Hi,
Dengan tidak bermaksud 'memaksakan' pendapat, Adanya pendapat lain dari keyakinan lain tentunya sah saja. Saya kurang setuju dengan 'kecelakaan' dan cyclic concept pada skala universe. Einstein: "..Tuhan tidak bermain dadu." Salam, Eri _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sharif Dayan Sent: Saturday, September 22, 2007 2:33 PM To: [Indo-StarTrek] Subject: [Indo-StarTrek] Re: Human, The Final Frontier... Salam Sejahtera... Pada Sabtu, 22 September 2007, Erianto Rachman menulis: > Sekarang kita tau mengapa Dia disebut Maha Esa. Kita ? Saya rasa yang Anda maksud adalah menurut keyakinan garis Abraham / Nabi Ibrahim (Islam, Yahudi dan Kristen [Katolik dan Protestan]). Umat Hindu, Buddhis, Zoroaster dan lainnya tentunya memiliki pengalaman tersendiri. Rekan-rekan Buddhis dan Hindu di sini mungkin bisa menyuarakan itu. Sekalian tolong diajak teman baru kita yang dari RRC (People Republic of China) / Taiwan. > Alam semesta ini tercipta karena sebuah kehendak. Maka jadilah. Mungkin saja karena 'kecelakaan'. Pada masanya gereja Katolik pernah beranggapan bahwa manusialah (Bumi) makhluk yang diutamakan. Nyatanya Paus Johannes Paulus II kemudian mengakui bahwa tindakan mereka pada Galileo Galilei adalah hal yang tidak dapat dibenarkan. > Kalau Zat yang satu itu adalah cikal bakal alam semesta dan segala isinya > ini, maka kita adalah bagian dari-Nya. Hmmm... ini mengingatkan saya pada "The Matrix"... yang juga menyentuh paham kebuddhaan, bahwa pada akhirnya segala makhluk -dalam hal ini yang 'berkesadarn' seperti manusia- akan bersatu (absorbed) dengan Sang Pencipta. > Human, the Final Frontier, these are the journeys of the last humans, its > destiny, to learn and gain new meanings and new values, to fatefully go > where no others has gone before. Salah adegan mengesankan dalam SW adalah ketika dilakukan rapat konfederasi, ketika Puteri Amidala berbicara di depan senat. Perhatikanlah ada berapa banyak senator yang mewakili sistem masing-masing ! Pada saat itu, kira-kira di mana terletak keberadaan UFP pada garis waktu yang sama ? Manusia -kalau keberadaannya masih berlanjut- terus akan berevolusi, termasuk dalam ragawinya. Yang kita jadikan ukuran pada saat ini, bisa jadi hanya menjadi bagian terkecil pada saat itu (1.000.000 tahun setelah sekarang). Perbatasan Terakhir yang Terakhir (The Ultimate Final Frontier), berada di luar pemikiran kita, jauh sekali... Sharif Dayan [Non-text portions of this message have been removed]
