Bukannya ga mau menyalakan lampu siang hari. Berdasarkan pengalaman 
ane,menyalakan lampu siang hari. Soket dan lampu meleleh krn kepanasan dah 3X 
ganti soket jg lampunya, padahal lampu menggunakan oserem all season.

Jadi sekarang ane lebih milih,pergunakanlah istri eh lampu seperlunya =D

Sungkem
Ecko KHCC182
Sent from my ßlackßerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: edo rusia <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 13 Jul 2010 13:49:10 
To: milis mrc mkt4<[email protected]>; mrc 
milis<[email protected]>; megelli 
milis<[email protected]>; karisma 
grup<[email protected]>; ibc club<[email protected]>; 
milis ice motor motor<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [karisma_honda] info safety: kenapa tak menyalakan lampu





dear om momod, numpang benwith dikit yah, smoga berkenan. trims
sumber: (http://edorusyanto.wordpress.com)twitter: @edorusia
artikel lain

Kenapa Malas Menyalakan Lampu Utama ?

 

PEMANDANGAN di
jalan-jalan kota Jakarta belakangan ini sudah jarang diwarnai oleh pengendara
sepeda motor yang menyalakan lampu utama di siang hari. Saat aturan tersebut
pertamakali dihembuskan pada penghujung 2009, kuantitas pengendara sepeda motor
(bikers) yang menyalakan lampu lumayan banyak. Satu dari lima sepeda motor yang
saya temui, bisa dipastikan menyalakan lampu. Kini, satu banding 20 motor saja
sudah bagus. Kenapa?

Saat awal digencarkan kewajiban menyalakan lampu utama,
banyak pertanyaan dilontarkan para bikers. “Apa benar bisa menghindari risiko
tabrakan?” atau “Bukannya pemborosan kalau menyalakan lampu terus?”

Seorang teman yang setuju pentingnya menyalakan lampu utama
bagi sepeda motor membeberkan alasannya. “Supaya terlihat oleh kendaraan lain,
khususnya para pengendara mobil,” kata dia.

Menurut dia, pengendara mobil memiliki ruang blindspot yakni ruang yang tak 
terlihat
di kaca spion. Nah, untuk membantu mengetahui ada kendaraan lain, khususnya
sepeda motor, pantulan cahaya bisa menandakan ada kendaraan lain dari arah
belakang.

“Wah bukannya menyilaukan dan mengganggu pengendara lain,”
sergah bikers lainnya.

Nahh…untuk menjawab yang ini memang butuh riset mendalam.
Seberapa tinggi tingkat menyilaukan matanya sehingga mengganggu para
pengendara.

 

Terlihat dan Melihat

Aspek terlihat dan melihat dalam teknik keselamatan
bersepeda motor atau yang kondang disebut safety
riding, bermakna luas. Aspek terlihat,
bermakna agar seorang pengendara sepeda motor saat di jalan bisa dilihat oleh
pengguna jalan lainnya. Pada saat
siang hari, penyalaan lampu utama merupakan salah satu ikhtiar untuk terlihat. 
Permasalahannya
adalah pada malam hari. Untuk mudah terlihat, disarankan untuk menggunakan
jaket atau helm yang memiliki fungsi berpendar ketika tertimpa cahaya. Di siang
hari, penggunaan jaket berwarna cerah dan kontras juga membantu untuk mudah
terlihat.

Aspek terlihat
amat penting bagi para pengendara untuk mengambil keputusan dalam berlalu
lintas jalan. Dengan lebih mudah terlihat, seseorang tak perlu mengerem
mendadak yang berisiko terjadi benturan atau tergelincir.

Sementara itu, aspek melihat bermakna agar para
pengendara sepeda motor senantiasa tak boleh lengah. Upaya mengumpulkan
informasi sebanyak mungkin dari pandangan mata ketika berkendara. Informasi
yang terekam indera penglihatan selanjutnya diolah alias dianalisis, sebelum
sang pengendara mengambil keputusan untuk bermanuver. Terlebih dalam kondisi
darurat seperti cuaca buruk atau di malam hari.

Nah...kembali
soal menyalakan lampu utama pada siang hari bagi sepeda motor, rasanya bagian
dari upaya untuk terlihat. Memang sih, ada embel-embel sanksi denda Rp 100 ribu
atau kurungan badan maksimal dua minggu bagi bikers yang lalai soal ini. Apa
iya harus dipentung hukum dulu baru menyalakan lampu? (edo rusyanto)
artikel lain





Kirim email ke