MUI akan Gelar Pameran Kebudayaan Islam Indonesia-China 
Thursday, 08 July 2010 12:53  Nasional  

China akan mendatangkan 73 rombongan, di antaranya 65 artis muslim  China. Akan 
hasil kebudayaan di China

Hidayatullah.com--Majelis  Ulama Indonesia (MUI) menggelar pameran kebudayaan 
Islam  Indonesia-China di Jakarta Convention Center (JCC) pada 23 Juli  
mendatang. Pergelaran ini sebagai bagian dari acara Munas ke-VIII dan  Milad 
ke-35 MUI.

Acara bertajuk China-Indonesia Islamic Cultural  Show and Expo 2010 itu akan 
dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres)  Boediono. Ketua MUI Amidhan mengatakan 
dalam konferensi pers bersama  Sekretaris MUI Ichwan Sam dan Ketua Panitia 
pameran kebudayaan  Indonesia-China Paiman Mak di Jakarta kemarin.

Menurut Amidhan,  ia telah bertemu dengan Asosiasi Islam China di China 
beberapa 
waktu  lalu. Mereka menyambut hangat rencana MUI tersebut dan menganggapnya  
sebagai tonggak peringatan 60 tahun hubungan persahabatan  Indonesia-China.

Dan kami menambahkan ini meningkatkan hubungan  tradisional muslim China dan 
muslim Indonesia yang ditandai perjalanan  admiral Cheng Ho tahun 1503, ujar 
Amidhan.

Amidhan memaparkan  China akan mendatangkan 73 rombongan, di antaranya 65 artis 
muslim  China. Mereka akan menampilkan tari-tarian dan sosiodrama mengenai  
perjalanan Islam ke negeri Tiongkok. Selain itu, mereka akan memamerkan  
porselin, tembikar, Al Quran, kaligrafi, dan lain-lain hasil kebudayaan  Islam 
di China.

Mereka akan bawa ke sini. Kemarin itu kira-kira 1  ton melalui udara kargo 
barang-barang itu dibawa kemari untuk  dipamerkan, ungkapnya.

Indonesia, lanjut Amidhan, jelas tak mau  kalah. Kami sudah sepakat di sana 
bahwa akan ada show. Indonesia akan  menampilkan juga pameran, tarian, dan 
pagelaran lainnya. Kita harus  mengisi 35 persen, tutup Amidhan.

Menurut Amidhan ada tiga tujuan  diselenggarakannya pagelaran, pertama untuk 
memperingati 60 tahun  hubungan diplomatik antara Indonesia dan China. Kedua, 
mengisi tahun  2010 sebagai tahun persahabatan Indonesia-China yang telah 
dicanangkan  oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden China Hu Jin 
Tao.  Dan Ketiga, meningkatkan hubungan tradisional muslim China-Indonesia  
yang 
telah dimulai ketika Laksamana Cheng Ho datang ke Indonesia pada  abad ke-15.

Sementara Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam menyatakan  rencana kedatangan dan 
lawatan Asosiasi Muslim China ke Indonesia  merupakan berkah bagi Indonesia. 
Menurut dia, umat Islam China sejauh  ini telah melakukan upaya modernisasi 
disegala bidang.

Ini  merupakan batu loncatan untuk membangun kesepahaman antara umat Islam  
Indonesia dengan China untuk mengemabangkan program-program ummat, ujar  Ichwan.

Ketua Panitia Paiman Mak mengatakan kebudayaan China yang  ditampilkan selama 
ini adalah dari bagian Selatan China seperti  Barongsai, Liong dan Cap Go Meh.

Sementara kebudayaan dari China  bagian Barat dan Utara jarang dan belum 
ditampilkan. Ada upaya  pemerintah China ingin merubah citra, ujarnya.

Momentum ini  menurut Paiman, kedua negara muslim besar ini dapat melakukan  
silaturahim.

Kedua negara telah melakukan hubungan yang erat  sejak lama, namun karena 
hubungan diplomatik ini mengalami pasang surut  dan adanya salah paham sampai 
sekarang. Kesalahpahaman dalam idiologi  seperti China itu komunis dan anti 
agama.

Padahal China sama  dengan Indonesia yang multi cultur, multi agama yang tetap 
harmonis.  Mereka cuma ingin mengenalkan kebudayaannya, ujarnya. 
[hat/hidayatullah.com]  


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke