bener sam. Di indo yg bisa buat program ampir gak pernah ada. Semua kebelinger. Kaya blackberry yg rame tanpa alasan. joshua udah buat onar. Kita ban yuk. Apalagi flamenya gak bernilai. Jug dari awal memang menjunjung tinggi demokrasi. Bukan bantu indonesa maju tapi buat gerakan mundur. Membunuh harapan ratusan ribu org yg lg belajar java. Java kalau buruk bukan dijelekin tapi diperbaiki. Bukan dg dijelekin tapi bugsnya pake coding.
On 6/9/09, Samuel Franklyn <[email protected]> wrote: > Joshua Partogi wrote: >> >> >> Ah di akhir-nya juga jelek. Banyak bug fixing. Makanya never ending. > > Omongan geblek. Dimana-mana banyak bug atau kagak bukan > tergantung bahasa yang dipakai tapi kemampuan developer dan > metode development yang dipakai. Kalau kayak di NASA > di mana 1 bug di kerjakan oleh team sebanyak 20 orang lebih, > yang masing-masing orang punya pengalaman diatas 10 tahun, > di analisa dampak perbaikannya selama 6 bulan, > di dokumentasi perbaikannya dan dampaknya kemana, > lalu ditesting 3 bulan perbaikannya dengan > seabreg test cases baru diaplikasi ke sistem produksi > maka biar bug sekecil apapun susah hidup. > Mau pakai bahasa assembly sekalipun bug modar kalau > diperlakukan kayak begitu. > >> >> 2009/6/8 Frans Thamura <[email protected] <mailto:[email protected]>> >> >> .net juga sama never ending >> >> cepat awal masalah di akhir ;) >> >> >> java itu mau akhir bagus, tapi never ending di awal >> > > > > > ------------------------------------ > > Kalau mau keluar dari mailing list ini, caranya kirim sebuah email ke > [email protected]. > > Jangan lupa, website JUG Indonesia adalah http://www.jug.or.id > > Yahoo! Groups Links > > > > -- -- Frans Thamura Meruvian. Java and Enterprise OSS Mobile: +62 855 7888 699 Blog & Profile: http://frans.thamura.info We provide services to migrate your apps to Java (web), in amazing fast and reliable.

