....tapi maen roulette?

________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Erianto Rachman
        Sent: 25. syyskuuta 2007 1:21
        To: [email protected]
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] Human, The Final Frontier...
        
        

        Hi,
        
        Dengan tidak bermaksud 'memaksakan' pendapat,
        
        Adanya pendapat lain dari keyakinan lain tentunya sah saja.
        
        Saya kurang setuju dengan 'kecelakaan' dan cyclic concept pada
skala
        universe.
        
        Einstein: "..Tuhan tidak bermain dadu."
        
        Salam,
        
        Eri
        
        _____ 
        
        From: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
[mailto:[email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
        On Behalf Of Sharif Dayan
        Sent: Saturday, September 22, 2007 2:33 PM
        To: [Indo-StarTrek]
        Subject: [Indo-StarTrek] Re: Human, The Final Frontier...
        
        Salam Sejahtera...
        
        Pada Sabtu, 22 September 2007, Erianto Rachman menulis:
        
        > Sekarang kita tau mengapa Dia disebut Maha Esa.
        
        Kita ? Saya rasa yang Anda maksud adalah menurut keyakinan garis
Abraham /
        Nabi 
        Ibrahim (Islam, Yahudi dan Kristen [Katolik dan Protestan]).
Umat Hindu,
        Buddhis, 
        Zoroaster dan lainnya tentunya memiliki pengalaman tersendiri.
        
        Rekan-rekan Buddhis dan Hindu di sini mungkin bisa menyuarakan
itu. Sekalian
        
        tolong diajak teman baru kita yang dari RRC (People Republic of
China) /
        Taiwan.
        
        > Alam semesta ini tercipta karena sebuah kehendak. Maka
jadilah.
        
        Mungkin saja karena 'kecelakaan'. Pada masanya gereja Katolik
pernah
        beranggapan 
        bahwa manusialah (Bumi) makhluk yang diutamakan. Nyatanya Paus
Johannes
        Paulus II 
        kemudian mengakui bahwa tindakan mereka pada Galileo Galilei
adalah hal yang
        tidak 
        dapat dibenarkan.
        
        > Kalau Zat yang satu itu adalah cikal bakal alam semesta dan
segala isinya
        > ini, maka kita adalah bagian dari-Nya.
        
        Hmmm... ini mengingatkan saya pada "The Matrix"... yang juga
menyentuh paham
        
        kebuddhaan, bahwa pada akhirnya segala makhluk -dalam hal ini
yang
        'berkesadarn' 
        seperti manusia- akan bersatu (absorbed) dengan Sang Pencipta.
        
        > Human, the Final Frontier, these are the journeys of the last
humans, its
        > destiny, to learn and gain new meanings and new values, to
fatefully go
        > where no others has gone before.
        
        Salah adegan mengesankan dalam SW adalah ketika dilakukan rapat
konfederasi,
        
        ketika Puteri Amidala berbicara di depan senat. Perhatikanlah
ada berapa
        banyak 
        senator yang mewakili sistem masing-masing ! Pada saat itu,
kira-kira di
        mana 
        terletak keberadaan UFP pada garis waktu yang sama ?
        
        Manusia -kalau keberadaannya masih berlanjut- terus akan
berevolusi,
        termasuk 
        dalam ragawinya. Yang kita jadikan ukuran pada saat ini, bisa
jadi hanya
        menjadi 
        bagian terkecil pada saat itu (1.000.000 tahun setelah
sekarang).
        
        Perbatasan Terakhir yang Terakhir (The Ultimate Final Frontier),
berada di
        luar
        pemikiran kita, jauh sekali...
        
        Sharif Dayan
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke