Mejuah-juah

Memang adi banci i laksanaken, mehulinge bagi si ni katakendu e. Tapi ijaman
gudari enda, kesepakaten si ibahan tetua adat atau pe tokoh-tokoh masyarakat
karo labo nari lit kekuatanna untuk memaksa masyarakat karo ngikutisa. Sebab
adi menurutku, masalah penulisan merga enda lit denga kaitenna ras gengsi
atau pe "pride" kelompok. Jadi adina enggo menyentuh masalah si bage
sifatna, e enggo payah ngatursa.
Bagem menurut pendapatku.

bujur
Satiyawarman Tarigan


On 6/25/07, jrmtony <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Saya pernah membaca sebuah buku kecil yang diterbitkan berdasarkan
seminar atau musyawarah (saya sudah lupa) tentang kriteria pencantuman
nama/marga yang harus komplit , contoh : Hendrik Sembiring Meliala.
Sementara sampai saat ini kebanyakan pencantuman adalah Hendrik
Sembiring saja atau Hendrik Meliala saja.
Demikian juga katanya untuk membedakan laki-laki dan perempuan maka
untuk perempuan harus dibubuhi kata "br" contoh: Engelina br Tarigan
Gersang, sementara kalau kita lihat pada saat ini kata "br" jarang
dicantumkan. Contoh penyiar dari VOA menyebutkan namanya Irna
Sinulingga ( bukan Irna beru Karo-karo Sinulingga).
Artinya sesuatu keputusan/ketentuan yang dibuat tapi tidak bisa
efektif.
Ada yang punya pendapat??
Tks & salam



Kirim email ke