Asana teh baheula jaman kuring sakola SMP
teu pati "mempersoalkan" kurikulum jeung metode pangajaran.
Tapi babaturan jadi barisa ngomong basa sunda lancar.

mrachmatrawyani





________________________________
From: Ki Hasan <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]>
Cc: Baraya Sunda <[email protected]>
Sent: Thu, July 14, 2011 3:24:19 PM
Subject: [kisunda] Re: Kongres Bahasa Sunda IX

  

 
  
Bahasa Sunda di Ujung Tanduk 
Ditulis oleh Arief Sujatmoko pada 2011-07-13 14:11:48 
 
Remaja di kota besar di Jawa Barat mulai meninggalkan bahasa  Sunda sebagai 
bahasa sehari-hari. Hal ini dikarenakan kurikulum bahasa  Sunda yang diajarkan 
di sekolah menekankan pada metode hafalan.  Pernyataan tersebut diungkapkan 
oleh 
Rektor Universitas Padjadjaran  Ganjar Kurnia dalam Kongres Basa Sunda IX di 
Bogor, selasa (12/7).

Kurikulum  bahasa Sunda di sekolah-sekolah sekarang terkesan memberatkan siswa  
karena metode hafalan yang digunakan tidak membuat siswa menggunakannya  dalam 
komunikasi sehari-hari. Selain itu, masuknya budaya luar juga  menjadi salah 
satu faktor berkurangnya minat remaja untuk menggunakan  bahasa daerah.

Ganjar menambahkan, dalam ranah sastra Sunda, dia  tidak melihat adanya 
wajah-wajah baru. "Hadiah sastra diisi oleh wajah  yang sama, belum ada 
regenerasi," ungkapnya. Selain itu, aksara Sunda  yang juga sudah ditinggalkan.

Menurut Ganjar, ada beberapa hal  yang dapat dilakukan untuk melestarikan 
bahasa 
daerah tersebut, di  antaranya adalah mengubah metode pengajaran bahasa Sunda. 


Sekarang,  hanya pesantren yang mewajibkan anak muridnya berbahasa sunda dalam  
kegiatan sehari-hari. Ganjar mengatakan bahwa pesantren adalah benteng  
terakhir 
dalam pelestarian bahasa Sunda.
 
http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1527/bahasa-sunda-di-ujung-tanduk

 

Kirim email ke