Dear All, Dalam kasus Adam Air ini, saya melihat kecil kemungkinan untuk pesawat ini selamat. Why? Kalau jatuh di darat, dengan kondisi alam Sulawesi yang bergunung berlembah, maka 'crash' akah sangat dashyat; sehingga kemungkinan survive kecil Kalau jatuh di air (laut), maka dengan situasi alam yang lagi angin barat dan ombak yang setinggi lebih dari 2 meter; maka ditching di laut pun akan menimbulkan kerusakan pesawat yang hebat, sehingga kemungkinan besar pesawat akan cepat tenggelam
Jadi kalaupun ketemu? What's next?
Menunggu harus ada pesawat jatuh lagi? Menunggu banyak orang mati lagi?
Sambil menjadikan Tuhan sebagai kambing hitam?
Justru lebih penting sekarang adalah analisa penyebab, supaya tidak ada
lagi kejadian serupa di masa depan. Remember 'Salus Populi Lex Suprema'
Keselamatan publik adalah prioritas tertinggi!
Sudah cukup kecelakaan terjadi dan menelan banyak orang, mulai dari darat,
laut, dan udara. Dan perbaikan sistem berjalan bak keong di atas minyak.
It's going nowhere! Sehingga kejadian terus berulang-ulang, dan publik
lagi yang harus menanggungnya.
Lets start with rational thinking "Think Safety - Work Safely - Live
Healthy" maka Tuhan pun akan memberkati!
Kecelakaan terjadi adalah perpaduan 'aktivitas yang tidak aman' bertemu
dengan 'kondisi yang tidak aman' ('Unsafe act meets substandard
condition'). Sehingga kalau mau mencegah kecelakaan mudah, yaitu kenali
bahaya dan kendalikan resiko!
Setuju bahwa harus 'kembali ke jalan yang benar' tetapi jalan yang benar
adalah jalan keselamatan dan kesehatan kerja; dengan penerapan
prinsip-prinsip identifikasi bahaya dan pengendalian resiko sebelum
bekerja. Apalagi bila berkaitan dengan layanan publik (masyarakat). Jangan
egois dengan mementingkan perut sendiri mengorbankan banyak orang atau
menimbulkan bencana.
Jangan lagi Tuhan dan alam dijadikan 'kambing hitam' padahal kecelakaan
dan bencana sebenarnya kesalahan kita yang tidak mengendalikan resiko dan
mengidentifikasi bahaya!
AS
Sri Anita <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]
01/04/2007 03:51 PM
Please respond to
[email protected]
To
[email protected]
cc
Subject
Re: [indofirstaid.com]: bantu-bantu analisa
itu kan menurut teorinya, klo emang tuhan dah
menakdirkan... teory apa pun ilang deh... mending
analisa dimana adam air sekarang ketimbang analisa
penyebabnya....setuju tuh kembali ke jalan yang
benar..
--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Dear All,
> Adalah suatu hal yang tidak pada tempatnya
> menjadikan Tuhan sebagai
> 'kambing hitam' dengan mengatakan sebagai kecelakaan
> adalah 'takdir'.
> Dalam dunia K3, hampir setiap incident / accident is
> preventable. Dari
> kajian yang dilakukan oleh ahli-ahli K3, nampak
> anatomi penyebab dasar
> suatu incident dan accident adalah 98% adalah unsafe
> act / substandard
> condition sedangkan 2% adalah act of God. Ini
> berarti bahwa hanya accident
> / incident yang terkait dengan 'force majeur' alam
> adalah karena 'takdir',
> namun dengan kemampuan teknologi aplikasi yang
> semakin maju, maka efek
> accident / incident dapat ditekan (Ingat matriks
> Haddon Injury Prevention
> Program).
> Jadi kembali ke masalah Adam Air, kalo faktor alam
> kecil kemungkinan
> menjadikan hal tersebut terjadi, maka pertanyaannya?
> Is there anything
> else?
>
> AS
>
>
>
>
>
>
> "baduy amazone" <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent by: [email protected]
> 01/03/2007 01:40 PM
> Please respond to
> [email protected]
>
>
> To
> [email protected]
> cc
>
> Subject
> Re: [indofirstaid.com]: bantu-bantu analisa
>
>
>
>
>
>
> yah..ini mungkin sudah takdir dari yang maha
> kuasa...
> sudah saatnya kita kembali ke jalan yang benar....
>
>
> On 03/01/07, [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pertanyaannya adalah mengapa pesawat yang memiliki
> ketinggian jelajah
> 33000 feet jatuh yang katanya oleh cuaca buruk?
> Karena bila terjadi cuaca buruk (angin plus awan
> tebal / CN) maka
> ketinggian rata-rata angin plus awan tebal ini
> sekitar 10000 - 15000 feet,
> jadi kalau dia terbang di atas wilayah bahaya ini
> kok jatuh?
>
>
> Agung SARONO
>
----------------------------------------------------------
> "SALUS POPULI LEX SUPREMA"
>
> Komplek Harmoni Mas
> Jl. Jembatan Dua Blok A No.7-9
> Jakarta 14450
> Tel. +62 21 6613636ext.326
> Fac. +62 21 6618917
> Mobile. +62 81 380 709 844 / +62 85 219 071 539
>
>
>
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
gifRLwaolpu7h.gif
Description: GIF image

