Inggih, mbak Endang, Mas Abdul Wahab (pak RW) adalah teman main masa kecil dulu, meski beliau lebih tua dari saya. Nuwun doanya. Yusuf
--- On Wed, 1/7/09, endang nuraini <[email protected]> wrote: From: endang nuraini <[email protected]> Subject: Re: [kendal-online] Ngopi ala kendal: kopi tubruk dan kue espres To: [email protected] Date: Wednesday, January 7, 2009, 6:00 AM Ass. Pak Yusuf Kakak sepupu saya juga dapat orang Kranggan. Mungkin njenengan kenal mas Abdul Wahab. Sekarang saya di Kendal . Tepatnya di kulon Purin ( belakang SMA 1 Kendal) Warung bakso Slumun ke barat. Turut prihatin juga atas musibah yang dialami. Semoga mendapat ganti yang lebih banyak lagi. amin. Endang --- Pada Rab, 7/1/09, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> menulis: Dari: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> Topik: Re: [kendal-online] Ngopi ala kendal: kopi tubruk dan kue espres Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Rabu, 7 Januari, 2009, 5:52 PM Mbak Endang, Saya angsli kampung Kranggan, kidul mesjid Kendal. Rumah saya dulu di belakang toko Mariati (sekarang toko Warna Agung). Ya, saya dengar di Kaliwungu banyak balung kuwuk. Saya sempat minta tolong adik saya untuk dibanding-bandingka n mana yang bagus. Saya bawa juga krupuk tayamum/usek/ goreng wedhi. Untuk krupuk ini perlu penanganan khusus dalam penyimpanan, soalnya rentan mudah mlempem sehingga tidak kriuk-kriuk lagi, melainkan langsng dicemplungke ning bakso atau mie rebus (sisan olehe mlempem... he..he..). Memang waktu itu yang ada di pikiran saya adalah bagaimana me-repacking kedua jenis camilan itu sehingga "layak" masuk toko. Soal rasa sih OK, tapi tampilan masih kelewat ndeso. Nah, ini yang harus disiasati. Sangat-sangat tidak tertutup kemungkinan untuk jenis camilan yang lain. Tentang kopi.... wah ini yang membuat saya penasaran kepingin nyoba...... Nuwun & salam, Yusuf --- On Mon, 1/5/09, endang nuraini <end4n...@yahoo. co.id> wrote: From: endang nuraini <end4n...@yahoo. co.id> Subject: Re: [kendal-online] Ngopi ala kendal: kopi tubruk dan kue espres To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Monday, January 5, 2009, 6:20 AM Nuwun sewu nderek nimbrung, Pak Imron Kendalipun Pegandon, nggih? menawi Pak Yusuf asli pundi, kok akrab kalih balung kuwuk. Kebetulan aku asli Kaliwungu, banyak produsen balung kuwuk di sana. yang pasti gurih dan renyah. ada juga teman yang coba packaging krupuk tayamum(pirsa, nggih?) leres, krupuk usek alias krupuk goreng pasir. yang sekarang banyak dijajakan di pinggir jalan(tetep dengan packaging seadanya). teman saya mencoba nembus pasar swalayan, sayang harus ada ijin produksi. dan ternyata waktu diurus, terdeteksi menggunakan pewarna sintetis. jadi berantakan deh. Begitu kalo kurang pengetahuan n tidak menyadari bahaya bahan sintetis. mbok tolong kalo ada yang menguasai hal ini sosialisasi ke kampung2. agar tidak berlanjut terus dalam ketidaktahuan. matur nuwun. Endang Na SMK Negeri 2 Kendal --- Pada Sen, 5/1/09, Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> menulis: Dari: Yusuf Iskandar <yiskandar_2000@ yahoo.com> Topik: Re: [kendal-online] Ngopi ala kendal: kopi tubruk dan kue espres Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com Tanggal: Senin, 5 Januari, 2009, 8:07 PM Wah, dadi njuk kepingin melu nyruput kopine..... Kalau di Kendal itu kopinya kira-kira darimana ya..... Siapa tahu ada yang bisa dikembangkan lebih lanjut..... (pokoke bisnis wae sing ono ning pikiran ki...). Ya..ya.., saya ingat tentang kue espress ini. Beberapa waktu yang lalu waktu ke Kendal saya sengaja cari balung kuwuk. Adik saya membantu mencarikannya. Panganan ndeso iki jannnn... kemripik lan gurih tenan. Pulang ke Jogja saya bawa 10 bungkus besar balung kuwuk. Dua kali ke Kendal, dua kali ngangkut balung kuwuk. Sayang "packing"-nya masih terkesan seadanya. Sedang saya gagas untuk di-"repacking" untuk dijual kembali. Potensinya bisa mengglobal. Siapa tahu kue espress juga punya potensi yang sama... Nuwun sharing-nya, mas. Salam, Yusuf --- On Sun, 1/4/09, imron_m <imro...@yahoo. com> wrote: From: imron_m <imro...@yahoo. com> Subject: [kendal-online] Ngopi ala kendal: kopi tubruk dan kue espres To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Sunday, January 4, 2009, 11:39 PM Di jakarta, pengin nyantai sambil ngopi mah gampang. Cafe-cafe bertebaran di mana-mana. Kalau lagi di kantor, tinggal nyeberang jalan, ada starbuck dan cafe suryo. Kopi hitam jadi sasaran. Jangan manis, biar cita rasa kopinya tidak sembunyi di balik gula. Sebelum nyeruput kopi, gigit dikit kue sebesar koin 100an --senantiasa disertakan-- yang manis itu. Cukup membuat rasa manis 1-2 seruput. KAlau lapar dan untuk menghilangkan eneg kebanyakan kopi, kue tiramizu atau yang lain dalam daftar menu bisa jadi pilihan. Nah, dua minggu akhir tahun kemarin saya liburan di kendal. Jelas tidak ada tempat ngopi macam di Jakarta. Kalaupun ada starbuck di Kendal, saat ini pasti tidak akan melangkahkan kaki ke sana.. Sebuah solidaritas kecil untuk Palestina. Pun kalau ada suryo cafe di Kendal, juga rasanya tidak akan tergoda. Maklum, program 2009 adalah hidup hemat biar bisa punya modal buka warung seperti Pak Yusuf Iskandar. Sebagai alternatif, pas ngantar istri ke Pasar Pegandon, saya beli kopi tubruk curah, tanpa merek. Saya juga beli kue tradisional lainnya. Salah satunya kue espres. Itu lho yang bentuknya bulat, pipih, warna putih, dibuat dari campuran gula dan tepung (orang kendal menyebut) erut, atau tepung sagu ya? Tidak lupa beli gorengan. Entah dari mana idenya, saya menjadikan kue espres itu sebagai pengantar minum kopi tubruk pahit. Rasanya? Asli, enak. Anak-anak saya juga menjadikan kue espres sebagai teman minum teh kepyur. Gorengan juga tidak kalah mantap dibanding tiramizu atau kue model kafe lainnya. Pagi tadi anak saya telepon bu liknya di Pegandon. Minta dikirimin kue espres. Sangat banyak cita rasa lokal. Tetapi kenapa ya jadi kurang gengsi untuk dikonsumsi dan kurang seksi untuk dielaborasi dari sisi bisnis.... Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di .

