saya pikir masalahnya bukan di beri atau tidak. karena keris adalah bagian dari 
budaya indonesia. dan kenyataan itu harus tetap di pertahankan. selain itu 
malaysia sering membuat pernyataan sepihak tentang hasil budaya indonesia yang 
belum punya hak cipta.

--- On Fri, 12/12/08, ali husodo <[email protected]> wrote:

From: ali husodo <[email protected]>
Subject: [HISTORIA-INDONESIA] kenapa menyalahkan malaysia soal Keris?
To: [email protected]
Date: Friday, December 12, 2008, 4:40 AM











maaf kalo beda pendapat!
kita seharusnya tidak menyalahkan malaysia. Malay itu ibaratnya keponakan kita 
yang masih kecil, sering rewel dan belum dong!
Seharusnya kita sebagai bangsa tua ( salah satu tempat ditemukan fosil manusia 
tertua di bumi) maklum. Malaysia hanya belum dewasa dan kekanak-kanakan, 
semuanya ingin dimiliki! gak apa2 itu.
Semua keturunan suku2 dari aceh sampai papua punya keturunan di malaysia yang 
muda.Baik dari Bangsawan sampai kelas bawah sekalipun keturunan orang Indonesai 
banyak bgt kalo dirunut akar sejarahnya.
Sebagai satu keluarga besar yang sudah punya tempat tinggal sendiri, Malaysia 
sekarang sebetulnya menginginkan warisan dari leluhurnya! Sekarang tergantung 
kebijaksanaan kita sebagai orang tua, apakah diberi atau tidak!
salam
salam

--- On Fri, 12/12/08, elanto wijoyono <joeyaka...@yahoo. com> wrote:

From: elanto wijoyono <joeyaka...@yahoo. com>
Subject: Re: Bls: [HISTORIA-INDONESIA ] Re:Keris milik Malaysia??
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Date: Friday, 12 December, 2008, 1:08 PM








dialog antar budaya tampaknya sangat perlu ya...

Aku sendiri capek kalo mau selalu tuding-tudingan antara mana yang lebih baik 
dan mana yang lebih benar. Nda akan selesai deh.. ^^
Sudahlah.. ada banyak hal penting yang bisa dikerjakan, bahkan bisa pula 
dikerjakan bareng dengan temen2 kita di Malaysia utk membangun peradaban yg lbh 
baik.

Lebih baik milis kita ini digunakan untuk mencari solusi dialog budaya yang 
lebih membangun, baik antar daerah maupun antar negara. Kesalahan-kesalahan 
memang akan selalu ada dan terjadi. Pertangungjawaban (atas kesalahan) juga 
memang akan bisa dituntutkan.
Namun, ya itu tadi... itu semua ada tempatnya dan ada proporsinya sejauh mana 
dan sedalam apa akan terus dibahas. Lebih baik mendiskusikan bagaimana 
membangun solusi drpd sibuk mencari kesalahan, baik di diri kita maupun di diri 
pihak lain, yg tak akan kunjung habis.

Aku coba mulai dengan sedikit usul solusi...
Salah satu solusi membangun pemahaman budaya yang membangun (baca: baik) dengan 
dialog antar budaya bisa dimulai dengan tidak menggunakan kekurangan-kekurang 
an kita dan mereka sebagai sumber keluhan, yang akan saling dipertentangkan.

Usul kedua...
Soal klaim atas hak kekayaan intelektual dan termasuk hak atas kekayaan 
budaya... ini adalah diskusi mengenai rezim yang semestiya memiliki ruang 
khusus yang terbuka. Kasus klaim mengklaim ini sebenarnya tidak hanya terjadi 
untuk kasus antara pihak Indonesia dan Malaysia saja. Ada banyak kasus atas 
rezim hak cipta yang terjadi atas peran banyak pihak di seluruh dunia. 
Korporasi multinasional tentu saja menjadi aktor paling berperan dalam urusan 
menyuburkan rezim ini.
Aku sendiri tidak cukup suka dengan konsep hak cipta yg tertutup seperti itu. 
Justru lebih baik jika diskusi diarahkan pada bagaimana cara melawan 
ketertutupan rezim hak cipta, menjadi keterbukaan akses pembacaan dan 
pengembangan terhadap berbagai sumberdaya budaya. Keterbukaan yang dilandasi 
oleh kebebasan berekspresi, bukan yang dilandasi atas kekuatan modal dan 
politik semata. 

Anda boleh berbeda pendapat

Salam,


elanto wijoyono

:)

http://elantowow. wordpress. com

--- On Thu, 12/11/08, laura wikarma <boogie_babes26@ yahoo.com> wrote:

From: laura wikarma <boogie_babes26@ yahoo.com>
Subject: Re: Bls: [HISTORIA-INDONESIA ] Re:Keris milik Malaysia??
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Date: Thursday, December 11, 2008, 8:49 PM







memang malaysia itu tidak punya citra diri..mereka kebanyakan mau semuanya 
dimiliki..apa yg ngetren di negara lain,mereka jg mau pny..misalnya mereka 
sudah pny subway yg semua jurusan lewati,tapi dia liat di negara lain pny 
monorail..mereka jg ikut2an bikin monorail walaupun jurusannya lebih dikit dan 
kemungkinan jurusannya sama dgn subway..pikiran mereka yg penting pny..oh iya 
di kereta api mereka tidak ada pengamen/pengemisny a emang negara mereka lebih 
bersih dari kita..tiap tahun mereka mengadakan pengecekan karbondioksida 
terhadap motor/mobil. .jika melewati batas yg ditentukan mereka akan didenda 
dan tidak diperbolehkan beroperasi lagi
 
bedanya negara kita itu tidak bisa keluar dari kehidupan lampau..misalnya kita 
mau maju dengan dibukanya jalur busway yg ampir semua jurusan ada..tapi bus yg 
lama ada tidak mau dikurangi..yang ada bukannya tambah indah tapi tambah 
semerawut..nurut ku,kita hrs pintar memilih utk membangun sarana umum mana yg 
lebih penting..pilih salah satu..krn mengingat jumlah penduduk kita semakin 
meningkat..sedangka n jalanan tidak berubah2..
memang negara kita tdk bs bikin subway(kereta api bawah tanah) mengingat kota 
kita sering banjir..setidaknya belajar displin dan patuh peraturan yg 
ada..ikutin seperti negara lain,seiring jalan kita akan disorot negara lain 
jika negara kita lebih indah..
 
tourist mana yg mau dtg ke negara yg kotor,saling serobotan,buang sampah 
sembarangan, meludah dimana.apakah itu padangan yg indah?apakah tourist akan 
datang kembali di negara seperti itu?
 
kenapa malaysia bisa satu tingkat perekonomiannya diatas kita?krn mereka 
belajar displin&tertib.
1malaysia ringgit itu senilai 3.500. kapan kita bs diatas mereka?
 
masih banyak negara kita yg perlu dirombak..
 
ini nurut pengamatanku selama disana,kalian mgkn sudah tahu hal ini,aku tulis 
hny untuk memberitahukan jika ada yg blm tahu,kebiasaan mereka yaitu:
 
1.jika anda berdua(suami- istri/sesama teman) naik escalator tidak boleh 
berdampingan. .kita naik/turun selalu harus sebelah kiri,sebelah kanan hrs 
kosong gunanya utk org lain yg tergesa2 naik keatas/turun kebawah).jika bawa 
anak kecil,anak kecil yg diatas anda setelah itu baru anda
2.selama ada petunjuk dilarang merokok,dilarang makan/minum mereka tidak 
melanggarnya, kecuali anda lagi sakit batuk yg perlu minum,krn setiap sudut ada 
kamera yg merekam wajah yg lewat.jika melanggar akan dikenakan denda rm 500
3.jika sedang menunggu kereta api tidak boleh berdiri di tengah2 pintu krn itu 
utk org keluar(kita berdiri disisi paling kiri/kanan)
4.system bus mereka bayar dimuka dan mereka akan memberikan karcis satu persatu 
kesetiap org yg masuk..karcis itu bisa dipakai utk seharian kemana aja..tanpa 
bayar lagi..
5.konter beli karcis kereta api berupa mesin ATM kita tinggal pilih tujuan yg 
kita mau lalu masukan koin/uang kertas kedalamnya.. jk ada kembalian mesin itu 
akan mengeluarkan kembalikan kita.jadi kita bisa belajar tdk melecekan uang krn 
mesin tdk dpt terima uang lusuh
6.jika kita mau naik taxi kita hrs beli karcis dulu baru ngantri utk mendptkan 
taxi,
7.selama dijalan mereka jarang menggunakan klakson,jk keterlaluan baru 
menggunakan klakson.
8.mereka petunjuk jalan mereka menggunakan 3 bahasa:melayu, inggris,mandarin
 
etnis mereka ada 3:melayu,india, dan china
 
memang ada sisi buruknya juga dinegara malaysia..diskrimin asi itu masi ada..

 

LAURENCIA 

 




From: tono dj <tono_dewadjie@ yahoo.com>
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, December 11, 2008 7:49:45
Subject: Bls: [HISTORIA-INDONESIA ] Re:Keris milik Malaysia??





itulah munafiknya Malaysia, mengaku sebagai negara Islam (Konstitusi Malaysia 
Islam sebegaia agamanegara) tapi mencuri hampir semua karya budaya Indonesia.
Dari Tari Kuda kepang/kuda lumping, Tari Piring. Tari Lilin, Barongan, Batik, 
Angklung, Keris.

Keris asli budaya Jawa sejak abad 6, salah satu bukti di refile Candi borobudur 
asal relief proses membuatan keris. Ketika Zaman Keemasana Majapahit, budaya 
keris ini menyebar hampir keseluruh Nusantara.

Kata Batik sendiri adalah asli bahasa Jawa : "ba ato mba" awalan dalam bahasa 
Jawa asli melakukan atao menulis titik-titik.

saya lebih setuju tarik Dubes Indonesia, kita harus berani tegas, saat ini di 
Negara Bag Johor, Sultan Jihor memerintahan siaran Keroncong dan gamelan di 
Radio Johor non stop 24 jam 2x seminggu dikelola oleh Lembaga Warisan Johor.

Nantinya orang akan lupa bhawa Keroncong karya lokal jenius Indonesia, speprti 
halnya orang lupa dan tidak tau bahwa Bunga Tulis asalnya dari Turki, saat ini 
orang lebih mengenal Belanda sebagai Negara Tulip





Dari: respati adr sastrosoewignjo <reszzp...@yahoo. com>
Kepada: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Terkirim: Kamis, 7 Agustus, 2008 22:03:01
Topik: [HISTORIA-INDONESIA ] Re:Keris milik Malaysia??








Hm, jadi inget setaun lalu pas rame2 klaim Malaysia atas batik, saya iseng 
browse batik malaysia. Harus diakui meski motif batik2 mereka jauh di bawah 
batik kita, cara mereka mempresentasikan batik sebagai 'kebudayaan mereka' 
terbilang PD. 
Ada satu situs http://www.bahasa- malaysia- simple-fun. com/batik- malaysia. 
html yang menjelaskan kata batik berasal dari "Malay word for amba and titik".
 
Saya kontak penulis; saya sampaikan bahwa penggunaan kata 'Malay' di situ 
tidaklah tepat. Mungkin 'Malay' yang dimaksud penulis adalah 'Melayu' (sehingga 
batik dapat dianggap kebudayaan umum bangsa2 melayu). Namun penggunaan kata 
tersebut akan menimbulkan kesan seolah kerajinan tersebut berasal dari 
Malaysia. Padahal, kata2 tersebut berasal dari bahasa Jawa. Hm...tampaknya 
sudah diralat...
 
Dari artikel yang ditulis soal keris, penggunaan kata Malay memang bisa 
'menyesatkan' , antara Malaysia, atau Melayu (sebagai rumpun). Namun karena di 
artikel tersebut disebut 'Malay kingdom', tampak penulis memang merujuk pada 
Malaysia sebagai suatu bangsa. Kalau kingdoms (plural), masih bisa dimaklumi 
bahwa yang dimaksud adalah suatu rumpun bangsa di Asia Tenggara. However, 
istilah 'keris' berasal dari bahasa Jawa, yang artinya kurang lebih 'menusuk'.
 
Bicara soal klaim negara tetangga atas hasil budaya kita, kerap dipakai argumen 
bahwa both nations share common culture and values, bisa saja mereka klaim ini 
- itu sebagai hasil budaya mereka (juga); menulis this craft/dance/ culture 
originated from Malay (memanfaatkan 'ambiguitas' kata 'Malay'), dan jurus-jurus 
lain. Namun saya pikir masih ada 'celah' lain untuk menguji apa klaim mereka 
benar atau tidak. 
Contoh, alat musik angklung. Mereka sempat mengklaim angklung sebagai milik 
mereka; tapi perhatikan: antara daerah Sunda (asal angklung) dan Malaysia 
dipisahkan oleh pulau Kalimantan: apakah alat musik tersebut dikenal juga di 
Kalimantan? Bahkan masyarakat Jawa Tengah yang paling dekat dengan mereka pun 
tidak memainkan alat musik ini. Apakah masyarakat Kalimantan memakai istilah 
'beta' untuk kata ganti orang pertama?
 
  
Sebagai komunitas yang peduli warisan bangsa, perlu was-was saja atas apapun 
yang diklaim negara tetangga. Beberapa bulan lalu di Gatra ditulis bahwa 
beberapa oknum dari kalangan akademik Malaysia 'ketanggor' diam2 memotret 
naskah kuno Sumatera. Mungkin dipikirnya, lantaran sama2 Malay yah, jadi 
setelah dikritik orang Indonesia rame2 atas kasus Rasa Sayange, angklung, 
batik, dsb,  budaya Melayu Sumatera paling memungkinkan untuk diklaim. Be aware.
 
Anyway, ada link yang bikin saya lega, lantaran sempat baca situs yang nulis 
"wayang kulit berasal dari Malaysia". Perkara asal muasal keris, semoga link 
ini bisa membantu: http://www.unesco. org/culture/ ich/index. php?topic= 
mp&cp=ID#TOC2
 
cheers,
 
respati





Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga! 


Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 



Get your new Email address! 
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!  














      

Kirim email ke