Ha ha ah....iya 'anak muda' yang kebetulan bisa meletakan kehidupan bernegara
yang kuat dalam prinsip aturan sehingga mereka berhasil secara ekonomi dan
perbaikan SDMnya (upah bagus, pendidikan terperhatikan, tidak ada peminta minta
bertebaran dijalanan maupun dipemukiman dsb).
Kemajuan yang diperoleh tsb, yang bermula dan terus karena taat azas (see:
hukuman mati yang NoMercy bagi pengedar dadah dari negeri manapun), membuat
mereka mulai bisa melirik hal hal / kebutuhan sekunder atau tertier
dst...seperti masalah masalah yang buat orang kita mah hal yang tidak
menguntungkan (seni budaya yang bagi banyak pihak di kita berwenang atau tidak,
dilihat tidak memberi langsung pemasukan/cash money he he he eh sorry...).
Kaalu di kita ? ya dibalikin aja semua...mahap lagi: tidak taat azas, kurang
menghargai SDM, lebih suka kongkalingkong, tidak kuat mengikuti aturan, hobby
jalan pintas, yang semua banyak bermuara di KKN...jadilah Indonesia tidak
makmur terus ekonomi setengah hidup saja ..tapi duit trilunan banyak di awang
awang, antisipsi lemah, empati tipis, sehingga gas kosong, minyak tanah susah,
pupuk diumpetin, petani miskin, majoritas pegawai kekurangan terus, kerja suka
suka, pelayanan publik buruk, sarana publik rendah kualitas & kuantitas, dsb
dsb...yang tentu saja semua itu membuat urusan sekunder, tertier dan
lanjutannya seperti menjadi TIDAK TERPERHATIKAN...
Namun semoga semua pendapat saya ini salah. Tolong dong.....atau mari rame rame
balikan semua yang kurang kurang itu...maka dengan segera kita pun akan bisa
berbuat cukup banyak / memperhatikan / menangani kebutuhan sekunder tertier dan
lanjutannya itu....aminn...
Salam,
----- Original Message -----
From: ali husodo
To: [email protected]
Sent: Friday, December 12, 2008 4:40 PM
Subject: [HISTORIA-INDONESIA] kenapa menyalahkan malaysia soal Keris?
maaf kalo beda pendapat!
kita seharusnya tidak menyalahkan malaysia. Malay itu ibaratnya
keponakan kita yang masih kecil, sering rewel dan belum dong!
Seharusnya kita sebagai bangsa tua ( salah satu tempat ditemukan fosil
manusia tertua di bumi) maklum. Malaysia hanya belum dewasa dan
kekanak-kanakan, semuanya ingin dimiliki! gak apa2 itu.
Semua keturunan suku2 dari aceh sampai papua punya keturunan di
malaysia yang muda.Baik dari Bangsawan sampai kelas bawah sekalipun keturunan
orang Indonesai banyak bgt kalo dirunut akar sejarahnya.
Sebagai satu keluarga besar yang sudah punya tempat tinggal sendiri,
Malaysia sekarang sebetulnya menginginkan warisan dari leluhurnya! Sekarang
tergantung kebijaksanaan kita sebagai orang tua, apakah diberi atau tidak!
salam
salam
--- On Fri, 12/12/08, elanto wijoyono <[email protected]> wrote:
From: elanto wijoyono <[email protected]>
Subject: Re: Bls: [HISTORIA-INDONESIA] Re:Keris milik Malaysia??
To: [email protected]
Date: Friday, 12 December, 2008, 1:08 PM
dialog antar budaya tampaknya sangat perlu ya...
Aku sendiri capek kalo mau selalu tuding-tudingan antara mana
yang lebih baik dan mana yang lebih benar. Nda akan selesai deh.. ^^
Sudahlah.. ada banyak hal penting yang bisa dikerjakan, bahkan
bisa pula dikerjakan bareng dengan temen2 kita di Malaysia utk membangun
peradaban yg lbh baik.
Lebih baik milis kita ini digunakan untuk mencari solusi dialog
budaya yang lebih membangun, baik antar daerah maupun antar negara.
Kesalahan-kesalahan memang akan selalu ada dan terjadi. Pertangungjawaban (atas
kesalahan) juga memang akan bisa dituntutkan.
Namun, ya itu tadi... itu semua ada tempatnya dan ada
proporsinya sejauh mana dan sedalam apa akan terus dibahas. Lebih baik
mendiskusikan bagaimana membangun solusi drpd sibuk mencari kesalahan, baik di
diri kita maupun di diri pihak lain, yg tak akan kunjung habis.
Aku coba mulai dengan sedikit usul solusi...
Salah satu solusi membangun pemahaman budaya yang membangun
(baca: baik) dengan dialog antar budaya bisa dimulai dengan tidak menggunakan
kekurangan-kekurang an kita dan mereka sebagai sumber keluhan, yang akan saling
dipertentangkan.
Usul kedua...
Soal klaim atas hak kekayaan intelektual dan termasuk hak atas
kekayaan budaya... ini adalah diskusi mengenai rezim yang semestiya memiliki
ruang khusus yang terbuka. Kasus klaim mengklaim ini sebenarnya tidak hanya
terjadi untuk kasus antara pihak Indonesia dan Malaysia saja. Ada banyak kasus
atas rezim hak cipta yang terjadi atas peran banyak pihak di seluruh dunia.
Korporasi multinasional tentu saja menjadi aktor paling berperan dalam urusan
menyuburkan rezim ini.
Aku sendiri tidak cukup suka dengan konsep hak cipta yg
tertutup seperti itu. Justru lebih baik jika diskusi diarahkan pada bagaimana
cara melawan ketertutupan rezim hak cipta, menjadi keterbukaan akses pembacaan
dan pengembangan terhadap berbagai sumberdaya budaya. Keterbukaan yang
dilandasi oleh kebebasan berekspresi, bukan yang dilandasi atas kekuatan modal
dan politik semata.
Anda boleh berbeda pendapat
Salam,
elanto wijoyono
:)
http://elantowow. wordpress. com
--- On Thu, 12/11/08, laura wikarma <boogie_babes26@ yahoo.com>
wrote:
From: laura wikarma <boogie_babes26@ yahoo.com>
Subject: Re: Bls: [HISTORIA-INDONESIA ] Re:Keris milik
Malaysia??
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Date: Thursday, December 11, 2008, 8:49 PM
memang malaysia itu tidak punya citra diri..mereka kebanyakan
mau semuanya dimiliki..apa yg ngetren di negara lain,mereka jg mau
pny..misalnya mereka sudah pny subway yg semua jurusan lewati,tapi dia liat di
negara lain pny monorail..mereka jg ikut2an bikin monorail walaupun jurusannya
lebih dikit dan kemungkinan jurusannya sama dgn subway..pikiran mereka yg
penting pny..oh iya di kereta api mereka tidak ada pengamen/pengemisny a emang
negara mereka lebih bersih dari kita..tiap tahun mereka mengadakan pengecekan
karbondioksida terhadap motor/mobil. .jika melewati batas yg ditentukan mereka
akan didenda dan tidak diperbolehkan beroperasi lagi
bedanya negara kita itu tidak bisa keluar dari kehidupan
lampau..misalnya kita mau maju dengan dibukanya jalur busway yg ampir semua
jurusan ada..tapi bus yg lama ada tidak mau dikurangi..yang ada bukannya tambah
indah tapi tambah semerawut..nurut ku,kita hrs pintar memilih utk membangun
sarana umum mana yg lebih penting..pilih salah satu..krn mengingat jumlah
penduduk kita semakin meningkat..sedangka n jalanan tidak berubah2..
memang negara kita tdk bs bikin subway(kereta api bawah
tanah) mengingat kota kita sering banjir..setidaknya belajar displin dan patuh
peraturan yg ada..ikutin seperti negara lain,seiring jalan kita akan disorot
negara lain jika negara kita lebih indah..
tourist mana yg mau dtg ke negara yg kotor,saling
serobotan,buang sampah sembarangan, meludah dimana.apakah itu padangan yg
indah?apakah tourist akan datang kembali di negara seperti itu?
kenapa malaysia bisa satu tingkat perekonomiannya diatas
kita?krn mereka belajar displin&tertib.
1malaysia ringgit itu senilai 3.500. kapan kita bs diatas
mereka?
masih banyak negara kita yg perlu dirombak..
ini nurut pengamatanku selama disana,kalian mgkn sudah tahu
hal ini,aku tulis hny untuk memberitahukan jika ada yg blm tahu,kebiasaan
mereka yaitu:
1.jika anda berdua(suami- istri/sesama teman) naik escalator
tidak boleh berdampingan. .kita naik/turun selalu harus sebelah kiri,sebelah
kanan hrs kosong gunanya utk org lain yg tergesa2 naik keatas/turun
kebawah).jika bawa anak kecil,anak kecil yg diatas anda setelah itu baru anda
2.selama ada petunjuk dilarang merokok,dilarang makan/minum
mereka tidak melanggarnya, kecuali anda lagi sakit batuk yg perlu minum,krn
setiap sudut ada kamera yg merekam wajah yg lewat.jika melanggar akan dikenakan
denda rm 500
3.jika sedang menunggu kereta api tidak boleh berdiri di
tengah2 pintu krn itu utk org keluar(kita berdiri disisi paling kiri/kanan)
4.system bus mereka bayar dimuka dan mereka akan memberikan
karcis satu persatu kesetiap org yg masuk..karcis itu bisa dipakai utk seharian
kemana aja..tanpa bayar lagi..
5.konter beli karcis kereta api berupa mesin ATM kita tinggal
pilih tujuan yg kita mau lalu masukan koin/uang kertas kedalamnya.. jk ada
kembalian mesin itu akan mengeluarkan kembalikan kita.jadi kita bisa belajar
tdk melecekan uang krn mesin tdk dpt terima uang lusuh
6.jika kita mau naik taxi kita hrs beli karcis dulu baru
ngantri utk mendptkan taxi,
7.selama dijalan mereka jarang menggunakan klakson,jk
keterlaluan baru menggunakan klakson.
8.mereka petunjuk jalan mereka menggunakan 3 bahasa:melayu,
inggris,mandarin
etnis mereka ada 3:melayu,india, dan china
memang ada sisi buruknya juga dinegara malaysia..diskrimin
asi itu masi ada..
LAURENCIA
--------------------------------------------------------------
From: tono dj <tono_dewadjie@ yahoo.com>
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, December 11, 2008 7:49:45
Subject: Bls: [HISTORIA-INDONESIA ] Re:Keris milik Malaysia??
itulah munafiknya Malaysia, mengaku sebagai negara Islam
(Konstitusi Malaysia Islam sebegaia agamanegara) tapi mencuri hampir semua
karya budaya Indonesia.
Dari Tari Kuda kepang/kuda lumping, Tari Piring. Tari Lilin,
Barongan, Batik, Angklung, Keris.
Keris asli budaya Jawa sejak abad 6, salah satu bukti di
refile Candi borobudur asal relief proses membuatan keris. Ketika Zaman
Keemasana Majapahit, budaya keris ini menyebar hampir keseluruh Nusantara.
Kata Batik sendiri adalah asli bahasa Jawa : "ba ato mba"
awalan dalam bahasa Jawa asli melakukan atao menulis titik-titik.
saya lebih setuju tarik Dubes Indonesia, kita harus berani
tegas, saat ini di Negara Bag Johor, Sultan Jihor memerintahan siaran Keroncong
dan gamelan di Radio Johor non stop 24 jam 2x seminggu dikelola oleh Lembaga
Warisan Johor.
Nantinya orang akan lupa bhawa Keroncong karya lokal jenius
Indonesia, speprti halnya orang lupa dan tidak tau bahwa Bunga Tulis asalnya
dari Turki, saat ini orang lebih mengenal Belanda sebagai Negara Tulip
--------------------------------------------------------------
Dari: respati adr sastrosoewignjo <reszzp...@yahoo. com>
Kepada: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Terkirim: Kamis, 7 Agustus, 2008 22:03:01
Topik: [HISTORIA-INDONESIA ] Re:Keris milik Malaysia??
Hm, jadi inget setaun lalu pas rame2 klaim Malaysia
atas batik, saya iseng browse batik malaysia. Harus diakui meski motif batik2
mereka jauh di bawah batik kita, cara mereka mempresentasikan batik sebagai
'kebudayaan mereka' terbilang PD.
Ada satu situs http://www.bahasa- malaysia- simple-fun.
com/batik- malaysia. html yang menjelaskan kata batik berasal dari "Malay word
for amba and titik".
Saya kontak penulis; saya sampaikan bahwa penggunaan
kata 'Malay' di situ tidaklah tepat. Mungkin 'Malay' yang dimaksud penulis
adalah 'Melayu' (sehingga batik dapat dianggap kebudayaan umum bangsa2 melayu).
Namun penggunaan kata tersebut akan menimbulkan kesan seolah kerajinan tersebut
berasal dari Malaysia. Padahal, kata2 tersebut berasal dari bahasa Jawa.
Hm...tampaknya sudah diralat...
Dari artikel yang ditulis soal keris, penggunaan kata
Malay memang bisa 'menyesatkan' , antara Malaysia, atau Melayu (sebagai
rumpun). Namun karena di artikel tersebut disebut 'Malay kingdom', tampak
penulis memang merujuk pada Malaysia sebagai suatu bangsa. Kalau kingdoms
(plural), masih bisa dimaklumi bahwa yang dimaksud adalah suatu rumpun bangsa
di Asia Tenggara. However, istilah 'keris' berasal dari bahasa Jawa, yang
artinya kurang lebih 'menusuk'.
Bicara soal klaim negara tetangga atas hasil budaya
kita, kerap dipakai argumen bahwa both nations share common culture and values,
bisa saja mereka klaim ini - itu sebagai hasil budaya mereka (juga); menulis
this craft/dance/ culture originated from Malay (memanfaatkan 'ambiguitas' kata
'Malay'), dan jurus-jurus lain. Namun saya pikir masih ada 'celah' lain untuk
menguji apa klaim mereka benar atau tidak.
Contoh, alat musik angklung. Mereka sempat mengklaim
angklung sebagai milik mereka; tapi perhatikan: antara daerah Sunda (asal
angklung) dan Malaysia dipisahkan oleh pulau Kalimantan: apakah alat musik
tersebut dikenal juga di Kalimantan? Bahkan masyarakat Jawa Tengah yang paling
dekat dengan mereka pun tidak memainkan alat musik ini. Apakah masyarakat
Kalimantan memakai istilah 'beta' untuk kata ganti orang pertama?
Sebagai komunitas yang peduli warisan bangsa, perlu
was-was saja atas apapun yang diklaim negara tetangga. Beberapa bulan lalu di
Gatra ditulis bahwa beberapa oknum dari kalangan akademik Malaysia 'ketanggor'
diam2 memotret naskah kuno Sumatera. Mungkin dipikirnya, lantaran sama2 Malay
yah, jadi setelah dikritik orang Indonesia rame2 atas kasus Rasa Sayange,
angklung, batik, dsb, budaya Melayu Sumatera paling memungkinkan untuk
diklaim. Be aware.
Anyway, ada link yang bikin saya lega, lantaran sempat
baca situs yang nulis "wayang kulit berasal dari Malaysia". Perkara asal muasal
keris, semoga link ini bisa membantu: http://www.unesco. org/culture/
ich/index. php?topic= mp&cp=ID#TOC2
cheers,
respati
--------------------------------------------------------------
Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga!
--------------------------------------------------------------
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.
------------------------------------------------------------------------------
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!