Kelihatan lagi oportunis dan mencla menclenya si Chan bermain dengan tanda 
kutip. Jelaskan sendiri apa gunanya tanda kutip itu. Dipasang tanda kutip, tapi 
dipihak lain tetap menganggap jaman Mao kejam karena buruh-buruh itu bekerja 
lembur tanpa bayaran!!! Dibilangnya saya yang kejam, berdarah dingin, 
etc......padahal yang dimaksud jaman Mao dan dengan sendirinya Mao lah yang dia 
anggap kejam karena memperlakukan buruhnya begitu, tidak membayar kerja 
lemburnya! Lantas apa arti tanda kutip itu?? Dengan bilang Mao tidak mau bayar 
kerja lembur buruh, kan sama dengan penghisapan, tidak berperikemanausiaan 
terhadap kaum buruh??? Orang remo pro kapitalisme, memang tahunya hanya profit 
dan uang, memang tidak mengenal arti KESADARAN KELAS!! kesadaran kelas ditaruh 
dipantatnya!! dimukanya hanya ada profit dan uang!! Persis seperti kata Wen 
Zhang ketika bicara tentang mentalitas keponakannya, mentalitas cari uang!!!
Chan sedang membelejeti terus dirinya sendiri, seorang reaksioner yang sudah 
tidak ketulungan lagi!!  Kenyataan berjuta-juta orang mati dalam revolusi dan 
perang untuk membela tanah air, dikiranya itu karena keinginan pimpinan seperti 
Mao atau Lenin atau Stalin!!! Lantas dituduhnya semua orang itu KEJAM!! Tapi 
tak sepatah katapun keluar dari mulut si Chan remo dan anti-komunis yang 
mengutuk kaum imperialis dan perang agresinya yang telah mengakibatkan ribuan 
juta manusia mati!!! Bagi Chan, jelas, musuhnya adalah orang-orang komunis dan 
pimpinannya yang dituduh terburu-buru memulai revolusi sosialis!!
Otak remo pro-penghisapan si Chan memang warisan dari Khrustjov!! Rakyat 
disuruhnya berkoeksistensi secara damai dengan imperialis, jangan melawan, 
nanti meletus PD III!! Siapa yang melawan, nah langsung dituduhnya, berdarah 
dingin, haus darah, kejam, bla-bla...remoooooooo!!!
Kasihan SGT!! Untung beliau tidak menyaksikan pengkhianatan anaknya ini!!!











  

    On Saturday, January 6, 2018 2:41 PM, "'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
 

     Yang main FITNAH itu siapaaa, ...??? Coba perhatikan, saya gunakan tanda 
kutip “PENGHISAPAN MANUSIA ATAS MANUSIA” itu juga terjadi di jaman Mao yang 
dikatakan sosialis itu! Memang apa arti dalam TANDA KUTIP itu? Kalau bukan anda 
sengaja pura2 tidak melihat utk nyodok orang penghianat sampai membawa-bawa 
orang-tua-segala, ... membuktikan KEBENARAN nenek dalam tempurung yang satu ini 
BERDARAH-DINGIN yg sangat KEJAM! Masak iya BURUH-BURUH yang hidupnya sudah 
terhimpit kemiskinan, serba kekurangan, ... dengan gaji rendah puluhan tahun, 
kerja LEMBUR masih juga tidak dikasih uang lembur! Dan itu HANYA atasnama 
KESADARAN TINGGI klas BURUH! Tidak memberi upah lembur, bonus tahunan yg 
dituduh merupakan rangsang materiil kapitalis! Lebih edaaan lagi bisa bilang 
memberi uang lembur, bonus tahunan berarti MENGHINA klas buruh! BURUH harus 
BERKORBAN dalam pembangunan sosialis! Sungguh KEJAAAM, betul-betul kejam yang 
gak ketulungan lagi! Sadar atau tidak, diakui atau tidak pemikiran begini 
betul-betul LEBIH KEJAM ketimbang Suharto, ...!!!  Pertama, sengaja saya 
gunakan tanda kutip untuk “PENGHISAPAN MANUSIA ATAS MANUSIA” yang terjadi 
dijaman Mao itu, karena kenyataan sampai tahun 1978, BELUM berhasil mewujudkan 
prinsip sosialisme “Setiap orang Bekerja menurut kemampuan dan mendapatkan 
sesuai dengan hasil kerja!”, bahkan sangat jauh dari prinsip itu! Tentu melihat 
kenyataan RRT ketika itu meneruskan peninggalan ekonomi yg morat-marit akibat 
pemerintah korup Kuomintang dan setelah masa perang hampir 20 tahun. Lalu 
menghadapi politik blokade sejagad AS yg hendak mencekik mati bayi RRT yang 
baru dibentuk, ... lalu disusul dengan semua “BANTUAN” PKUS juga dicabut begitu 
saja, membuat kesulitan lebih BERAT dalam membangun ekonomi sepenuhnya 
BERDIKARI, ... lalu, masih harus menghadapi BENCANA ALAM berat berturut-turut 3 
tahun (1959-1961), membuat 600juta RAKYAT Tiongkok jadi harus mengikat 
tali-pinggang lebih kencang! Kenyataan OBJEKTIF yang harus dihadapi tentu harus 
ada pengorbanan, ... itulah “PENGHISAPAN” dalam TANDA KUTIP yang terjadi, 
artinya, mengambil lebih banyak hasil kerja RAKYAT untuk utamakan PEMBANGUNAN 
dan PERTAHANAN, ... KEBIJAKAN yg terpaksa dijalankan utk memenangkan politik 
BERDIKARI ketua Mao membawa RAKYAT Tiongkok tetap BERDIRI membangun masyarakat 
Tiongkok lebih maju, ...! Dalam hal ini harus diakui Ketua Mao BENAR dan 
BERHASIL, sekalipun rakyat banyak cukup menderita kemiskinan dan tidak sedikit 
korbankan jiwa, ... Kedua, sekalipun HARUS ditegaskan politik ketua Mao 
membangun dasar ekonomi dan PERTAHANAN RRT pada pokoknya BENAR dan BERHASIL, 
tapi juga harus berani melihat ada kekurangan dan KESALAHAN yang terjadi. 
Artinya, dalam proses kemajuan yg dicapai itu, tetap harus memikirkan 
kemungkinan KORBAN bisa dihindari, diperingan penderitaan dan lebih sedikit 
jumlahnya. Sedapat mungkin memperkecil korban-korban yang terjadi dalam proses 
perjuangan itu. Bukankah begitu seharusnya seorang yang berani menamakan diri 
sebagai pejuang apalagi hendak menempatkan diri sebagai pimpinan.  Bukan 
seperti anda, tanpa pedulikan KORBAN-KORBAN itu, betapapun menderita dan 
berapapun jumlah orang yang TEWAS, ... biarkan saja dan sudah seharusnya 
terjadi! Tidak da kemenangan tanpa KORBAN! Sungguh KEJAAAAM! Tidak beda dengan 
pemikiran berdarah-dingin Cai Ling, komandan Lapangan Tian An Men yg sangat 
SADIS itu, hendak menggunakan banyaknya darah membanjiri lapangan Tian An Men 
menekan/menggulingkan pemerintah Tiongkok! Memerintahkan puluhan ribu 
mahasiswa-buruh BERTAHAN di lapangan Tian An Men, agar terjadi darah membanjiri 
lapangan TAM. Biarkan KORBAN bergelimpangan untuk mencapai tujuan politik, ...! 
Menjadi CELAKA setelah jatuh banyak KORBAN tujuan tidak tercapai, GAGAAAL, ...! 
Akhirnya Cai Ling sendiri nangis menggeru-geru bertobaaat dengan kekejaman 
perintah yg diturunkan itu, “Kalau ketika itu sudah mengeal TUHAN dia tidak 
akan turunkan perintah begitu, ...”, katanya. Ketiga, seandainya saja Ketua Mao 
tidak terburu nafsu lancarkan revolusi sosialis utk membasmi kapitalis dan 
mendirikan komune-rakyat didesa-desa, masih tetap membiarkan kapitalis 
tumbuh-berkembang dan didesa-desa tetap dalam bentuk koperasi-desa, ... keadaan 
tentu akan lebih baik. Seandainya saja ketika itu Ketua Mao masih bisa 
mendengar kritik, mendengar beda pendapat, .... dan tidak gegabah meningkatkan 
perbedaan pendapat yg terjadi sebagai perjuangan 2 garis, perjuangan klas, 
jalan kapitalisme untuk menghajar kw2 seperjuangan yg beda pendapat itu, dan 
mengobarkan RBKP dimana terjadi pertarungan dan kekacauan selama 10 tahun itu, 
... artinya, tanpa ada kesalahan-kesalahan yang terjadi, tentu korban yang 
terjadi dengan sendirinya bisa diperingan dan diperkecil.  Jangan LUPA bahwa 
revolusi-sosialis itu bertujuan MEMBEBASKAN tenaga produksi, ... dari belenggu 
yang terjadi selama ini! Setelah tuantanah dibasmi, kapitalis dibasmi, ... 
seharusnya tenaga produksi diberi kebebasan utk kembangkan kreatifitas dan 
inisiatif bekerja sendiri untuk memperbaiki kehidupan. Tapi, yg terjadi 
didesa-desa setelah mendirikan Komune Rakyat, malah petani terasa terbelenggu, 
dilarang kerjakan tanah bebas disekitar rumahnya, sekalipun diluar jam-kerja yg 
ditetapkan Barisan Produksi. Kalaupun ada yg mencuri-curi kerja dan berhasil 
panen menjual kelebihannya juga dilarang, .... itu menjurus ke-kapitalisme, 
TUDUHnya! Padahal hasil produksi nasional belum cukup amat untuk seluruh rakyat 
dan, ... saat menghadapi gagal panen dilanda bencana-alam berar berturut-turut 
3 tahun itu, terjadilah banyak orang mati kelaparan! Berapa jumlah yg mati 
akibat bencana-alam berat itu sesungguhnya sampai sekarang masih diperdebatkan, 
... dengan banyak versi. Namun, berapapun jumlah kematian akibat bencana 
alam-berat itu, TETAP harus diakui dan disimpulkan baik-baik, dimana KESALAHAN 
terjadi! Bukan menganggap KORBAN itu harus terjadi, ...!  Salam,ChanCT  From: 
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Saturday, January 6, 
2018 1:08 AMTo: [email protected] ; [email protected] ; 
Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin Cc: DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; 
Daeng ; Harry Singgih ; Gol ; Farida Ishaja ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; 
[email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo 
; Sie Tik Tan ; [email protected] ; Tjoa ; Andreas Sungkono Subject: Re: 
[temu_eropa] Re: [GELORA45] Made in China   Adalah sebuah FITNAHAN  KEJI DAN 
REAKSIONER dari Chan yang mengatakan pada jaman Mao terjadi penghisapan, bahkan 
lebih kejam dari pada yang ada dalam kapitalisme. Di samping FITNAHAN, dengan 
tuduhannya itu Chan menunjukkan KEBUTAAN DAN KEGOBLOKANNYA SENDIRI. Dan yang 
lebih tragis adalah sudah lama ia MENGKHIANATI apa yang diperjuangkan oleh 
ayahnya sendiri. Demi membela kapitalisme dan penghisapan,  Chan dengan sengaja 
menghapus perbedaan hakiki dalam nilai-nilai moral dan etik antara kapitalisme 
dan sosialisme. Chan tidak pernah bisa menjawab ketika orang bicara tentang 
nilai-nilai moral dan etik yang busuk, bobrok, menjijikan dan memuakkan yang 
sekarang berdominasi di Tkk kapitalis.. Tidak pernah menjawab atau berkomentar 
tentang basis militer Tkk, tentang perlakuan Tkk terhadap negeri-negeri yang 
berhutang, tentang penghisapan SDM dan penjarahan SDA yang dilakukan oleh 
pemodal Tkk. Chan tidak pernah mengerti, apalagi menerima ajaran Mao tentang 
"Mengabdi Rakyat", tidak pernah mengerti apalagi menerima kampanye "memerangi 
egoisme, melawan Revisionisme". Chan tidak pernah mengerti arti KESADARAN 
KELAS. Karena lumpur revisionis telah menenggelamkan dan menempatkan 
orang-orang seperti Chan di pihak imperialisme, maka mereka tidak akan mengerti 
MENGAPA ORANG KOMUNIS DI SELURUH DUNIA RELA MENGORBANKAN BAHKAN JIWANYA SENDIRI 
BAGI USAHA MEMPERJUANGAN MASYARAKAT SOSIALIS!!!! Mereka tidak minta bayaran!! 
Tidak minta penghargaan! Tidak minta pujian! Sama sekali tidak minta apa-apa 
sebagai ganti dari pengorbanan dan hilangnya jiwa mereka!! Chan mengejek kaum 
buruh, kaum tani dan kelas pekerja Tkk yang bekerja mati-matian, kerja lembur 
tanpa minta bayaran, untuk membangun NEGERINYA YANG SEDANG MEMBANGUN 
SOSIALISME!! Bayangkan kepicikan dan juga reaksionernya si remo Chan ini!! 
Menyamakan pengabdian rakyat pekerja yang membangun tanah air sosialis dengan 
penderitaan rakyat pekerja di kapitalisme yang menghasilkan profit bagi para 
majikan!!! Bagaimana dengan rakyat Soviet di bawah Stalin yang bekerja 
mati-matian membangun sosialisme? Bagaimana dengan jutaan rakyat Soviet yang 
bersedia bekerja siang dan malam, dengan menahan lapar, memproduksi senjata, 
peluru, meriam, untuk front melawan agresi Hitler???  Adalah Che Guevara yang 
mengajukan dan mempraktekkan "trabajo voluntario" (kerja sukarela) dalam 
membangun sosialisme di Kuba. Seperti komunis-komunis sejati didunia, Che , 
tidak saja omong, tapi juga menerapkan "trabajo voluntario". Semua rakyat Kuba 
yang revolusioner melakukan "trabajo voluntario". Bahkan ada yang namanya 
brigada internasional dari AS dan negeri-negeri Eropa yang sengaja datang ke 
Kuba, pertama-tama untuk turut serta dalam "trabajo voluntario", membangun 
sekolah, klinik atau apartemen. Buat otak bobroknya Chan, semua ini sudah tentu 
"penghisapan", bukan? Karena tak sepeserpun mereka menerima untuk kerjanya 
itu!!!! Sudah harus bayar ongkos perjalanan, eh masih harus kerja lagi!! 
Gobloknya orang-orang ini ya??? Begitulah jalan otak remo, anti sosialis Chan! 
Bagaimana dengan orang-orang komunis Indonesia sejak 1926 yang rela masuk 
penjara, rela digantung dan mati untuk memperjuangan Indonesia merdeka dan 
sosialisme TANPA MENGKHIANATI CITA-CITANYA???? Belum menang revolusinya, tapi 
sudah bersedia mereka berkorban dan mati!!! Tentu bagi otak busuknya si Chan, 
orang-orang komunis ini goblok sekali ya, kok mau-maunya mati, wong menangpun 
belum!!!
 Berarti Chan juga tidak mengerti dan menerima jalan yang diambil oleh ayahnya 
sendiri!! Ayahnya juga masuk keluar penjara, seperti banyak orang komunis 
Indonesia lainnya! Lho, kok mau-maunya SGT berkorban??? Buat apa?? Apa ada 
orang yang membayarnya? Apa ada yang menjanjikan medali emas?? Memang renegad 
dan pengkhianat macam Chan ini hanya patut masuk keranjang sampah! Patut 
diangkat jadi kesayangan si Trump buat bersihkan toiletnya!!! 

On Friday, January 5, 2018 5:26 AM, "'Chan CT' [email protected] 
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:


  Hahahaa, ... ini nenek dalam tempurung masih saja dengungkan lagu lama, jadi 
seperti gramofon rusak berputar ditempat, dengan mengunyah-ngunyah dalil lama 
seperti pemakan sirih! TANPA bisa melihat perkembangan nyata yang terjadi. 
Bagaimana sesungguhnya “PENGHISAPAN MANUSIA ATAS MANUSIA” itu juga terjadi di 
jaman Mao yang dikatakan masyarakat sosialis itu! Bahkan dalam batas-batas 
tertentu bisa dikatakan jauh lebih KEJAM ketimbang penghisapan yang terjadi 
dimasyarakat Kapitalis. Tentu semua dilakukan atas nama RAKYAT, demi RAKYAT 
atas KESADARAN tinggi mengabdi rakyat, ... Coba saja perhatikan bagaimana 
kehidupan buruh yang dituntut berkesadaran tinggi MENGABDI RAKYAT, bukan saja 
harus mengebawahkan kepentingan pribadi, tapi juga mengHILANGKAN kepentingan 
pribadi! Begitu ekstrimnya, sampai-sampai seringkali diharuskan kerja LEMBUR 
dan itupun tanpa imbalan gaji-lembur berlipat sebagaimana biasa diberlakukan 
dalam masyarakat kapitalis! Tentu kerja lembur tanpa bayaran kalau hanya 
sekali-dua kali sih tidak apa, tapi kalau berkepanjangan sampai puluhan tahun 
begitu, apa TIDAK KASIHAN pada jutaan buruh yang diperas sampai nyaris kering, 
... hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan begitu! Anda boleh bilang itu 
TERPAKSA, terpaksa karena pemerintah ketika itu menghadapi blokade sejagad AS 
dan kemudian juga dari USSR, dan,...... harus mendahulukan PERTAHANAN, tapi itu 
tetap merupakan pemerasan berlebih yang mestinya juga bisa dihindari. Tidak 
perlu begitu sampai berkepanjangan, ...! Ada kesalahan yang terjadi disitu yang 
harus dibetulkan dan harus dikoreksi! Kalau saja pernyataan anda diucapkan 20 
tahun yl, orang akan sulit membantah, tapi sekarang masih saja juga dengungkan 
suara sumbang begitu, ...... itu hanya buktikan anda betul-betul hidup dalam 
tempurung saja!! Sampai sekarang anda hanya terpaku pada bentuk penghisapan 
yang masih terjadi, TANPA bisa melihat atau TIDAK BERANI mengakui kenyataan 
perkembangan EKONOMI, TEKNOLOGI, PERTAHANAN yang dicapai RRT dan, ... KENYATAAN 
kesejahteraan RAKYAT Tiongkok yang juga melesat maju dengan dahsyat! Ingat, 
bukan hanya sudah lebih 300 juta RAKYAT Tiongkok masuk dalam klas 
menengah-atas, tapi PKT targetkan seluruh rakyat Tiongkok yg berjumlah lebih 
1,3 milyar itu, nanti tahun 2020 TIDAK SEORANG pun boleh tertinggal masih 
dikategorikan MISKIN! Tiongkok memasuki masyarakat sedikit makmur! Bahwa 
kesenjangan sosial masih terjadi adalah juga kenyataan yang tidak perlu 
disangkal, tapi saya yakin pada satu saat setelah kemakmuran dicapai lebih 
baik, tentu akan memasuki tahap meratakan kemakmuran yg sudah terjadi. 
Bagaimanapun juga berlimpahnya produksi hanya bisa dicapai dengan makin 
tingginya teknologi, dan dalam proses kemajuan pengenalan dan pengertian yang 
lebih baik, manusia akan menemukan cara untuk meratakan kemakmuran yang sudah 
terjadi itu. TIDAK AKAN membiarkan kesenjangan terus terjadi, .... Akan 
memberlakukan keadilan yang dirasa lebih ADIL bagi semua pihak, ...! Tentu 
tidak mesti dijalankan dengan kekerasan, dengan REVOLUSI membasmi kapitalis, 
tapi menjadikan semua warga juga pemilik kapital, semua RAKYAT menjadi 
kapitalis juga! Sebaliknya yang dulu dikatakan klas kapitalis adalah juga 
PEKERJA, dengan tugasnya masing-masing!  Jadi, bukan dengan cara kapitalis 
harus dibasmi dengan mensita kelebihan kapital perseorangan, dan membuat mereka 
jadi MISKIN, ... tapi membatasi saja hak-milik kapital perseorangan tidak lebih 
dari sekian % dan dengan berangsur terus mengurangi persentasi hak-milik 
perseorangan, dimana untuk selebihnya harus dijual kepublik.  Dan, dengan makin 
meningkatkan kesejahteraan BURUH-PEKERJA dan PETANI, ... memungkinkan juga 
menjadi pemilik SAHAM, menjadi kapitalis! Itu yang saya lihat yang terjadi di 
Tiongkok dalam gerak mengentaskan kemiskinan, ... dimana semua petani didesa 
berubah menjadi pemilik SAHAM koperasi-desa yang dibentuk! Bukan hanya kerja 
KOLEKTIF yang dikembangkan, tapi juga semua tunjangan sosial yang mendasar, 
dari kesehatan, pendidikan anak-anak dan perawatan panti-jompo sepenuhnya 
ditanggung koperasi-desa itu.  Itulah masyarakat sosialis berkepribadian 
Tiongkok yang hendak diwujudkan dalam kehidupan nyata. BUKAN meratakan 
KEMISKINAN tapi meratakan KEMAKMURAN! Salam,ChanCT  From: Tatiana Lukman 
[email protected] [GELORA45] Sent: Thursday, January 4, 2018 6:41 PMTo: 
[email protected] ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin Cc: Yahoogroups ; 
DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Gol ; 
Farida Ishaja ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; 
Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; Sie Tik Tan ; [email protected] ; 
Tjoa ; Andreas Sungkono Subject: Re: [GELORA45] Re: [nasional-list] Made in 
China   Argumentasi yang aneh dan tidak masuk akal! Apakah karena kita tinggal 
di negeri kapitalis, maka kita harus mendukung, memuja dan berterima kasih 
kepada sistim kapitalis? Marx, Engels dan Lenin, semua tinggal di negeri 
bersistim kapitalis, tapi ajaran dan prakteknya justru membelejeti dan mengutuk 
kekejaman dan kebusukan sistim penghisapan. Teorinya merupakan pembimbing untuk 
membebaskan rakyat dari penghisapan tersebut!!!
Chan mempostingkan berita tentang "Made in China", sudah tentu karena  ia 
memang bangga akan "kebesaran" dan "kemakmuran" Tkk kapitalis. Tkk memang sudah 
menjadi pabriknya dunia. Sayang sekali  penulis artikel ini tidak melihat lebih 
dalam lagi apa yang ada di belakang "Made in China" itu. Jadi hanya lihat 
kulitnya saja. Di samping masalah penghisapan yang menjadi sandaran pokok bagi 
pencapaian yang dibanggakan kaum pendukung Tkk kapitalis, mereka melupakan 
dampak dari status pabrik dunia itu, seperti misalnya, penyusutan tanah 
pertanian, polusi udara, tanah dan air luar biasa, penyusutan sumber air (hal 
ini yang terus dicanangkan oleh kaum tani dan pembela lingkungan yang menentang 
pabrik semen Rembang!) Tkk sekarang harus mengimport bahan makanan, seperti 
gandum, kacang kedelai. Tidak seperti dulu, sepenuhnya swasembada. Kita memang 
tenggelam dalam barang-barang made in China. Tapi jangan lupa teknologi dan 
merek dari banyak barang-barang canggih itu! Bukan teknologi dan merek asli 
Tkk! Komputer saya mereknya Dell dan made in China! Ingat para buruh yang bunuh 
diri di pabrik  Foxconn yang memproduksi ipad, iphone Apple??? Itulah praktek 
outsourcing... Siapa yang mengeruk keuntungan luar biasa dari tenaga kerja 
murah?? Ya para boss Apple!! Mobo Gao, dalam "The Battle for China"s Past" 
bicara tentang sebuah kronik yang menderetkan sukses dalam ilmu dan teknologi 
dari tahun 1966 sampai 1976, artinya periode yang menurut kaum revisionis dan 
borjuis Barat "10 tahun yang hilang". Misalnya, mobil "Bendera Merah", 
peletusan bom atom, pembuatan insulin kristal sintetis untuk sapi, komputer 
transistor, komputer sirkuit terpadu, kamera tiga dimensi otomatis, ambiotik 
Qingda, peluncuran satelit, rel kereta api elektron, tanker 100.000 ton, 
perkembangan sumur minyak Dagang dan Shenli dan kilang minyak Yanshan Peking. 
Dalam kronik tersebut bahkan tercatat konferensi pertama tentang lingkungan dan 
politik pemerintah untuk mengatasi polusi air. Makanya saya bilang, seandainya 
kaum remo tidak berkuasa dan mengubah haluan, Tkk sudah siap tinggal landas 
untuk meneruskan industrialisasi modernnya dan pasti kemakmuran dan 
keberhasilan luar biasa akan dicapai. Dan itu akan dicapai TANPA PENGHISAPAN 
terhadap rakyatnya sendiri maupun rakyat negeri lain atau menjarah SDA negeri 
lain dan Tkk tidak akan memandang perlu memiliki basis militer di negeri 
lain!!! Justru untuk mempertahankan status "pabrik dunia" dan ekonomi terus 
berputar itulah, Tkk membutuhkan bahan baku/SDA/minyak dari negeri lain. Dan 
berapa keuntungan Tkk dan perusahaan yang menjalankan subkontrak multinasional 
raksasa dunia?  Mobo Gao menjelaskan, sepasang sepatu merek Puma dijual di AS 
antara US$65,00-%100,00 (tentu pada tahun bukunya ditulis). Untuk tiap pasang 
sepatu itu buruh Tkk dibayar rata-rata US$1,09. Upah yang diterima buruh Tkk 
hanya 31 sen tiap jam, sedangkan profit yang didapat perusahaan multinasional 
asing dari setiap buruh Tkk adalah $12,24 Untuk memproduksi barang-barang yang 
diekspor ke pasar dunia, buruh Tkk pada umumnya harus bekerja dari jam 7:30 AM 
sampai jam 9:00 PM. Kadang-kadang harus kerja lembur sampai jam 12:00 PM tanpa 
tambahan bayaran tiap jam, atau bahkan tanpa bayaran sama sekali. Tidak boleh 
bicara ketika bekerja dan tidak boleh meninggalkan halaman pabrik tanpa ijin.  
Kalau datang telat 5 menit, maka upah dipotong sebanyak 3 jam kerja. Buruh 
mendapat istirahat satu jam untuk makan siang, dan satu setengah jam untuk 
makan malam. Mereka tidur di barak-barak yang terletak di sekitar pabrik: 12 
orang dalam setiap kamar dan satu kamar mandi untuk 100 orang. (China Labour 
Watch 2004).
 

On Thursday, January 4, 2018 2:32 AM, "Hsin Hui Lin [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:


  Correction:Salah ketik, "segelintir manusia MENGHISAP majority"    On 4 Jan 
2018 6:57 a.m.., "Hsin Hui Lin" <[email protected]> wrote:

Bg. Lusi. Nah anda tinggal di German yn maju dan nyaman apalagi kalau di 
banding jika Anda tinggal di Tanah Air, Indonesia...... Loo dari mana 
kesejahteraan yg di capai German...... datang dari sorga  atau dari hasil 
penghisapan manusia oleh segelintir manusia yg menghadiri majority.... Tak 
langsung anda menikmati hasil penghisapan itu.... Nyaman kan??. Sebagai ahli 
teori Marxist, dari dasar "kebenaran berdasarkan fakta,  kenyataan", bagimana 
menilai kemajuan Tiongkok.Ngelamun tak akan membawa kita ke masyarakat yg anda 
impikan Lin    On 4 Jan 2018 1:21 a.m., "Jonathan Goeij [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
 
        Menarik juga ya bahkan Alquran-pun made in China, dan itu di Mekkah. 
Mereka yang umrah, naik haji, dan pakai tasbih, sajadah, kafiah, peralatan 
salat, bahkan Alquran buatan orang-orang kafir itu bagaimana ya hukumnya, 
termasuk halal atau haram? Apakah ada sertifikasi halal dari MUI?   Terus 
bagaimana dgn Habib Rizieq Shihab, Ustad Abdul Somad, ataupun Anies Baswedan 
waktu umroh di Mekkah itu, apakah juga pakai barang buatan orang2 kafir itu?   
Kutipan berita: Tak terkecuali kota suci Mekkah sekalipun. Lihat sa­ja semua 
pernak-pernik per­alat­an ibadah umat Islam yang ada, hampir semua berasal dari 
N­e­geri Naga ini! Ada tasbih, sa­ja­dah, kafiah, peralatan salat, ma­l­ah 
Alquran sekalipun, se­mua tertulis ”made in China”.
 
 
 
 ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

 Made in China itu hanya menjelaskan: dibuat di Tiongkok. Yang semacam
itu baru menjelaskan produk apa yang dihasilkan dan belum menjawab
bagaimana produk itu dihasilkan. Sedangkan untuk menjawab masalah
kesejahteraan masyarakatnya harus jelas bagaimana sistim produksi yang
berlaku di dalam masyarakatnya, apakah berwatak exploitation de l'home
par l'home atau tidak kata Bung Karno.




Am Wed, 3 Jan 2018 21:22:05 +0800
schrieb "'Chan CT' SADAR@.... [nasional-list]"
<[email protected] >:

 
> Made in China
> Koran Sindo
> Senin, 18 Desember 2017 - 07:08 WIB
> https://nasional.sindonews.c om/newsread/1266546/18/made-in -china-1513533508
> 
> Joni Hermana
> Staf Pengajar ITS Surabaya
> 
> SAYA tidak terlalu ya­kin apa­­kah Anda se­pen­dapat de­­ngan sa­ya,
> namun per­ca­y­a­kah An­da dengan pen­da­pat ”ti­­ada hari tanpa
> produk ne­­ge­­ri Chi­na dalam ke­hi­dup­an ki­ta?” Co­ba simak
> ba­gai­mana su­litnya s­e­orang ibu bernama Sa­ra Bo­­ngi­or­ni
> beserta ke­lua­r­ga­­nya di Ame­rika Serikat ber­­juang se­la­ma
> setahun un­tuk ti­dak meng­gu­na­kan barang yang berbau Chi­­na.
> Pe­nga­la­man luar bia­sa ini dia tulis da­lam bu­ku­nya yang
> be­r­judul A Year Wi­thout ”Made in Chi­na”. Atas eksperimennya itu,
> dia ter­nyata harus ber­­ji­ba­ku, ber­ken­daraan da­ri mal ke mal
> se­ke­dar me­n­cari se­buah ko­lam re­nang plastik un­tuk anaknya.
> Bayangkan! Ini sekadar un­­tuk menggambarkan bah­wa ti­dak mudahnya
> ki­ta melepaskan di­ri dari b­a­rang buatan China da­lam keh­idupan
> keseharian ki­ta, bahkan untuk negara ma­ju se­kelas AS sekalipun.
> Produk buatan negeri China su­dah merasuk ke da­lam semua sen­di
> ke­h­i­dup­an kita; di rumah, di se­ko­lah, tempat kerja, dan di
> mana-mana. Kalau bulan pun ada penduduknya, sudah dipas­ti­kan ada
> buatan negeri China di sa­na, he.. he.. Tak terkecuali kota suci
> Mekkah sekalipun. Lihat sa­ja semua pernak-pernik per­alat­an ibadah
> umat Islam yang ada, hampir semua berasal dari N­e­geri Naga ini! Ada
> tasbih, sa­ja­dah, kafiah, peralatan salat, ma­l­ah Alquran
> sekalipun, se­mua tertulis ”made in China ”. Anehnya, walaupun produk
> me­reka ini sudah menjadi kes­e­ha­ri­an dalam hidup kita,
> ma­yo­ri­tas bangsa kita pasti akan me­ra­sa gamang kalau diminta
> u­n­tuk memakai, apalagi membeli, pro­duk berteknologi cang­gih da­ri
> negeri China. Se­tidaknya ki­ta akan ber­ta­nya masygul apa be­neran
> ya ? Sebab, branding pro­duk buatan China yang ter­­ta­nam dalam
> benak ki­ta selama ini adalah untuk ba­rang remeh-t­e­meh dan -
> per­lu juga dicatat - yang mu­dah rusak. Wajarlah ketika kem­u­di­a­n
> Chi­na menampilkan produk-pro­duk mereka yang ber­tek­no­lo­gi tinggi
> dan modern di negara kita, ba­nyak orang yang me­ra­gu­­kan
> keandalannya. De­mi­­ki­an, orang-orang ber­ta­nya ke­ti­ka mulai
> banyak in­frastruktur di­ba­ngun oleh kontraktor Chi­n­a... La­lu,
> orang-orang juga ­ber­ta­nya ketika kereta cepat di­b­­a­ngun mereka.
> Tidak ke­ting­­gal­an orang-orang ju­ga bertanya ke­tika pem­bang­kit
> listrik di­ba­ngun me­reka... beneran nih ? Untuk menjawab
> ke­ra­gu­an se­p­erti ini, tidak sa­lah kalau di­rek­si PLN meng­ajak
> akademisi dan pa­ra insan media mengun­jungi pabrikan di China yang
> me­laksanakan pro­yek pem­bang­­kit di In­do­ne­sia saat awal
> De­sember b­e­be­rapa saat lalu.. Apa yang di­li­hat memang sa­ngat
> berbeda de­ngan apa yang di­bayangkan se­be­lumnya. Ne­ge­ri China
> telah men­jelma me­n­ja­di negara de­ngan kemampuan tek­n­ologi
> cang­gih dan terkini. Se­muanya te­lah mereka kuasai. Sung­guh luar
> biasa! Ini sesuai de­ngan misi mereka yang ingin men­ja­di­kan
> semuanya ”made in Chi­na ” pada 2025. China ingin meng­ubah wajah
> brandingnya ti­dak se­kadar negara penghasil ba­rang kelontongan,
> tetapi juga ba­­rang berkualitas dengan di­men­­si teknologi tinggi,
> cang­gih, dan terkini. Penguasaan yang bahkan menembus ke
> tek­no­­logi luar angkasa. Tam­pak­nya cita-cita itu akan mudah
> ter­wu­­jud dengan kesiapan in­fra­struk­­tur dan sumber daya
> ma­nu­­sia yang mereka miliki. Yang mengagumkan juga ada­lah peran
> pemerintah yang de­mikian besar (baca: negara ha­dir!) untuk menjamin
> ke­ber­lan­jutan produk-produk ind­us­tri­nya, China telah menggelar
> ga­ris imajiner ”New Silk Road ” un­tuk memastikan aktivitas eko­nomi
> mereka jalan dan ber­lan­jut. Ini semua dengan me­man­faatkan potensi
> pasar yang ada di negara-negara Jalur Sutra me­reka, dari barat
> sampai timur dan dari utara sampai selatan du­nia...(jadi ngiri
> melihat triple he­lix A-B-G mereka!) Melihat beragam teknologi
> mo­dern yang telah dikuasai bang­sa China, dapat disim­pul­kan bahwa
> dari aspek teknis, se­be­tulnya produk mereka tidak ada masalah..
> China hari ini bu­kan lagi China yang kemarin! Ar­ti­nya keraguan
> dalam ke­an­dal­an teknologi mereka akan hi­lang dengan sendirinya
> sejalan d­e­ngan waktu dan pengalaman. Toh, kita belajar, bagaimana
> k­e­tika tahun 1960-70an dunia nyi­nyir terhadap mobil ”ka­leng”
> buatan Jepang yang mulai ma­suk pasar ”menyaingi” mobil-mobil perkasa
> buatan Ame­rika dan Eropa yang saat itu me­rajai di jalan-jalan raya..
> Na­mun, seiring perjalanan waktu, ke­g­igihan dan inovasi yang te­rus
> dilakukan produsen Je­pang, mereka kemudian di­te­ri­ma bahkan
> digemari banyak orang. Sekarang Indonesia ter­ma­suk negara dengan
> pe­r­sen­ta­se pemakai mobil Jepang ter­be­sar di dunia di samping
> Jepang itu sendiri! Belajar dari pengalaman itu, tek­nologi tinggi
> buatan negeri Chi­na pun akan mengalami fase dan pola yang serupa
> dalam me­ma­suki pasar di negara kita.
> 
> SAYA tidak terlalu ya­kin apa­­kah Anda se­pen­dapat de­­ngan sa­ya,
> namun per­ca­y­a­kah An­da dengan pen­da­pat ”ti­­ada hari tanpa
> produk ne­­ge­­ri Chi­na dalam ke­hi­dup­an ki­ta?”
> 
> (kri)
   





  #yiv5520125003 #yiv5520125003 -- #yiv5520125003ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-mkp #yiv5520125003hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-mkp #yiv5520125003ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-mkp .yiv5520125003ad 
{padding:0 0;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-mkp .yiv5520125003ad p 
{margin:0;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-mkp .yiv5520125003ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-sponsor 
#yiv5520125003ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-sponsor #yiv5520125003ygrp-lc #yiv5520125003hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-sponsor #yiv5520125003ygrp-lc .yiv5520125003ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5520125003 #yiv5520125003actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5520125003
 #yiv5520125003activity span {font-weight:700;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv5520125003 #yiv5520125003activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5520125003 #yiv5520125003activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv5520125003 #yiv5520125003activity span 
.yiv5520125003underline {text-decoration:underline;}#yiv5520125003 
.yiv5520125003attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv5520125003 .yiv5520125003attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv5520125003 .yiv5520125003attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5520125003 .yiv5520125003attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5520125003 .yiv5520125003attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv5520125003 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv5520125003 .yiv5520125003bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5520125003 
.yiv5520125003bold a {text-decoration:none;}#yiv5520125003 dd.yiv5520125003last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5520125003 dd.yiv5520125003last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5520125003 
dd.yiv5520125003last p span.yiv5520125003yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv5520125003 div.yiv5520125003attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv5520125003 div.yiv5520125003attach-table 
{width:400px;}#yiv5520125003 div.yiv5520125003file-title a, #yiv5520125003 
div.yiv5520125003file-title a:active, #yiv5520125003 
div.yiv5520125003file-title a:hover, #yiv5520125003 div.yiv5520125003file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5520125003 div.yiv5520125003photo-title a, 
#yiv5520125003 div.yiv5520125003photo-title a:active, #yiv5520125003 
div.yiv5520125003photo-title a:hover, #yiv5520125003 
div.yiv5520125003photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5520125003 
div#yiv5520125003ygrp-mlmsg #yiv5520125003ygrp-msg p a 
span.yiv5520125003yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5520125003 
.yiv5520125003green {color:#628c2a;}#yiv5520125003 .yiv5520125003MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv5520125003 o {font-size:0;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003photos div {float:left;width:72px;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5520125003
 #yiv5520125003reco-category {font-size:77%;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003reco-desc {font-size:77%;}#yiv5520125003 .yiv5520125003replbq 
{margin:4px;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-mlmsg select, #yiv5520125003 input, #yiv5520125003 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-mlmsg pre, #yiv5520125003 code {font:115% 
monospace;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-mlmsg #yiv5520125003logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-msg 
p#yiv5520125003attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-reco #yiv5520125003reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-sponsor 
#yiv5520125003ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-sponsor #yiv5520125003ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-sponsor #yiv5520125003ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv5520125003 #yiv5520125003ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5520125003 
#yiv5520125003ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv5520125003 

   

Kirim email ke