Ass.wr.wb
Cukup rame komentar dan saran mengenai first aid atau
apapun namanya. Saya tergelitik untuk memberi sedikit
komentar
Saya kebetulan menjadi instruktur PPGD dan BTCLS dan
juga memberi pelatihan BCLS tenaga non medis. Memang
ada perbedaan dari jenis peltihan tersebut, namun
prinsipnya hampir sama yaitu berusaha memberi
pertolongan terhadap kondisi emergency dan darurat
pada keadaan yang tertentu. Yang membedakan adalh
siapa yang dilatih. sebab melatih paramedi berbeda
dengan melatih dokter apalagi melatih tenaga non medis
karena ada perbedaan tingkat kemampuan dasar yang
dimilikinya. Tentunya segala pelatihan tidak ada yang
tidak berguna. Ada perbedaan metode pelatihan untuk
masing masing jenjang sesuai dengan latar belakang
pendidikan yang dimiliki. Di luar negri, mereka yang
berkecimpung dalam dunia pelatihan ini bahkan punya
metode pelatihan untuk anak anak mulai dari preschool,
sampai setingkat SD, SMP, SMA dan Universitas. Dan
materi ini juga bahkan diberikan pada hampir semua
orang yang mau, bukan untuk memberi pengobatan tapi
memberi pelatihan bagaimana cara pertolongan awal
sebelum ditindak lanjuti oleh mereka yang profesional,
sebab seperti yang kita ketahui, tindakan awal yang
tepat memberi tambahan waktu bagi tenaga profesional
untuk dapat memberi pertolongan lebih lanjut.
Jadi kesimpulannya ... apapun jenis pelatihan yang
diberikan sangat berari bagi pertolongan lanjutan oleh
tenaga yang lebih profesional dan tidak ada pelatihan
yang tidak berguna sepanjang diberikan oleh tenaga
yang benar benar mengerti tentang apa yang diajarkan.
terimakasih

kukun ([EMAIL PROTECTED])

--- Agung Sarono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kawan-kawan:
> Memang betul bahwa first aid atau PP merupakan hal
> yang dinamik dan tidak statis... Nah disinilah letak
> uniknya... Kalau dikatakan hal tersebut dinamik dan
> tidak statis, mestinya kita para praktisi harus
> selalu meng-up to date pengetahuan dan ketrampilan
> kita. 
> Yang kedua, dalam segala hal kita mengenal yang
> namanya 'standar' yang merupakan acuan suatu baku
> mutu dari suatu kegiatan atau produk; mestinya dalam
> first aid pun ada standar yang diberlakukan... Ingat
> lho, first aid adalah pertolongan pertama dengan
> prinsip dan tujuan:
> 1. Menyelamatkan kehidupan
> 2. Mencegah keadaan menjadi lebih buruk
> 3. Mmpercepat kesembuhan
> Dengan melihat prinsip dan tujuan ini, maka
> tindakan-tindakan first aid mestinya harus memiliki
> tiga hal prinsip di atas. 
> Kita tidak perlu menyalahkan siapapun dalam
> ketertinggalan kita dalam dunia pertolongan pertama
> dan penanganan kedaruratan pra rumah sakit. Namun
> apakah kita akan selalu berkutat dalam ketinggalan
> sehingga tenaga kita tidak diakui oleh negara lain?
> Bukan rahasia lagi bahwa tenaga profesional kita
> dihargai lebih rendah dari negara lainnya, meskipun
> kalau soal kemampuan banyak dari kita yang tidak
> kalah dengan mereka, mengapa? Karena kita tidak
> mampu menunjukkan standar kita dalam suatu
> kompetensi.
> Mengenai metode pengajaran, sekali lagi bahwa dalam
> mengajar atau melatih orang dewasa kita harus ingat
> bahwa yang kita ajar adalah orang awam yang
> mendengar, melihat dan mengerjakan apa yang kita
> contohkan atau kita minta. Kalau kita tidak
> bijaksana dalam hal ini, maka peserta kita hanya
> akan menangkap apa yang kita katakan, kita lakukan
> dan kita contohkan; sehingga sewaktu terjadi sesuatu
> pada hal yang nyata, mereka kadang 'blank' kenapa?
> Karena waktu di kelas kita tidak pernah memberikan
> contoh yang sedekat mungkin dengan realitas! Maaf
> saja, cara pandang seorang yang bekerja di RS dengan
> orang di lapangan sangat beda mas! Sering sewaktu
> kami latihan bersama staf RS atau klinik yang 
> bersifat 'menunggu' pasien, terlihat sekali
> perbedaan cara pikir dan cara kerjanya. Di RS segala
> sesuatunya telah teratur dengan sistem dan alat yang
> 'ready to use' tetapi di lapangan? APakah di rumah
> anda ada sarung tangan? Adakah di rumah anda kain
> segitiga (mitella)? Nah hal seperti ini sering
>  dilewatkan oleh instruktur saat melatih awam
> menjadi first aider; ingat kedaruratan tidak hanya
> terjadi di saat kita lengkap alatnya, bisa jadi
> waktu kita sedang pulang ke rumah, saat jalan-jalan
> ke pasar, atau bahkan lagi pacaran!
> Untuk mengajar awam, ingatlah prinsip dari Konfusius
> ini:
> "Saya mendengar dan saya lupa...
> Saya melihat maka saya ingat...
> Karena saya melakukan maka saya mengerti..."
> Artinya, untuk tingkatan awam, usahakan dalam
> mengajar tidak terlalu banyak teori yang 'njelimet'
> dan 'teoretis' karena sebagai orang dewasa, mereka
> akan lebih mengerti kalau mereka melakukan sesuatu
> yang serealistis mungkin dengan kehidupan mereka...
> Maaf bila imil ini sangat panjang....
> AS
> 
> yunus budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ass.....
> Saya tidak mau berbicara salah atau benar yah, tapi
> cuma berpendapat neh. Mengenai materi first aid di
> kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang sudah out of
> date katanya itu, menurut saya mengenai first aid
> itu
> bukanlah sesuatu yang kaku atau rigid, berbagai
> penyempurnaan dilakukan bukan menyalahkan hal
> sebelumnya tetapi sekali lagi menyempurnakan, baik
> dalam hal ketepatan, efektifitas ataupun
> efisiensinya.
> Kesimpulannya, jika materi yang ada pada (sebut saja
> PMR atau KSR)saat ini itu sudah out of date
> sepertinya
> tidak juga seh menurutku. Contoh yang dikatakan mas
> Agung Sarono tentang penggunaan torniket itu sudah
> tidak dianjurkan, ia memang efek dari penggunaan
> alat
> ini cukup atau lumayan berbahaya, tetapi dalam
> kondisi
> sebenarnya penggunaan torniket itu sangat fleksibel,
> sangat kondisional dan bahkan sangat efektif pada
> beberapa kondisi, banyak seh alasan yg ingin
> dikemukakan tapi terlalu panjang kalo ingin
> diutarakan. Berikutnya mengenai pengajaran
> penggunaan
> alat2 pada pelatihan, yg dianggap tidak efektif.
> Sebuah pertolongan memang dalam keadaan
> multikondisi,
> akan tetapi sebuah standar prosedur dan alat2 itu
> tampaknya mutlak diberikan, jika nantinya tidak ada
> alat2 itu nantinya, improvisasi dapat dilakukan
> dengan
> memperhatikan standar2 tersebut toh. Dan bukankah
> dalam setiap pelatihan selalu ditekankan bahwa dalam
> pertolongan nantinya Improvisasi mutlak diperlukan,
> so
> tampaknya metode pelatihan seperti itu menurut saya
> masih cukup baik untuk saat ini.
> Juga mengenai istilah P3K, PP, atau PPGD. Yah itu
> semua memang hanya terminologi, hanya istilah.
> Tetapi
> untuk profesional menurut saya semua itu memiliki
> nilai yang berbeda sehingga apresiasi yang dilakukan
> nantinya pun akan memiliki perbedaan yang nyata. Dan
> memang PP dengan PPGD itu berbeda, ada lagi
> P3B,pertolongan korban banyak, dan
> sebagainya...semua
> itu memiliki perbedaan yang jika disamakan atau
> diabaikan, kesalahan fatal lah yg akan terjadi. Ok
> deh...cukup sekian dari saya. Terima kasih.
> Wass..Wr.Wb 
> 
> --- lelita sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Halo teman-teman,
> > apa yang disampaikan oleh Mas agung adalah sangat
> > benar, karena saya sudah sejak tahun 1993
> mengikuti
> > perkembangan pelatihan-pelatihan P3K yang
> > diselenggarakan disekolah, di pecinta alam,
> > rata-rata pengetahuan dan ketrampilan yang
> > disampaikan sudah out of date.
> > Kebanyakan lagi para anggota PMR dan KSR dilatih
> > oleh pelatihnya bukan untuk menolong tapi untuk
> > mengikuti dan memenangkan lomba. Hasilnya pada
> saat
> > dihadapkan pada kasus yang sesungguhnya kebanyakan
> > tidak percaya diri untuk melakukan tindakan
> > pertolongan pertama.
> > banyak hal-hal yang salah kaprah diajarkan oleh
> para
> > pelatih, misalanya menolong orang pingsan.
> Diajarkan
> > harus dibawa ketempat teduh, pakaian yang mengikat
> > dilonggarkan, diberi minum dan di beri
> wangi-wangian
> > atau amoniak..
> > Pingsan adalah mekanisme alamiah tubuh untuk
> > mengalirkan darah yang  terkumpul di tungkai untuk
> > dialirkan kembali ke otak. Pertolongan pertama
> yang
> > tepat adalah tinggikan tungkai dan kipasi, jangan
> > dikerumuni. Melepas pakaian yang mengikat, secara
> > logika orang pakai ikat pinggang kan nggak sampai
> > kesesakan, pakai dasi juga nggak mencekik, pakai
> BH
> > kan juga gak kenceng-kenceng. Jadi ngapain harus
> > dibuka-buka ? Wangi-wangian hanya digunakan untuk
> > mengetahui alias mengetes apakah orang tersebut
> > sudah sadar atau belum, bukan untuk menyadarkan.
> Lha
> > kalau orangnya koma mau dikasih wangi-wangian
> > sebotol juga nggak akan sadar. Minum hanya boleh
> > diberikan pada orang yang sadar penuh, karena
> > dikhawatirkan pada orang yang setengah sadar minum
> > akan masuk kesaluran pernapasan. Ini yang banyak
> > terjadi pada kasus-kasus kecelakaan lalu lintas,
> > terjadi KP3 (kecelakaan pada pertolongan pertama)
> > Banyak sekali hal-hal yang harus diluruskan, oleh
> > karena itu pensosialisasian (?) yang baik
> sangatlah
> > diperlukan.
> > Untuk para anggota pecinta alam, biasanya materi
> > pertolongan pertama di dalam pendidikan dasar
> mereka
> > hanya diberikan dalam hitungan sejam dua jam.
> Untuk
> > sekedar pengetahuan it's oke, tapi untuk bisa
> sampai
> >  melakukan tindakan pertolongan pertama dibutuhkan
> > suatu latihan yang panjang dan rutin. Karena untuk
> > bisa memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan
> > pada seseorang yang cedera apalagi di tempat yang
> > terpencil (mis:gunung) dibutuhkan pengetahuan dan
> > skill yang prima. 
> > Oke saya rasa itu tambahan dari saya..
> > Itu artinya kita harus lebih giat belajar dan
> > berlatih dan menyebarluaskan pertolongan pertama
> ini
> > di masyarakat.
> > salam
> > Lita
> > 
> > Agung Sarono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Kawan-kawan:
> > Untuk masalah P3k atau PP atau PPGD sebenarnya
> > hanyalah masalah istilah... Di masyarakat awam
> yang
> > paling umum ya P3K, kalau anda bilang anda
> terlatih
> > first aid atau PP atau PPGD, mereka akan
> mengerutkan
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 





25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
=======================================
Donaatur IndoFirstAid
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O. 
Kirimkan pesan melalui [email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke