Akunya yang awam ilmu kimia, pernah mendapat penjelasan dari dosen-dosen tanah 
di UGM. tanah sawah bisa aja menyumbang gas methan tapi kemungkinannya sangat 
kecil. terjadinya apabila genangan air tidak mengalir dan kondisinya reduksi 
(tanpa O2) tinggi.dengan berseloroh beliau bilang "kalo ada bangkai di sawah, 
tergenang lama tanpa mengalir, itu baru mengeluarkan gas methan".lha 
sawah-sawah kita kan umumnya sirkulasi air sangat baik, bahkan genangan air 
selalu berjalan dari petak ke petak.
argumen yang lebih tepat adalah genangan sawah di daerah rawa karena sirkulasi 
air sangat jarang.
Aku lihat laporan KLH RI yang membuat analisis tandingan dari analisis peneliti 
barat, agar biang kerok pemanasan global tidak melulu yang disalahkan negara 
tropis.
Coba deh kalo ke bandara Jogja, di bagian pengambilan barang/tas, ada iklan 
besar bahwa pertanian dan peternakan lebih besar dalam menyebabkan pemanasan 
global dibandingkan cerobong asap industri.naluriku mengatakan ini pemelintiran 
data ilmiah, cuma aku gak tau argumen data pendukungnya hehhee....
   

--- On Thu, 4/22/10, ery wijaya <[email protected]> wrote:

From: ery wijaya <[email protected]>
Subject: Re: [kendal-online] Misteri PEMANASAN GLOBAL
To: [email protected]
Date: Thursday, April 22, 2010, 12:01 AM















 
 



  


    
      
      
      Pak Kun, saya coba bantu yang sedikit saya tau :D

Isu sawah menjadi salah satu penyumbang gas rumah kaca itu terjadi ketika 
revolusi hijau ada, ketika booming populasi di dunia, disertai kebutuhan padi 
dan bahan pangan yang luar biasa, sehingga kemudian kebutuhan akan pupuk buatan 
(artificial) sangat pesat untuk menandingi permintaan bahan pangan yang tinggi 
ini. Di sisi lain, sawah itu kan seperti area rawa ya, padi perlu genangan air 
untuk tumbuh dimasa2 awal, dimana pemupukan juga dilakukan disaat-saat itu 
(koreksi saya jika salah, karna bukan orang agriculture) . Genangan air dan 
pupuk yg berlebihan menyebabkan anaerobik (tanpa oksigen) memacu bakteri 
methanogenic bekerja untuk mendaur ulang pupuk yang berlebihan tersebut dan 
menghasilkan methana (CH4) ke atmosfir (tolong dicek juga
 penjelasan awam saya ini). Methana kan salah satu dari golongan gas rumah 
kaca. Perlu diketahui, bahwa usia CH4 di atmosfir itu 24 kali lebih lama dari 
pada karbon dioksida CO2. Sehingga efeknya berlipat 24 kali dari CO2. Itulah 
kenapa meski jumlahnya di atmosfir tidak sebanyak CO2 tapi karna usia hidupnya 
lebih lama maka CH4 dianggap tidak kalah bahaya dengan CO2.

Isu padi dan peternakan menjadi pemicu pemanasan global itu hal yang benar, 
tapi kalau ditujukan untuk negara berkembang saya rasa itu tidak sepenuhnya 
benar. Mari kita tengok populasi sapi terbesar di dunia ada dimana? pasti di 
negara maju; Australia, Amerika, New Zeland dll, kenapa? karna index konsumsi 
protein hewani orang-orang negara maju sangat jauh lebih besar dari pada 
kita-kita yang tinggal di negara berkembang, bahkan saking berlebihannya 
produksi sapi mereka sampai di ekspor ke negara kita. Jadi isu 20% penyumbang 
gas rumah kaca di negara Amerika berasal dari Sapi itu adalah
 hal yang benar :)

Kalau isu pembakaran hutan itu menjadi pemicu pemanasan global bisa saya lihat 
dari dua sisi:
Menurut IPCC, siklus karbon biomasa itu adalah nol, kenapa? karna proses 
pembakaran yang menghasilkan karbon ke atmosfir dengan proses penyerapan 
kembali karbon oleh tanaman yang baru tumbuh/ditanam sangat cepat, bisa dalam 
hitungan dibawah 7tahun. Sehingga tidak dignifikan jika dibandingkan dengan 
siklus CO2 (100 tahunan)Hal yang ironis di negara-negara berkembang, khususnya 
Indonesia yakni tanaman yang kita bakar/terbakar tidak kemudian diganti dengan 
penanaman tanaman baru (reboisasi) atau kalau tidak mau dikatakan seperti itu, 
proses reboisasinya sangat lambat dibandingkan dengan kebakaran hutan yang 
terjadi. Sehingga siklus karbon menjadi tidak seimbang alias tidak menjadi nol. 
Ini kemudian yang memacu negara-negara maju memasukkan karbon hasil kebakaran 
hutan di Indonesia menjadi salah satu pemasok gas rumah
 kaca.Demikian opini saya sebagai orang yang awam di bidang pertanian :) saya 
kira Pak Kun malah lebih jago. Oh iya mau nanya Pak kapan ya UPN buka 
pendaftaran, adek saya tertarik untuk masuk di pertanian UPN. Matur nuwun
 Salam, 


Ery Wijaya
http://erywijaya. wordpress. com/

  

From: muhamad kundarto <mask...@yahoo. com>
To: ilmu tanah <ilmuta...@yahoogrou ps.com>; milist dosen UPN <dosen_upnjogja@ 
yahoogroups. com>; alumni faperta <lintas_alumni_ fape...@yahoogro ups.com>; 
kendal online <kendal-online@ yahoogroups. com>; milist alumni 
<up...@yahoogroups. com>
Sent: Wed, 21 April, 2010 23:10:18
Subject: [kendal-online] Misteri PEMANASAN GLOBAL








 



    
      
      
      Sepuluh tahun lalu, ada isue sawah sebagai penipis ozon karena dianggap 
penyumbang gas metan. Ternyata anggapan ini hanyalah isue memojokkan terhadap 
keberadaan padi, karena bangsa asia sudah terbiasa makanan pokoknya padi. 
Ceritanya biar si Gandum merajai wilayah asia, khususnya dengan masuknya 
makanan roti dan mie instan.Kemudian beberapa bangsa di asia membuat penelitian 
tandingan, yang intinya sawah punya multifungsi, bukan sekedar penghasil beras 
belaka. Malah gerakan ini terespon sampai pencanangan ketahanan pangan dengan 
cara membuat kawasan sawah lestari.
Nah, beberapa tahun terakhir ini kita disibukkan dengan isu pemanasan global. 
Argumennya 100 tahun terakhir terjadi pencemaran luar biasa, sehingga suhu 
meningkat, es mencair, permukaan laut naik, terjadi perubahan iklim, dll, 
sehingga seluruh dunia
 diharapkan dapat
 melakukan mitigasi dan adaptasi secara global.Terhadap isue ini, ada 2 misteri 
yang menarik untuk disimak.
Pertama, negara-negara barat seakan kompak, tentu dengan argumen hasil riset, 
bahwa pertanian (sawah), kehutanan (pembakaran hutan) dan peternakan (kotoran 
ternak) dianggap menjadi sumber pencemar super tinggi bagi penipisan ozon, 
bahkan melebihi pencemaran industri negara-negara barat. Ada kesan, 
negara-negara berkembanglah yang jadi faktor utama penyebab pemanasan global.
Kedua, benarkah pemanasan global ini hanya karena faktor pencemaran. Isu 
ramalan bangsa maya yang hitungan tahunnya berakhir 2012 jadi heboh setelah 
difilmkan. Namun data yang lebih akurat dari BMKG yang menginformasikan 2012 
dan sekitarnya (maju-mundur) akan terjadi ledakan-ledakan di permukaan 
matahari. Ini peristiwa biasa dari matahari, secara periodik. Tapi dampaknya 
dapat berimbas sampai bumi. Dampak ini selain
 gelombang elektromagnetik, bisa juga turut meningkatkan suhu bumi secara 
drastis. 
Terhadap misteri yang pertama, kita kan tahu bahwa sejak jaman nenek moyang 
dahulu aktifitas pertanian-peternaka n-kehutanan sudah dilakukan. Kok tiba-tiba 
diklaim sebagai penyebab utama pencemaran lingkungan?Misteri kedua, mungkin 
memang pencemaran akan menaikan suhu, tapi tidak sedrastis pada kisaran 2012 
ini. Jadi bisa saja karena faktor alamiah.
Mohon yang punya data lebih akurat untuk disharing.Untuk menjadi pencerahan 
kita semua.....
nuwun
m Kun




      

    
     










      

    
     

    
    


 



  











      

Kirim email ke