Kita lihat hasilnya bagimana setelah berjalan beberapa tahun, secara
menyeluruh ,dalam precentage
, berhasil atau tidak.....dan bimbingan,tindakan dan pengawasan
selanjutnya.

On 27-Nov-2018 12:21 PM, "ajeg [email protected] [GELORA45]" <
[email protected]> wrote:



Memang tidak seharusnya presiden (siapa pun orangnya)
menyerahkan nasib Rakyat bulat-bulat ke tangan perusahaan,
kecuali perusahaan milik koperasi warga setempat. Di
Pulang Pisau itu Jokowi menyerahkan nasib Rakyat ke
perusahaan kayu yang baru dia resmikan pembangunan
pabriknya di sana. Sementara, beberapa pabrik perusahaan tsb.
di Jawa (Solo) dikenal tak peduli lingkungan.

--- lusi_d@... wrote:

Itu namanya sontoloyo tulen!!

Am Mon, 26 Nov 2018 09:52:42 +0000 (UTC)
schrieb ajeg :

> Yang sudah "dibagikan" pun masih berupa janji, dengan syarat wajib
> ditanami pohon jenis tertentu (tanam paksa?) untuk kepentingan
> pengusaha:
> https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/199952
>
> --- djiekh@... wrote:
>
> Targetnya 12.7 juta ha.
>
> Yang sudah dibagikan 2.1 juta ha.Jadi yang masih akan dibagikan 12.7
> - 2.1= 10.6 juta ha.
>
> Pada tanggal Sen, 26 Nov 2018 pukul 09.06 ajeg menulis:
>
> Bertahun-tahun masih juga bertitah "akan".
>
> --- SADAR@... wrote:
>
> Jokowi akan Bagikan 12,7 hektar Hutan Sosial ke Masyarakat
>
> Reporter:
> Ahmad Faiz Ibnu Sani Editor:
> Syailendra Persada
> Senin, 26 November 2018 09:24 WIBPresiden Joko Widodo (Jokowi)
> memberikan salam saat menghadiri penganugerahan di halaman Griya
> Agung Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Ahad, 25 November 2018.
> Jokowi dianugerahi gelar kehormatan adat Komering Provinsi Sumsel
> yaitu Raja Balak Mangkunegara. ANTARA
>
> TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan
> program perhutanan sosial bertujuan memperjelas hak hukum warga dalam
> mengelola hutan. Hal itu ia sampaikan saat menyerahkan Surat
> Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada masyarakat Sumatera Selatan
> di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Kota Palembang, Ahad, 25 November
> 2018.
>
> Baca: Foto Tomy Winata Dukung Jokowi, Timses: Siapapun Boleh Dukung
>
> Jokowi menjelaskan program ini memberi akses pengelolaan kawasan
> hutan kepada masyarakat. Terutama yang bertempat tinggal di sekitar
> kawasan hutan. Hingga November tahun ini, kata dia, pemerintah telah
> memberikan akses perhutanan sosial terhadap lahan seluas 2,1 juta
> hektare.
>
> "Di seluruh Indonesia telah kita serahkan 2,1 juta hektare kepada
> masyarakat, bukan kepada yang gede-gede. Yang dulu-dulu kayak gini
> diserahkan ke yang gede-gede. Sudah 2,1 juta hektar dan target kita
> 12,7 juta," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat
> Kepresidenan, Senin, 26 November 2018.
>
> Jokowi menuturkan lewat program ini, masyarakat secara legal bisa
> mengelola lahan hutan dan mengolah hasilnya untuk kesejahteraan
> mereka. Pemerintah memberi konsesi pada masyarakat selama 35 tahun
> dan diakui secara hukum sebagai pengelola lahan hutan sosial tersebut.
>
> "Ini jelas sekali. Kita ingin memperjelas hak hukum bapak, ibu
> sekalian dalam mengelola hutan sosial yang kita berikan," ujarnya..
>
> Jokowi meminta para petani yang telah menerima konsesi pengelolaan
> hutan untuk benar-benar memanfaatkan lahan tersebut secara produktif.
>
> ADVERTISEMENT
>
> "Kalau yang dapat petani, semakin banyak saya semakin senang. Tapi
> hati-hati, jangan misalnya dapat 10 hektare kemudian ditelantarkan.
> Hati-hati, saya juga bisa tegas. Yang gede saya cabut, yang kecil pun
> juga saya cabut kalau tidak produktif," kata Jokowi. Simak: Jokowi
> Serahkan SK Perhutanan Sosial ke Warga Sumatera Selatan
>
> Dalam kesempatan itu, Jokowi menyerahkan kawasan hutan nasional
> seluas 56 ribu hektar untuk dikelola oleh 1.900 kepala keluarga dari
> 10 kabupaten di Sumatera Selatan. "Hari ini telah diserahkan kepada
> bapak, ibu, semua sebanyak 56 ribu hektare. Hati-hati, 56 ribu
> hektare itu banyak sekali," ujar Jokowi.
>

Kirim email ke