Menarik sekali rupanya dengan saling berbagi pengalaman!!! dilihat dari ceritanya mas rino, sepertinya perlu di make sure lagi, sebenarnya... si senior memberikan teguran karena ilmunya digunakan org lain??? waduch... saya gak tahu neh apa yg ada dikepala senior temennya mas rino!!!
Kalau saya pribadi justru sebaliknya... semakin banyak org mengetahui ilmu atau ketrampilan yg saya miliki maka saya akan makin senang dan berharap agar ilmu yg tersebar tsb bisa memberikan manfaat buat keluarga maupun masyarakat umum Dan saya jadi bingung maksudnya ilmu K3 yang seperti apa yang diakui seperti menjadi milik... sebut oknum lach sebab menurut saya materi tsb paling nggak jauh-jauh dari ilmu dan ketrampilan medis dasar yang terdiri dari ilmu pertlongan pertama, evakuasi, sampai dengan penanganan penderita gawat darurat sejauh ini saya tidak mengetahui apakah ada individu atau lembaga yg berhak melabel bahwa ilmu itu milikku atau milik kami sehingga yang lain gak boleh make... dst saya melihat sepertinya ada monopoli kalau memang seperti itu!!! Padahal dunia pertolongan dan kemanusiaan tidak perlu lagi memperdebatkan siapa yg berhak... bagi saya saling isi mengisi dengan perkembangan ilmu pertolongan yg begitu pesatnya akan lebih memaksimalkan serta memberikan manfaat baik bagi kita maupun orang-orang yang mendapatkan pertolongan kita misalnya. begitu mas... lanjuuuuuuuuuutttt Regards-Topanix Bali On 1/14/07, rino praditya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
masalah kembali ke tujuan awal, saya juga punya cerita pengalaman teman saya. pada suatu bencana dia menerapkan ilmu K3 dalam pertolongannya. namun entah karena hal apa dia ditegur oleh senior K3 yang merasa ilmu nya di gunakan orang lain. lalu yang saya permasalahkan jika suatu waktu menjumpai kondisi yang secara sadar ataupun tidak membawa ilmu lain. apakah juga ada aturan baik baku atau tidak bahwa ilmu itu hanya digunakan pada pihak yang brsangkutan.? makasih banget atas sharenya mas topan regards rino praditya *Mas Topan <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: Sedikit share aza dengan Mas Rino Kalo saya rasa... ketika kita menangani atau menolong korban Kita kembali pada tujuan awal kita melakukan pertolongan, Misalnya... Untuk menyelamatkan jiwa si korban, mencegah kematian Mencegah terjadinya cacat karena keterlambatan atau salah pertolongan mengurangi penderitaan si korban... Sampai dengan untuk menunjang upaya penyembuhan!!! Ketrampilan pertolongan pertama/first aid sangat diperlukan disini Namun kondisi... sering membuat seorang first aider senantiasa berimprovisasi dalam melakukan pertolongan! Misal karena minimnya peralatan atau kondisi lingkungan Sekarang permasalahannya bukan benar atau tidak dengan penerapan ilmu ataupun skill yang kita miliki tapi bagaimana untuk dapat mencapai tujuan awal dari upaya yang kita lakukan... Mungkin ada tambahan teman lainnya... Monggoooooooooooo Regards-Topanix PMI Bali Chapter On 1/10/07, rino praditya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > dear all, > > saya mau tanya sebagai first aider dalam menangani > suatu kejadian jika kita menambahkan ilmu - ilmu lain > hukum nya gimana boleh or gak? misal kita menangani > kecelakaan kereta lalu kita menggunakan / menambahkan > ilmu K3 bisa dibenarkan atau tidak? mengingat kita > punya dasar ilmu sendiri? > makasih.... > > regards > rino praditya, > [EMAIL PROTECTED] <rino_praditya%40yahoo.co.id> > > > ________________________________________________________ > Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik > terhadap spam. > http://id.mail.yahoo.com/ > ------------------------------ Sekarang dengan penyimpanan 1GB http://id.mail.yahoo.com/<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.mail.yahoo.com/>

