Subhanallah.. Temen2 kita Kendal ini banyak orang pinter dn hebat ... Lajutkan....
(saya monitor) ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : [email protected] Email : [email protected] Blog : www.asrofi.web.id Office : www.sentraproperty.com 2010/4/22 ery wijaya <[email protected]> > > > Pak Kun, saya coba bantu yang sedikit saya tau :D > > Isu sawah menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca itu terjadi ketika > revolusi hijau ada, ketika booming populasi di dunia, disertai kebutuhan > padi dan bahan pangan yang luar biasa, sehingga kemudian kebutuhan akan > pupuk buatan (artificial) sangat pesat untuk menandingi permintaan bahan > pangan yang tinggi ini. Di sisi lain, sawah itu kan seperti area rawa ya, > padi perlu genangan air untuk tumbuh dimasa2 awal, dimana pemupukan juga > dilakukan disaat-saat itu (koreksi saya jika salah, karna bukan orang > agriculture). Genangan air dan pupuk yg berlebihan menyebabkan anaerobik > (tanpa oksigen) memacu bakteri methanogenic bekerja untuk mendaur ulang > pupuk yang berlebihan tersebut dan menghasilkan methana (CH4) ke atmosfir > (tolong dicek juga penjelasan awam saya ini). Methana kan salah satu dari > golongan gas rumah kaca. Perlu diketahui, bahwa usia CH4 di atmosfir itu 24 > kali lebih lama dari pada karbon dioksida CO2. Sehingga efeknya berlipat 24 > kali dari CO2. Itulah kenapa meski jumlahnya di atmosfir tidak sebanyak CO2 > tapi karna usia hidupnya lebih lama maka CH4 dianggap tidak kalah bahaya > dengan CO2. > > Isu padi dan peternakan menjadi pemicu pemanasan global itu hal yang benar, > tapi kalau ditujukan untuk negara berkembang saya rasa itu tidak sepenuhnya > benar. Mari kita tengok populasi sapi terbesar di dunia ada dimana? pasti di > negara maju; Australia, Amerika, New Zeland dll, kenapa? karna index > konsumsi protein hewani orang-orang negara maju sangat jauh lebih besar dari > pada kita-kita yang tinggal di negara berkembang, bahkan saking > berlebihannya produksi sapi mereka sampai di ekspor ke negara kita. Jadi isu > 20% penyumbang gas rumah kaca di negara Amerika berasal dari Sapi itu adalah > hal yang benar :) > > Kalau isu pembakaran hutan itu menjadi pemicu pemanasan global bisa saya > lihat dari dua sisi: > > 1. Menurut IPCC, siklus karbon biomasa itu adalah nol, kenapa? karna > proses pembakaran yang menghasilkan karbon ke atmosfir dengan proses > penyerapan kembali karbon oleh tanaman yang baru tumbuh/ditanam sangat > cepat, bisa dalam hitungan dibawah 7tahun. Sehingga tidak dignifikan jika > dibandingkan dengan siklus CO2 (100 tahunan) > 2. Hal yang ironis di negara-negara berkembang, khususnya Indonesia > yakni tanaman yang kita bakar/terbakar tidak kemudian diganti dengan > penanaman tanaman baru (reboisasi) atau kalau tidak mau dikatakan seperti > itu, proses reboisasinya sangat lambat dibandingkan dengan kebakaran hutan > yang terjadi. Sehingga siklus karbon menjadi tidak seimbang alias tidak > menjadi nol. Ini kemudian yang memacu negara-negara maju memasukkan karbon > hasil kebakaran hutan di Indonesia menjadi salah satu pemasok gas rumah > kaca. > > Demikian opini saya sebagai orang yang awam di bidang pertanian :) saya > kira Pak Kun malah lebih jago. Oh iya mau nanya Pak kapan ya UPN buka > pendaftaran, adek saya tertarik untuk masuk di pertanian UPN. Matur nuwun > > Salam, > > > Ery Wijaya > http://erywijaya.wordpress.com/ > <http://ery-wijaya.web.ugm.ac.id> > <http://kamase.org> > > > ------------------------------ > *From:* muhamad kundarto <[email protected]> > *To:* ilmu tanah <[email protected]>; milist dosen UPN < > [email protected]>; alumni faperta < > [email protected]>; kendal online < > [email protected]>; milist alumni <[email protected]> > *Sent:* Wed, 21 April, 2010 23:10:18 > *Subject:* [kendal-online] Misteri PEMANASAN GLOBAL > > > > Sepuluh tahun lalu, ada isue sawah sebagai penipis ozon karena dianggap > penyumbang gas metan. Ternyata anggapan ini hanyalah isue memojokkan > terhadap keberadaan padi, karena bangsa asia sudah terbiasa makanan pokoknya > padi. Ceritanya biar si Gandum merajai wilayah asia, khususnya dengan > masuknya makanan roti dan mie instan. > Kemudian beberapa bangsa di asia membuat penelitian tandingan, yang intinya > sawah punya multifungsi, bukan sekedar penghasil beras belaka. Malah gerakan > ini terespon sampai pencanangan ketahanan pangan dengan cara membuat kawasan > sawah lestari. > > Nah, beberapa tahun terakhir ini kita disibukkan dengan isu pemanasan > global. Argumennya 100 tahun terakhir terjadi pencemaran luar biasa, > sehingga suhu meningkat, es mencair, permukaan laut naik, terjadi perubahan > iklim, dll, sehingga seluruh dunia diharapkan dapat melakukan mitigasi dan > adaptasi secara global. > Terhadap isue ini, ada 2 misteri yang menarik untuk disimak. > > Pertama, negara-negara barat seakan kompak, tentu dengan argumen hasil > riset, bahwa pertanian (sawah), kehutanan (pembakaran hutan) dan peternakan > (kotoran ternak) dianggap menjadi sumber pencemar super tinggi bagi > penipisan ozon, bahkan melebihi pencemaran industri negara-negara barat. Ada > kesan, negara-negara berkembanglah yang jadi faktor utama penyebab pemanasan > global. > > Kedua, benarkah pemanasan global ini hanya karena faktor pencemaran. Isu > ramalan bangsa maya yang hitungan tahunnya berakhir 2012 jadi heboh setelah > difilmkan. Namun data yang lebih akurat dari BMKG yang menginformasikan 2012 > dan sekitarnya (maju-mundur) akan terjadi ledakan-ledakan di permukaan > matahari. Ini peristiwa biasa dari matahari, secara periodik. Tapi dampaknya > dapat berimbas sampai bumi. Dampak ini selain gelombang elektromagnetik, > bisa juga turut meningkatkan suhu bumi secara drastis. > > Terhadap misteri yang pertama, kita kan tahu bahwa sejak jaman nenek moyang > dahulu aktifitas pertanian-peternaka n-kehutanan sudah dilakukan. Kok > tiba-tiba diklaim sebagai penyebab utama pencemaran lingkungan? > Misteri kedua, mungkin memang pencemaran akan menaikan suhu, tapi tidak > sedrastis pada kisaran 2012 ini. Jadi bisa saja karena faktor alamiah. > > Mohon yang punya data lebih akurat untuk disharing. > Untuk menjadi pencerahan kita semua..... > > nuwun > > m Kun > > > >

