Terima kasih Mas Andang, Agenda mengenai ditolaknya usulan dari Tim Kecil + DPP Sekar oleh Manajemen Telkom (cq. DirSDM) menjadi salah satu pembahasan internal DPW Sekar Divre I bersama isu lainnya yaitu Hasil KKB & Progress Pembayaran Insentif (Q4-2001 & Q1/2002) yang Insya Allah akan kita lakukan pada hari Selasa/21 Mei 2002 nanti (menunggu Ketua DPW & Sekjen yang masih pelatihan SIMPATIK & TQMS). Khusus untuk agenda ditolaknya usulan Tim kecil, usulan dari Mas Andang & teman-teman lainnya menjadi bahan masukan kita untuk mengambil langkah terbaik baik untuk alumni & company.
Sementara sekian dulu dan keep up our profesionalism in the work environment. Salam Nanta Divre > At 02:08 PM 5/16/2002 -0700, you wrote: > >Saran yang bagus Pak Andang, > > Kalau saya pribadi untuk rekan-rekan yang mempunyai harga jual > tinggi > >kenapa tidak kerja di luar (seperti Pak Erwin CS). Setelah diluar bisa > >ngajak-ngajak kami, bila perlu familipun boleh ikut (tapi kalau enggak > bisa > >kerja bolehlah dipecat, biar enggak parah-parah kali KKN-nya) > >Karena saya pribadi pesimis, sarjana di Telkom sudah banyak, dan itu > tentu > >saja membawa konsekwensi yang cukup jelas perebutan yang cukup keras > untuk > >level atau jabatan. Dan parahnya dengan budaya kita (KKN), tentu saja > akan > >akan terjadi persaingan yang tidak sehat . Persaingan yang tidak sehat > akan > >menimbulkan perasaan iri yang lebih hebat, dibandingkan kalau dilakukan > >dengan sehat. > > Untuk Pak Ermono, secara pribadi saya akui telah berkontribusi > > > besar thd > >pendapatan dengan billing onlinenya, (rekan yan lain tentunya juga > ada), > >diharapkan tetap bersabar, kalau enggak gawat, pendapatan tidak > tercapai e > >malah impian untuk naik tentunya tidak tercapai gara-gara anggaran > tidak ada. > > > >At 11:48 AM 5/16/02 +0700, you wrote: > > >Yth. Kawans IA, > > >Menyikapi penolakan direksi atas pengajuan eskalasi oleh Sekar DPP > dan > > >nuansa yg berkembang di IA Sumatra, ada bbrp hal yg sama-sama kita > > pikirkan : > > >1. Usulan eskalasi itu muncul dr treatment alumni STT Telkom termasuk > aksi > > >cubes dlsb, artinya kita diam berarti akan memicu perpecahan alumni > secara > > >nasional krn gotong royongnya tak terjadi (perlu diingat kasus > gagalnya > > >tukar guling Divre IV triger utamanya adalah kesatuan pandang seluruh > DPW > > >Sekar secara nasional). Dan tidak menutup kemungkinan apabila ada > masalah > > >di Sumatra (suatu saat), maka dukungan dr alumni di Jawa akan kurang > > >(artinya antar alumni ngurus masings). > > >2. Melakukan reaksi atas penolakan direksi tsb akan membawa bbrp > > konsekeunsi; > > >3. Tanggapan IA Sumatra kalau boleh dibilang sangat beragam dan > memiliki > > >bbrp penafsiran; > > >4. Reaksi terkeras muncul dr temans alumni yg ada di divre II/V krn > faktor > > >(manusiawi) penempatan OS baru di lokasi tsb (dimana nota bene adalah > > >yunior-yunior mrk), sementara di Divre I belum ada penempatan OS baru > shg > > >eskalasi emosionalnya pun berbeda. > > > > > >Dr bbrp kondisi tsb plus usulan temans IA terdapat bbrp varian untuk > > >menyikapinya : > > >1. Melakukan hal yg akan terjadi di alumni di Divre II/V, dimana > resiko yg > > >muncul pasti akan kontra dg manajemen di msgs lokasi. Tapi utungnya > > >solidaritas akan maksimal dan bisa jadi akan gol tapi juga bisa makin > > >runyam (high risk); > > >2. Apabila Divre II/V melakukan aksi cubes masal, mungkin kita ikut > > >bertoleransi secara perwakilan dan hrs mengkomunikasikan ke manajemen > msgs > > >lokasi shg keharmonisan tetap terjaga sementara fungsi solidaritas dg > > >sesama alumni serta triger ke direksi juga jalan (kalau di SBS Diditr > siap > > >mewakili untuk cubes ke Lampung); > > >3. Melakukan triger bedol desa ke kompetitor/company lainnya > sebagaimana > > >Pak Erwin usulkan. Ini sangat profesional, tapi pertanyaannya apakah > > >semuanya memiliki daya jual yang sama? Bagaimana yang tertingggal? > Lalu > > >bgmn nasib yg akan bedol desa ternyata di tolak? Tapi ada jalan > tengah, > > >yakni kita melakukan sortir (utamakan yg berdaya jual tinggi seperti > temans > > >di IT) lalu kita melakukan pendekatan kolektif ke bbrp company dan > bluusss > > >masuk, shg komunitas yg tetap tinggal di Telkom tdk merasa > ditinggalkan dan > > >tdk teraniaya oleh manajemen. > > >4. Kita tidak mau tahu, artinya apapun yang dilakukan temans di divre > II/V. > > >Cuman sikap ini kurang bagus atau hanya pasrah (tidak layak untuk > sekelas > > >alumni STT yg dulu seleksinya amput-amputan). > > >5. Melakukan deklarasi mendukung upaya temans Divre II/V (diekpos) > tapi > > >cubes masal tidak dilakukan atau deklarasi ada dan cubes secara > perwakilan. > > > > > >Dmk sekilas masukan, dan menurut saya yang bisa dilakukan adalah > butir 2, > > >butir 3 dg cara bedol desa yang selektif dan 5. Gimana Pak Ramzy dan > Pak > > >Nanta selaku pengurus DPW Sekar dari unsur alumni, any > comment????????? > > > > > > > > >AAS/Sumbagsel > > > > > > >
