian! Sama sekali tidak
> minta apa-apa sebagai ganti dari pengorbanan dan hilangnya jiwa mereka!!
>
> Chan mengejek kaum buruh, kaum tani dan kelas pekerja Tkk yang bekerja
> mati-matian, kerja lembur tanpa minta bayaran, untuk membangun NEGERINYA
> YANG SEDANG MEMBANGUN SOSIALISME!! Bayangkan kepicikan dan juga
> reaksionernya si remo Chan ini!! Menyamakan pengabdian rakyat pekerja yang
> membangun tanah air sosialis dengan penderitaan rakyat pekerja di
> kapitalisme yang menghasilkan profit bagi para majikan!!!
>
> Bagaimana dengan rakyat Soviet di bawah Stalin yang bekerja mati-matian
> membangun sosialisme? Bagaimana dengan jutaan rakyat Soviet yang bersedia
> bekerja siang dan malam, dengan menahan lapar, memproduksi senjata, peluru,
> meriam, untuk front melawan agresi Hitler???
>
> Adalah Che Guevara yang mengajukan dan mempraktekkan "trabajo voluntario"
> (kerja sukarela) dalam membangun sosialisme di Kuba. Seperti
> komunis-komunis sejati didunia, Che , tidak saja omong, tapi juga
> menerapkan "trabajo voluntario". Semua rakyat Kuba yang revolusioner
> melakukan "trabajo voluntario". Bahkan ada yang namanya brigada
> internasional dari AS dan negeri-negeri Eropa yang sengaja datang ke Kuba,
> pertama-tama untuk turut serta dalam "trabajo voluntario", membangun
> sekolah, klinik atau apartemen. Buat otak bobroknya Chan, semua ini sudah
> tentu "penghisapan", bukan? Karena tak sepeserpun mereka menerima untuk
> kerjanya itu!!!! Sudah harus bayar ongkos perjalanan, eh masih harus kerja
> lagi!! Gobloknya orang-orang ini ya??? Begitulah jalan otak remo, anti
> sosialis Chan!
>
> Bagaimana dengan orang-orang komunis Indonesia sejak 1926 yang rela masuk
> penjara, rela digantung dan mati untuk memperjuangan Indonesia merdeka dan
> sosialisme TANPA MENGKHIANATI CITA-CITANYA???? Belum menang revolusinya,
> tapi sudah bersedia mereka berkorban dan mati!!! Tentu bagi otak busuknya
> si Chan, orang-orang komunis ini goblok sekali ya, kok mau-maunya mati,
> wong menangpun belum!!!
>
> Berarti Chan juga tidak mengerti dan menerima jalan yang diambil oleh
> ayahnya sendiri!! Ayahnya juga masuk keluar penjara, seperti banyak orang
> komunis Indonesia lainnya! Lho, kok mau-maunya SGT berkorban??? Buat apa??
> Apa ada orang yang membayarnya? Apa ada yang menjanjikan medali emas??
>
> Memang renegad dan pengkhianat macam Chan ini hanya patut masuk keranjang
> sampah! Patut diangkat jadi kesayangan si Trump buat bersihkan toiletnya!!!
>
>
>
> On Friday, January 5, 2018 5:26 AM, "'Chan CT' [email protected]
> [temu_eropa]" <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Hahahaa, ... ini nenek dalam tempurung masih saja dengungkan lagu lama,
> jadi seperti gramofon rusak berputar ditempat, dengan mengunyah-ngunyah
> dalil lama seperti pemakan sirih! TANPA bisa melihat perkembangan nyata
> yang terjadi.
>
> Bagaimana sesungguhnya “PENGHISAPAN MANUSIA ATAS MANUSIA” itu juga terjadi
> di jaman Mao yang dikatakan masyarakat sosialis itu! Bahkan dalam
> batas-batas tertentu bisa dikatakan jauh lebih KEJAM ketimbang penghisapan
> yang terjadi dimasyarakat Kapitalis. Tentu semua dilakukan atas nama
> RAKYAT, demi RAKYAT atas KESADARAN tinggi mengabdi rakyat, ... Coba saja
> perhatikan bagaimana kehidupan buruh yang dituntut berkesadaran tinggi
> MENGABDI RAKYAT, bukan saja harus mengebawahkan kepentingan pribadi, tapi
> juga mengHILANGKAN kepentingan pribadi! Begitu ekstrimnya, sampai-sampai
> seringkali diharuskan kerja LEMBUR dan itupun tanpa imbalan gaji-lembur
> berlipat sebagaimana biasa diberlakukan dalam masyarakat kapitalis! Tentu
> kerja lembur tanpa bayaran kalau hanya sekali-dua kali sih tidak apa, tapi
> kalau berkepanjangan sampai puluhan tahun begitu, apa TIDAK KASIHAN pada
> jutaan buruh yang diperas sampai nyaris kering, ... hidup dalam kemiskinan
> dan serba kekurangan begitu!
>
> Anda boleh bilang itu TERPAKSA, terpaksa karena pemerintah ketika itu
> menghadapi blokade sejagad AS dan kemudian juga dari USSR, dan,.......
> harus mendahulukan PERTAHANAN, tapi itu tetap merupakan pemerasan berlebih
> yang mestinya juga bisa dihindari. Tidak perlu begitu sampai
> berkepanjangan, ...! Ada kesalahan yang terjadi disitu yang harus
> dibetulkan dan harus dikoreksi!
>
> Kalau saja pernyataan anda diucapkan 20 tahun yl, orang akan sulit
> membantah, tapi sekarang masih saja juga dengungkan suara sumbang begitu,
> ....... itu hanya buktikan anda betul-betul hidup dalam tempurung saja!!
> Sampai sekarang anda hanya terpaku pada bentuk penghisapan yang masih
> terjadi, TANPA bisa melihat atau TIDAK BERANI mengakui kenyataan
> perkembangan EKONOMI, TEKNOLOGI, PERTAHANAN yang dicapai RRT dan, ...
> KENYATAAN kesejahteraan RAKYAT Tiongkok yang juga melesat maju dengan
> dahsyat! Ingat, bukan hanya sudah lebih 300 juta RAKYAT Tiongkok masuk
> dalam klas menengah-atas, tapi PKT targetkan seluruh rakyat Tiongkok yg
> berjumlah lebih 1,3 milyar itu, nanti tahun 2020 TIDAK SEORANG pun boleh
> tertinggal masih dikategorikan MISKIN! Tiongkok memasuki masyarakat sedikit
> makmur!
>
> Bahwa kesenjangan sosial masih terjadi adalah juga kenyataan yang tidak
> perlu disangkal, tapi saya yakin pada satu saat setelah kemakmuran dicapai
> lebih baik, tentu akan memasuki tahap meratakan kemakmuran yg sudah
> terjadi. Bagaimanapun juga berlimpahnya produksi hanya bisa dicapai dengan
> makin tingginya teknologi, dan dalam proses kemajuan pengenalan dan
> pengertian yang lebih baik, manusia akan menemukan cara untuk meratakan
> kemakmuran yang sudah terjadi itu. TIDAK AKAN membiarkan kesenjangan terus
> terjadi, ... Akan memberlakukan keadilan yang dirasa lebih ADIL bagi semua
> pihak, ...! Tentu tidak mesti dijalankan dengan kekerasan, dengan REVOLUSI
> membasmi kapitalis, tapi menjadikan semua warga juga pemilik kapital, semua
> RAKYAT menjadi kapitalis juga! Sebaliknya yang dulu dikatakan klas
> kapitalis adalah juga PEKERJA, dengan tugasnya masing-masing!
>
> Jadi, bukan dengan cara kapitalis harus dibasmi dengan mensita kelebihan
> kapital perseorangan, dan membuat mereka jadi MISKIN, ... tapi membatasi
> saja hak-milik kapital perseorangan tidak lebih dari sekian % dan dengan
> berangsur terus mengurangi persentasi hak-milik perseorangan, dimana untuk
> selebihnya harus dijual kepublik.  Dan, dengan makin meningkatkan
> kesejahteraan BURUH-PEKERJA dan PETANI, ... memungkinkan juga menjadi
> pemilik SAHAM, menjadi kapitalis! Itu yang saya lihat yang terjadi di
> Tiongkok dalam gerak mengentaskan kemiskinan, ... dimana semua petani
> didesa berubah menjadi pemilik SAHAM koperasi-desa yang dibentuk! Bukan
> hanya kerja KOLEKTIF yang dikembangkan, tapi juga semua tunjangan sosial
> yang mendasar, dari kesehatan, pendidikan anak-anak dan perawatan
> panti-jompo sepenuhnya ditanggung koperasi-desa itu.
>
> Itulah masyarakat sosialis berkepribadian Tiongkok yang hendak diwujudkan
> dalam kehidupan nyata. BUKAN meratakan KEMISKINAN tapi meratakan KEMAKMURAN!
>
> Salam,
> ChanCT
>
>
> *From:* Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
> *Sent:* Thursday, January 4, 2018 6:41 PM
> *To:* [email protected] ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin
> *Cc:* Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry
> Singgih ; Gol ; Farida Ishaja ; Mitri ; Lingkar Sitompul ;
> [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono
> Sutedjo ; Sie Tik Tan ; [email protected] ; Tjoa ; Andreas Sungkono
> *Subject:* Re: [GELORA45] Re: [nasional-list] Made in China
>
>
> Argumentasi yang aneh dan tidak masuk akal! Apakah karena kita tinggal di
> negeri kapitalis, maka kita harus mendukung, memuja dan berterima kasih
> kepada sistim kapitalis? Marx, Engels dan Lenin, semua tinggal di negeri
> bersistim kapitalis, tapi ajaran dan prakteknya justru membelejeti dan
> mengutuk kekejaman dan kebusukan sistim penghisapan. Teorinya merupakan
> pembimbing untuk membebaskan rakyat dari penghisapan tersebut!!!
>
> Chan mempostingkan berita tentang "Made in China", sudah tentu karena  ia 
> memang
> bangga akan "kebesaran" dan "kemakmuran" Tkk kapitalis. Tkk memang sudah
> menjadi pabriknya dunia. Sayang sekali  penulis artikel ini tidak melihat
> lebih dalam lagi apa yang ada di belakang "Made in China" itu. Jadi hanya
> lihat kulitnya saja. Di samping masalah penghisapan yang menjadi sandaran
> pokok bagi pencapaian yang dibanggakan kaum pendukung Tkk kapitalis, mereka
> melupakan dampak dari status pabrik dunia itu, seperti misalnya, penyusutan
> tanah pertanian, polusi udara, tanah dan air luar biasa, penyusutan sumber
> air (hal ini yang terus dicanangkan oleh kaum tani dan pembela lingkungan
> yang menentang pabrik semen Rembang!) Tkk sekarang harus mengimport bahan
> makanan, seperti gandum, kacang kedelai. Tidak seperti dulu, sepenuhnya
> swasembada.
>
> Kita memang tenggelam dalam barang-barang made in China. Tapi jangan lupa
> teknologi dan merek dari banyak barang-barang canggih itu! Bukan teknologi
> dan merek asli Tkk! Komputer saya mereknya Dell dan made in China! Ingat
> para buruh yang bunuh diri di pabrik  Foxconn yang memproduksi ipad, iphone
> Apple??? Itulah praktek outsourcing... Siapa yang mengeruk keuntungan luar
> biasa dari tenaga kerja murah?? Ya para boss Apple!!
>
> Mobo Gao, dalam "The Battle for China"s Past" bicara tentang sebuah kronik
> yang menderetkan sukses dalam ilmu dan teknologi dari tahun 1966 sampai
> 1976, artinya periode yang menurut kaum revisionis dan borjuis Barat "10
> tahun yang hilang". Misalnya, mobil "Bendera Merah", peletusan bom atom,
> pembuatan insulin kristal sintetis untuk sapi, komputer transistor,
> komputer sirkuit terpadu, kamera tiga dimensi otomatis, ambiotik Qingda,
> peluncuran satelit, rel kereta api elektron, tanker 100.000 ton,
> perkembangan sumur minyak Dagang dan Shenli dan kilang minyak Yanshan
> Peking. Dalam kronik tersebut bahkan tercatat konferensi pertama tentang
> lingkungan dan politik pemerintah untuk mengatasi polusi air.
>
> Makanya saya bilang, seandainya kaum remo tidak berkuasa dan mengubah
> haluan, Tkk sudah siap tinggal landas untuk meneruskan industrialisasi
> modernnya dan pasti kemakmuran dan keberhasilan luar biasa akan dicapai.
> Dan itu akan dicapai TANPA PENGHISAPAN terhadap rakyatnya sendiri maupun
> rakyat negeri lain atau menjarah SDA negeri lain dan Tkk tidak akan
> memandang perlu memiliki basis militer di negeri lain!!!
>
> Justru untuk mempertahankan status "pabrik dunia" dan ekonomi terus
> berputar itulah, Tkk membutuhkan bahan baku/SDA/minyak dari negeri lain.
> Dan berapa keuntungan Tkk dan perusahaan yang menjalankan subkontrak
> multinasional raksasa dunia?  Mobo Gao menjelaskan, sepasang sepatu merek
> Puma dijual di AS antara US$65,00-%100,00 (tentu pada tahun bukunya
> ditulis). Untuk tiap pasang sepatu itu buruh Tkk dibayar rata-rata US$1,09.
> Upah yang diterima buruh Tkk hanya 31 sen tiap jam, sedangkan profit yang
> didapat perusahaan multinasional asing dari setiap buruh Tkk adalah $12,24
>
> *Untuk memproduksi barang-barang yang diekspor ke pasar dunia, buruh Tkk
> pada umumnya harus bekerja dari jam 7:30 AM sampai jam 9:00 PM.
> Kadang-kadang harus kerja lembur sampai jam 12:00 PM tanpa tambahan bayaran
> tiap jam, atau bahkan tanpa bayaran sama sekali. Tidak boleh bicara ketika
> bekerja dan tidak boleh meninggalkan halaman pabrik tanpa ijin.  Kalau
> datang telat 5 menit, maka upah dipotong sebanyak 3 jam kerja. Buruh
> mendapat istirahat satu jam untuk makan siang, dan satu setengah jam untuk
> makan malam. Mereka tidur di barak-barak yang terletak di sekitar pabrik:
> 12 orang dalam setiap kamar dan satu kamar mandi untuk 100 orang. (China
> Labour Watch 2004).*
>
>
>
> On Thursday, January 4, 2018 2:32 AM, "Hsin Hui Lin [email protected]
> [GELORA45]" <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Correction:Salah ketik, "segelintir manusia MENGHISAP majority"
>
> On 4 Jan 2018 6:57 a.m.., "Hsin Hui Lin" <[email protected]> wrote:
>
> Bg. Lusi. Nah anda tinggal di German yn maju dan nyaman apalagi kalau di
> banding jika Anda tinggal di Tanah Air, Indonesia...... Loo dari mana
> kesejahteraan yg di capai German...... datang dari sorga  atau dari hasil
> penghisapan manusia oleh segelintir manusia yg menghadiri majority.... Tak
> langsung anda menikmati hasil penghisapan itu.... Nyaman kan??. Sebagai
> ahli teori Marxist, dari dasar "kebenaran berdasarkan fakta,  kenyataan",
> bagimana menilai kemajuan Tiongkok.Ngelamun tak akan membawa kita ke
> masyarakat yg anda impikan Lin
>
> On 4 Jan 2018 1:21 a.m.., "Jonathan Goeij [email protected]
> [GELORA45]" <[email protected]> wrote:
>
>
> Menarik juga ya bahkan Alquran-pun made in China, dan itu di Mekkah.
> Mereka yang umrah, naik haji, dan pakai tasbih, sajadah, kafiah, peralatan
> salat, bahkan Alquran buatan orang-orang kafir itu bagaimana ya hukumnya,
> termasuk halal atau haram? Apakah ada sertifikasi halal dari MUI?
>
> Terus bagaimana dgn Habib Rizieq Shihab, Ustad Abdul Somad, ataupun Anies
> Baswedan waktu umroh di Mekkah itu, apakah juga pakai barang buatan orang2
> kafir itu?
>
> Kutipan berita:
> Tak terkecuali kota suci Mekkah sekalipun. Lihat sa­ja semua
> pernak-pernik per­alat­an ibadah umat Islam yang ada, hampir semua
> berasal dari N­e­geri Naga ini! Ada tasbih, sa­ja­dah, kafiah, peralatan
> salat,* ma­l­ah Alquran** sekalipun, se­mua tertulis ”made in China”*.
>
>
>
> ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :
>
> Made in China itu hanya menjelaskan: dibuat di Tiongkok. Yang semacam
> itu baru menjelaskan produk apa yang dihasilkan dan belum menjawab
> bagaimana produk itu dihasilkan. Sedangkan untuk menjawab masalah
> kesejahteraan masyarakatnya harus jelas bagaimana sistim produksi yang
> berlaku di dalam masyarakatnya, apakah berwatak exploitation de l'home
> par l'home atau tidak kata Bung Karno.
>
>
>
>
> Am Wed, 3 Jan 2018 21:22:05 +0800
> schrieb "'Chan CT' SADAR@... [nasional-list]"
> <[email protected] >:
>
> > Made in China
> > Koran Sindo
> > Senin, 18 Desember 2017 - 07:08 WIB
> > https://nasional.sindonews.c om/newsread/1266546/18/made-in
> -china-1513533508
> <https://nasional.sindonews.com/newsread/1266546/18/made-in-china-1513533508>
> >
> > Joni Hermana
> > Staf Pengajar ITS Surabaya
> >
> > SAYA tidak terlalu ya­kin apa­­kah Anda se­pen­dapat de­­ngan sa­ya,
> > namun per­ca­y­a­kah An­da dengan pen­da­pat ”ti­­ada hari tanpa
> > produk ne­­ge­­ri Chi­na dalam ke­hi­dup­an ki­ta?” Co­ba simak
> > ba­gai­mana su­litnya s­e­orang ibu bernama Sa­ra Bo­­ngi­or­ni
> > beserta ke­lua­r­ga­­nya di Ame­rika Serikat ber­­juang se­la­ma
> > setahun un­tuk ti­dak meng­gu­na­kan barang yang berbau Chi­­na.
> > Pe­nga­la­man luar bia­sa ini dia tulis da­lam bu­ku­nya yang
> > be­r­judul A Year Wi­thout ”Made in Chi­na”. Atas eksperimennya itu,
> > dia ter­nyata harus ber­­ji­ba­ku, ber­ken­daraan da­ri mal ke mal
> > se­ke­dar me­n­cari se­buah ko­lam re­nang plastik un­tuk anaknya.
> > Bayangkan! Ini sekadar un­­tuk menggambarkan bah­wa ti­dak mudahnya
> > ki­ta melepaskan di­ri dari b­a­rang buatan China da­lam keh­idupan
> > keseharian ki­ta, bahkan untuk negara ma­ju se­kelas AS sekalipun.
> > Produk buatan negeri China su­dah merasuk ke da­lam semua sen­di
> > ke­h­i­dup­an kita; di rumah, di se­ko­lah, tempat kerja, dan di
> > mana-mana. Kalau bulan pun ada penduduknya, sudah dipas­ti­kan ada
> > buatan negeri China di sa­na, he.. he.. Tak terkecuali kota suci
> > Mekkah sekalipun. Lihat sa­ja semua pernak-pernik per­alat­an ibadah
> > umat Islam yang ada, hampir semua berasal dari N­e­geri Naga ini! Ada
> > tasbih, sa­ja­dah, kafiah, peralatan salat, ma­l­ah Alquran
> > sekalipun, se­mua tertulis ”made in China ”. Anehnya, walaupun produk
> > me­reka ini sudah menjadi kes­e­ha­ri­an dalam hidup kita,
> > ma­yo­ri­tas bangsa kita pasti akan me­ra­sa gamang kalau diminta
> > u­n­tuk memakai, apalagi membeli, pro­duk berteknologi cang­gih da­ri
> > negeri China. Se­tidaknya ki­ta akan ber­ta­nya masygul apa be­neran
> > ya ? Sebab, branding pro­duk buatan China yang ter­­ta­nam dalam
> > benak ki­ta selama ini adalah untuk ba­rang remeh-t­e­meh dan -
> > per­lu juga dicatat - yang mu­dah rusak. Wajarlah ketika kem­u­di­a­n
> > Chi­na menampilkan produk-pro­duk mereka yang ber­tek­no­lo­gi tinggi
> > dan modern di negara kita, ba­nyak orang yang me­ra­gu­­kan
> > keandalannya. De­mi­­ki­an, orang-orang ber­ta­nya ke­ti­ka mulai
> > banyak in­frastruktur di­ba­ngun oleh kontraktor Chi­n­a.. La­lu,
> > orang-orang juga ­ber­ta­nya ketika kereta cepat di­b­­a­ngun mereka.
> > Tidak ke­ting­­gal­an orang-orang ju­ga bertanya ke­tika pem­bang­kit
> > listrik di­ba­ngun me­reka... beneran nih ? Untuk menjawab
> > ke­ra­gu­an se­p­erti ini, tidak sa­lah kalau di­rek­si PLN meng­ajak
> > akademisi dan pa­ra insan media mengun­jungi pabrikan di China yang
> > me­laksanakan pro­yek pem­bang­­kit di In­do­ne­sia saat awal
> > De­sember b­e­be­rapa saat lalu.... Apa yang di­li­hat memang sa­ngat
>
> > berbeda de­ngan apa yang di­bayangkan se­be­lumnya. Ne­ge­ri China
> > telah men­jelma me­n­ja­di negara de­ngan kemampuan tek­n­ologi
> > cang­gih dan terkini. Se­muanya te­lah mereka kuasai. Sung­guh luar
> > biasa! Ini sesuai de­ngan misi mereka yang ingin men­ja­di­kan
> > semuanya ”made in Chi­na ” pada 2025. China ingin meng­ubah wajah
> > brandingnya ti­dak se­kadar negara penghasil ba­rang kelontongan,
> > tetapi juga ba­­rang berkualitas dengan di­men­­si teknologi tinggi,
> > cang­gih, dan terkini. Penguasaan yang bahkan menembus ke
> > tek­no­­logi luar angkasa. Tam­pak­nya cita-cita itu akan mudah
> > ter­wu­­jud dengan kesiapan in­fra­struk­­tur dan sumber daya
> > ma­nu­­sia yang mereka miliki. Yang mengagumkan juga ada­lah peran
> > pemerintah yang de­mikian besar (baca: negara ha­dir!) untuk menjamin
> > ke­ber­lan­jutan produk-produk ind­us­tri­nya, China telah menggelar
> > ga­ris imajiner ”New Silk Road ” un­tuk memastikan aktivitas eko­nomi
> > mereka jalan dan ber­lan­jut. Ini semua dengan me­man­faatkan potensi
> > pasar yang ada di negara-negara Jalur Sutra me­reka, dari barat
> > sampai timur dan dari utara sampai selatan du­nia...(jadi ngiri
> > melihat triple he­lix A-B-G mereka!) Melihat beragam teknologi
> > mo­dern yang telah dikuasai bang­sa China, dapat disim­pul­kan bahwa
> > dari aspek teknis, se­be­tulnya produk mereka tidak ada masalah.
> > China hari ini bu­kan lagi China yang kemarin! Ar­ti­nya keraguan
> > dalam ke­an­dal­an teknologi mereka akan hi­lang dengan sendirinya
> > sejalan d­e­ngan waktu dan pengalaman. Toh, kita belajar, bagaimana
> > k­e­tika tahun 1960-70an dunia nyi­nyir terhadap mobil ”ka­leng”
> > buatan Jepang yang mulai ma­suk pasar ”menyaingi” mobil-mobil perkasa
> > buatan Ame­rika dan Eropa yang saat itu me­rajai di jalan-jalan raya..
> > Na­mun, seiring perjalanan waktu, ke­g­igihan dan inovasi yang te­rus
> > dilakukan produsen Je­pang, mereka kemudian di­te­ri­ma bahkan
> > digemari banyak orang. Sekarang Indonesia ter­ma­suk negara dengan
> > pe­r­sen­ta­se pemakai mobil Jepang ter­be­sar di dunia di samping
> > Jepang itu sendiri! Belajar dari pengalaman itu, tek­nologi tinggi
> > buatan negeri Chi­na pun akan mengalami fase dan pola yang serupa
> > dalam me­ma­suki pasar di negara kita.
> >
> > SAYA tidak terlalu ya­kin apa­­kah Anda se­pen­dapat de­­ngan sa­ya,
> > namun per­ca­y­a­kah An­da dengan pen­da­pat ”ti­­ada hari tanpa
> > produk ne­­ge­­ri Chi­na dalam ke­hi­dup­an ki­ta?”
> >
> > (kri)
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke