saya jadi ingat dulu sewaktu pergi ke negara malaysia ini
begitu sampai bandara KL, disekitar bandara terhampar perkebunan (atau
lebih tepatnya mungkin taman) Kelapa Sawit
seolah-olah tidak langsung mereka bilang bahwa bangsa mereka adalah
penghasil kelapa sawit terbesar!!
padahal setau saya banyak kelapa sawit indonesia yang di selundupkan
ke sana untuk kemudian mereka ekspor!
satu hal lagi, mereka meng-klaim sebagai negara Islam
tapi kalo dilihat dari cara dan budaya disana, sama sekali tidak
terlihat budaya Islam tersebut
bahkan mencari masjid saja tebilang cukup sulit!!
terus banyak kafe yang menyajikan minuman keras, pengunjung malaysia
yang mengenakan baju mini, makanan non halal dsb.
jadi tentang sebutan negara munafik saya sependapat dengan Om Tono

2008/12/11 tono dj <[email protected]>:
> itulah munafiknya Malaysia, mengaku sebagai negara Islam (Konstitusi
> Malaysia Islam sebegaia agamanegara) tapi mencuri hampir semua karya budaya
> Indonesia.
> Dari Tari Kuda kepang/kuda lumping, Tari Piring. Tari Lilin, Barongan,
> Batik, Angklung, Keris.
>
> Keris asli budaya Jawa sejak abad 6, salah satu bukti di refile Candi
> borobudur asal relief proses membuatan keris. Ketika Zaman Keemasana
> Majapahit, budaya keris ini menyebar hampir keseluruh Nusantara.
>
> Kata Batik sendiri adalah asli bahasa Jawa : "ba ato mba" awalan dalam
> bahasa Jawa asli melakukan atao menulis titik-titik.
>
> saya lebih setuju tarik Dubes Indonesia, kita harus berani tegas, saat ini
> di Negara Bag Johor, Sultan Jihor memerintahan siaran Keroncong dan gamelan
> di Radio Johor non stop 24 jam 2x seminggu dikelola oleh Lembaga Warisan
> Johor.
>
> Nantinya orang akan lupa bhawa Keroncong karya lokal jenius Indonesia,
> speprti halnya orang lupa dan tidak tau bahwa Bunga Tulis asalnya dari
> Turki, saat ini orang lebih mengenal Belanda sebagai Negara Tulip
>
> ________________________________
> Dari: respati adr sastrosoewignjo <[email protected]>
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Kamis, 7 Agustus, 2008 22:03:01
> Topik: [HISTORIA-INDONESIA] Re:Keris milik Malaysia??
>
> Hm, jadi inget setaun lalu pas rame2 klaim Malaysia atas batik, saya iseng
> browse batik malaysia. Harus diakui meski motif batik2 mereka jauh di bawah
> batik kita, cara mereka mempresentasikan batik sebagai 'kebudayaan mereka'
> terbilang PD.
> Ada satu situs http://www.bahasa- malaysia- simple-fun. com/batik- malaysia.
> html yang menjelaskan kata batik berasal dari "Malay word for amba and
> titik".
>
> Saya kontak penulis; saya sampaikan bahwa penggunaan kata 'Malay' di situ
> tidaklah tepat. Mungkin 'Malay' yang dimaksud penulis adalah 'Melayu'
> (sehingga batik dapat dianggap kebudayaan umum bangsa2 melayu). Namun
> penggunaan kata tersebut akan menimbulkan kesan seolah kerajinan tersebut
> berasal dari Malaysia. Padahal, kata2 tersebut berasal dari bahasa Jawa.
> Hm...tampaknya sudah diralat...
>
> Dari artikel yang ditulis soal keris, penggunaan kata Malay memang bisa
> 'menyesatkan' , antara Malaysia, atau Melayu (sebagai rumpun). Namun karena
> di artikel tersebut disebut 'Malay kingdom', tampak penulis memang merujuk
> pada Malaysia sebagai suatu bangsa. Kalau kingdoms (plural), masih bisa
> dimaklumi bahwa yang dimaksud adalah suatu rumpun bangsa di Asia Tenggara.
> However, istilah 'keris' berasal dari bahasa Jawa, yang artinya kurang lebih
> 'menusuk'.
>
> Bicara soal klaim negara tetangga atas hasil budaya kita, kerap dipakai
> argumen bahwa both nations share common culture and values, bisa saja mereka
> klaim ini - itu sebagai hasil budaya mereka (juga); menulis this
> craft/dance/ culture originated from Malay (memanfaatkan 'ambiguitas' kata
> 'Malay'), dan jurus-jurus lain. Namun saya pikir masih ada 'celah' lain
> untuk menguji apa klaim mereka benar atau tidak.
> Contoh, alat musik angklung. Mereka sempat mengklaim angklung sebagai milik
> mereka; tapi perhatikan: antara daerah Sunda (asal angklung) dan Malaysia
> dipisahkan oleh pulau Kalimantan: apakah alat musik tersebut dikenal juga di
> Kalimantan? Bahkan masyarakat Jawa Tengah yang paling dekat dengan mereka
> pun tidak memainkan alat musik ini. Apakah masyarakat Kalimantan memakai
> istilah 'beta' untuk kata ganti orang pertama?
>
>
>
> Sebagai komunitas yang peduli warisan bangsa, perlu was-was saja atas apapun
> yang diklaim negara tetangga. Beberapa bulan lalu di Gatra ditulis bahwa
> beberapa oknum dari kalangan akademik Malaysia 'ketanggor' diam2 memotret
> naskah kuno Sumatera. Mungkin dipikirnya, lantaran sama2 Malay yah, jadi
> setelah dikritik orang Indonesia rame2 atas kasus Rasa Sayange, angklung,
> batik, dsb,  budaya Melayu Sumatera paling memungkinkan untuk diklaim. Be
> aware.
>
> Anyway, ada link yang bikin saya lega, lantaran sempat baca situs yang nulis
> "wayang kulit berasal dari Malaysia". Perkara asal muasal keris, semoga link
> ini bisa membantu: http://www.unesco. org/culture/ ich/index. php?topic=
> mp&cp=ID#TOC2
>
> cheers,
>
> respati
>
> ________________________________
> Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga!
> 

Kirim email ke