Jumat, 21/05/2010 08:57 WIB
Politik di Balik Kecantikan Miss USA & Miss 
Universe
Fitraya Ramadhanny - detikNews
 
 
<a 
href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE'
 target='_blank'><img 
src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b'
 border='0' alt='' /></a> Jakarta - detikhot awal pekan ini melansir 
Rima Fakih menjadi muslim pertama yang menang Miss USA 2010. Pemilihan Miss USA 
dan juga Miss Universe, adalah dua momen yang tidak boleh saya lewatkan, tapi 
itu bukan karena  paras 
cantik dan bodi aduhai.

Percaya atau tidak, saya punya cara 
pandang yang sama sekali berbeda terhadap ajang adu kecantikan itu. 
Ketika orang mengagumi paras, bodi aduhai, atau mungkin juga kecerdasan 
mereka, buat saya, itu semua tidak penting. Miss USA dan Miss Universe, 
buat saya hanya bermakna tunggal, POLITIK.

Menurut saya, Miss USA dan nanti dilanjutkan Miss Universe adalah cara paling 
sederhana untuk 
memahami garis-garis  kebijakan politik Paman Sam. Miss USA adalah 
potret kebijakan politik  dalam negeri, Miss Universe adalah potret 
kebijakan politik luar negeri. Itu semua untuk satu tahun ke depan 
setelah sang putri kecantikan terpilih.

Tidak percaya? Lebih baik kali ini Anda percaya. Mari kita mulai urai 
analisanya:

Komunikasi politik, adalah elemen paling penting dalam strategi politik di 
Amerika. Pencitraan menjadi senjata paling ampuh untuk menentukan baik 
buruknya sesuatu. Dan peran tunggal pencitraan diserahkan kepada MEDIA. 
Tentu sudah banyak Anda tahu betapa gurita media AS juga menjalankan 
tugas propaganda, terutama televisi.

Namun, yang belum banyak 
kita sadari, pesan tersembunyi banyak disusupkan dalam beraneka program 
televesi, dan itu bukan dalam berita. Percayalah, Gedung Putih sudah 
tahu gambar apa yang harus muncul di depan mata Anda. Mulai dari wajah 
orang sampai latar belakang. Semua bisa menanamkan pesan di benak anda.

Miss USA dan Miss Universe dalam 4 dekade terakhir, telah menjadi alat 
propaganda yang efektif. Gadis-gadis yang terpilih sebagai ratu 
kecantikan, jangan cuma dilihat sebagai individu. Mohon kiranya bisa 
melihat mereka dengan berbagai agenda politik yang bisa disimbolkan 
lewat daerah asal, etnisitas, bahkan nama mereka.

Terus terang 
biasanya saya langsung fokus dengan Miss Universe karena kebijakan 
politik luar negeri AS lebih menarik dan berdampak banyak dari pada 
urusan dalam negeri mereka. Sebelum saya memberikan contoh, ini dia 
prinsip paling dasar untuk menonton acara penobatan Miss Universe 
menurut saya:

1. Top 10 Finalis Miss Universe dipilih dari 
negara-negara yang mendapatkan apresiasi Gedung Putih untuk satu tahun 
yang sudah berlalu. Biasanya negara-negara yang tunduk pada tekanan AS, 
memberikan pintu lebar untuk masuknya perusahaan-perusaahaan asing, atau negara 
binaan AS yang harus mendapatkan publikasi.

2. Top 5 
Finalis Miss Universe dipilih dari negara-negara yang akan menjadi fokus 
perhatian Gedung putih untuk tahun ini. Mereka akan menjadi target 
pendekatan karena kepemilikan minyak dan gas, beraneka bahan tambang, 
lokasinya penting secara geografis, atau negaranya penting untuk 
dijadikan sekutu.

3. Miss Universe dipilih dari satu negara yang 
menjadi negara fokus yang akan diberikan pencitraan oleh AS. Negara ini 
akan didekati habis-habisan, untuk mendukung kebijakan politik luar 
negeri AS.

OK! Sekarang saya mau ingatkan, pemilihan Miss 
Universe tidak bisa lepas dari situasi politik internasional, dan 
nasional untuk kasus Miss USA. Ayo kita masuk ke contoh, rumusannya kita buat 
begini: Situasi politik internasional dulu, baru kita lihat siapa 
Miss Universe-nya.

2004
George W Bush sudah 
empat tahun mengobarkan perang melawan terorisme, sebentar lagi Pilpres 
di AS dan Bush harus bertahan. Afghanistan sudah takluk dan ladang 
minyak sudah dibagi-bagi. 'Perang melawan terorisme' memasuki babak 
pre-emptive action dengan menyerbu Irak. Inggris yang jadi sekutu loyal, terus 
dihantam protes dalam negeri meminta tentara dipulangkan. AS 
butuh sekutu tambahan untuk dibujuk mengirim anak muda mereka untuk 
dikorbankan di Irak.

Miss Universe: Jennifer Hawkins dari 
Australia

2007
Kavling minyak di Irak juga 
sudah dibagi-bagi rata untuk para sponsor perang. Sekarang Bush ingin 
menghantam Ahmadinejad dari Iran. Namun setelah beberapa tahun, 
Ahmadinejad terus bertahan, sementara Kim Jong Il juga mulai jahil di 
Korea Utara. Bush menyebut mereka Evil Axis, Poros Setan. Sementara 
tinggal 1 tahun tersisa, Ahmadinejad tidak juga goyah. Bush memutuskan 
melepas Ahmadinejad dan memilih menahan Kim Jong Il. Butuh sekutu yang 
bertetangga dengan Korea Utara dan bisa dibujuk agar mengeluarkan 
kebijakan diplomasi keras untuk Korea Utara.

Miss Universe: Riyo 
Mori dari Jepang

2008-2009
Krisis ekonomi 
global sudah dirasakan dampaknya. Harga minyak membumbung tinggi. AS 
sedang berganti presiden. Irak rupanya tidak bisa jadi jaminan. 
Pembakaran ladang minyak sudah membuat mereka pusing, dan sudah ribuan 
tentara AS mati sia-sia. Situasi sulit untuk Bush (2008) dan Obama 
(2009). Untuk mengamankan perekonomian, siapapun harus bisa memegang 
minyak. Minyak yang aman ada di Amerika Latin. Bisa didapat tanpa 
perang, namun para kepala negaranya benci dengan AS, jadi perlu dibujuk.

Miss Universe: 2008 - Dayana Mendoza dan 2009 - Stefania Fernandez, keduanya 
dari Venezuela

Masih kurang buktinya? Ayo kita lihat untuk skala mikro: Miss USA. Kalau Miss 
USA ini untuk urusan politik internal 
Amerika saja.

2008
Tahun terakhir 
pemerintahan Bush. Popularitasnya terjun drastis. Publik sudah lelah 
dengan perang Irak. Krisis ekonomi merajalela. Pemerintah butuh dukungan dari 
kelompok lain di luar White-Anglo-Saxon-Protestant. Mereka harus 
diangkat-angkat biar mau mendukung pemerintah.

Miss USA: Crystle 
Stewart (Afro-American)

2010
Tahun kedua 
pemerintahan Obama. AS berusaha memperbaiki citra internasional akibat 
10 tahun perang melawan terorisme. Obama yang keturunan Kenya, sempat 
menjadi Muslim, merasa punya modal untuk menyelamatkan muka USA di 
hadapan negara muslim. Obama pidato di Kairo memuji dialog Islam dan 
Barat. Bulan Juni nanti Obama akan ke Indonesia, negara Muslim terbesar. 
Sebelum ke Indonesia, harus ada kabar baik soal Islam di dalam negeri 
Amerika.

Miss USA: Rima Fakih (Muslim)

Jadi pasang mata 
baik-baik, dan kita bisa meraba sepak terjang Amerika dalam setahun ke 
depan. Bahkan bila data-data Anda sudah cukup, mungkin Anda bisa 
memprediksi pemenang tahun depan, atau bahkan menebak kapan Putri 
Indonesia juara Miss Universe.

Bagi saya, Putri Indonesia 
berpeluang masuk Top 10 tahun ini bersama Mesir. Soal juara Miss 
Universe, mungkin itu bergantung hasil kunjungan Obama ke Indonesia, 
bulan Juni mendatang.

*) Fitraya Ramadhanny adalah wartawan detikcom. Tulisan ini merupakan opini 
pribadi dan tidak 
mewakili pendapat perusahaan tempat penulis bekerja. 


      

Kirim email ke