Kalau saya milih untuk sebisa mungkin gak punya urusan di Jakarta mas hehehe..saya benar2 setress klo pas ke Jakarta, angkutan gak ada yg nyaman, mana macetnya panjang dan bunyi klakson kyk suara terompet suporter di dalam stadion, sahut2an gt.
Kalau menurut saya lebih baik Ibu kota dipindah saja dari Jakarta, biaya eksternal yang kita tanggung selama ini akibat buruknya sektor transportasi sangat besar, lebih besar dari pada mindahin Ibu kota. Pokoke Jakarta wes ruwet uwet uwet hehehe Salam, Ery Wijaya http://erywijaya.wordpress.com/ ________________________________ From: ASROFI <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, 26 August, 2010 23:15:24 Subject: Re: [kendal-online] undangan aksi damai di jakarta 1. Apalagi mas Alfian yang sudah kecukupan, saya yang belum mampu beli mobil pribadi aja milih nomor 3 mas. 2. Saat ini ketika saya di Jakarta saya milih nomor 2 karena belum mampu ambil nomor 3. 3. Jadi nomor 1 masih belum manjadi pilihan siapapun di Jakarta.maka., teruslah macet. macet teruslah. Mas Alfian lebaran mudik ga mas? ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : [email protected] Email : [email protected] Blog : www.asrofi.web.id Office : www.sentraproperty.com 2010/8/26 <[email protected]> >Pilih 3 mas >Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ >From: ASROFI <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Thu, 26 Aug 2010 20:04:57 +0700 >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: Re: [kendal-online] undangan aksi damai di jakarta > > > 1. Jakarta tidak akan pernah terbebas dari macet sampai pemerintahnya > bener2 >serius, bukan hanya main2. > 2. 3 in one pun seperti main2 > 3. busway pun seperti main2, target "kaum ekonomi menengah" naik busway > tidak >akan pernah terlaksana karena naik busway seperti masuk ke dalam kaleng >sarden, >ngantri terminal busway di harmoni juga seperti demo di tengah jalan, kita >harus >empet2an dan sambil menikmati bau keringat, kaum menengah ke atas ga bakal >bertahan lama di busway, mereka lebih memilih naik mobil pribadi walau macet >(dan itu akan terus menambah macet) > > 4. penyangga monorail yg sudah dibangun begitu banyak di kuningan dan > senayan >pun seperti mainan anak tk yg sedang belajar menggambar. duit milyaran dibuang >sia2.justru lebih bodoh dari anak tk. > > 5. melarang motor roda 2 boleh2 saja, tapi nanti itu setelah alat > transportasi >massal sudah OK, tanpa ini pemerintah sama aja bunuh diri, tidak bakal ada yg >dukung. boro-boro berharap populer.. > > 6. Kalau melarang motor roda 2 jangan lupa pembatasan mobil pribadi > roda 4 >juga, karena itu juga biang kemacetan. >Hanya ada 3 cara solusi anti macet jakarta > > * Pemerintah harus berani, jangan takut dengan pengusaha. > > * PERBAIKI SARANA TRANSPORTASI UMUM / transportasi masal (sumber uang > ada di >nomor berikutnya) > > * Pajak mobil dan motor harus dinaikkan sampai 300%, Parkir naikkan > 500% >(uangnya bisa digunakan untuk memperbaiki sarana transportasi masal >tadi)Tahukah >anda bahwa kredit mobil bsia samapi dengan 0% sementara di negara lain harga >mobil sangat mahal, di Hongkong dan Singapore harga mobil sangat mahal. Di >Hongkong hanya orang super kaya saja yang bisa membeli mobil mewah. > >Tulisan ini saya tutup dengan sebuah pernyataan dari bos saya dulu waktu saya >bekerja untuk perusahaan yang berkedudukan di Singapore, Dulu ketika saya >dikasih tugas cari harga mobil box dan saya dapat harganya bos Singapore itu >kaget "it is very affordable, in Singapore car is very expensive, our >government >doesn't encourage their people to buy a car". > >Kuis >=== >Jika anda berada di Jakarta, dengan keadaan ekonomi anda sekarang, pilih model >transportasi yang mana dari 3 hal di bawah ini: >1. Naik kendaraan umum >2. Naik motor >3. Naik mobil pribadi >Pilihan anda adalah NYATA. Dan pilihan anda adalah jawaban tentang kemacetan >Jakarta. Dan Jakarta akan seperti pilihan anda. > >-- > >ASROFI > >Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah >Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan >Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal > >Mobile : +6281 311 661 479 >Yahoo : asrofism >G-Talk : [email protected] >Email : [email protected] >Blog : www.asrofi.web.id >Office : www.sentraproperty.com > > > >2010/8/26 witono hidayat <[email protected]> > > >>Press Release: >> >>*** >> >>Rencana pemerintah untuk membatasi ruang gerak dan populasi sepeda motor di >>DKI >>Jakarta tetap mengemuka. Meskipun pemberitaan kebijakan ini sempat meredup >>tertimpa isu-isu sosial lainnya, kebijakan kontroversial ini terus menuai pro >>dan kontra di masyarakat. >> >>Reaksi kontra datang dari berbagai komunitas dan organisasi pengguna roda >>dua. >>Sejumlah besar anggotanya yang sebagian besar menggunakan moda transportasi >>roda >>dua ini sebagai kendaraan sehari-hari menolak keras kebijakan pemerintah >>tersebut. >> >>Road Safety Association (RSA), sebagai lembaga swadaya masyarakat yang peduli >>terhadap permasalahan keselamatan jalan pun bereaksi. “Masyarakat rela >>memakai >>sepeda motor bahkan dengan cara kredit sekalipun, karena transportasi publik >>tidak cukup layak mengakomodasi kebutuhan transportasi mereka, Hendaknya >>pemerintah tidak membuat kebijakan semena-mena dengan membatasi sepeda motor >>tanpa dibarengi dengan perbaikan kualitas layanan transportasi publik” tukas >>Rio Octaviano, ketua umum RSA. >> >>Sebagai implementasi kontra kebijakan pemerintah, RSA yang memperoleh >>dukungan >>dari lebih dari 70 klub dan komunitas roda dua itu tengah merencanakan aksi >>damai. Dengan tema “Tolak Pembatasan Sepeda Motor, Sediakan Transportasi >>Publik >>Yang Aman, Nyaman dan Terjangkau”, RSA akan menggelar aksi damai pada tanggal >>28 >>Agustus 2010. >> >> >>Aksi akan berpusat pada orasi di bundaran HI dan konvoi dari Senayan hingga >>Silang Monas. Sebagai hasil dari aksi tersebut, RSA akan mengajukan tuntutan >>kepada pemerintah, diantaranya penolakan pembatasan sepeda motor sebelum ada >>perbaikan transportasi publik. >> >>Diharapkan dengan adanya aksi damai ini pemerintah kota DKI Jakarta dan >>instansi >>terkait dapat meninjau kembali bahwa pengguna sepeda motor bukanlah pihak >>yang >>paling berkontribusi terhadap kemacetan dan maraknya penggunaan kendaraan >>pribadi akan terus bertambah sampai transportasi publik yang aman, nyaman dan >>terjangkau diwujudkan. >> >> >

