jadi maksud anda..terima apa adanya kelemahan2 kehidupan kita yg begitu2 aja..yg serba tidak terkendali itu tanpa ada perbaikan..tdk perduli negara yg lain spt apa..ada negara lain kondisi kehidupan yg lebih baik& tertib lebih baik tutup mata aja..tidak mencontohnya..itu sama sekali tidak memajukan negara kita.. LAURENCIA
________________________________ From: Unggul <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, December 12, 2008 18:34:35 Subject: Re: Bls: [HISTORIA-INDONESIA] Re:Keris milik Malaysia?? Wah pendukung Open Source nih.. hidup Indonesia Go Open SOurce! ;P sorry one liner.. 2008/12/12 elanto wijoyono <joeyaka...@yahoo. com>: > dialog antar budaya tampaknya sangat perlu ya... > > Aku sendiri capek kalo mau selalu tuding-tudingan antara mana yang lebih > baik dan mana yang lebih benar. Nda akan selesai deh.. ^^ > Sudahlah.. ada banyak hal penting yang bisa dikerjakan, bahkan bisa pula > dikerjakan bareng dengan temen2 kita di Malaysia utk membangun peradaban yg > lbh baik. > > Lebih baik milis kita ini digunakan untuk mencari solusi dialog budaya yang > lebih membangun, baik antar daerah maupun antar negara. Kesalahan-kesalahan > memang akan selalu ada dan terjadi. Pertangungjawaban (atas kesalahan) juga > memang akan bisa dituntutkan. > Namun, ya itu tadi... itu semua ada tempatnya dan ada proporsinya sejauh > mana dan sedalam apa akan terus dibahas. Lebih baik mendiskusikan bagaimana > membangun solusi drpd sibuk mencari kesalahan, baik di diri kita maupun di > diri pihak lain, yg tak akan kunjung habis. > > Aku coba mulai dengan sedikit usul solusi... > Salah satu solusi membangun pemahaman budaya yang membangun (baca: baik) > dengan dialog antar budaya bisa dimulai dengan tidak menggunakan > kekurangan-kekurang an kita dan mereka sebagai sumber keluhan, yang akan > saling dipertentangkan. > > Usul kedua... > Soal klaim atas hak kekayaan intelektual dan termasuk hak atas kekayaan > budaya... ini adalah diskusi mengenai rezim yang semestiya memiliki ruang > khusus yang terbuka. Kasus klaim mengklaim ini sebenarnya tidak hanya > terjadi untuk kasus antara pihak Indonesia dan Malaysia saja. Ada banyak > kasus atas rezim hak cipta yang terjadi atas peran banyak pihak di seluruh > dunia. Korporasi multinasional tentu saja menjadi aktor paling berperan > dalam urusan menyuburkan rezim ini. > Aku sendiri tidak cukup suka dengan konsep hak cipta yg tertutup seperti > itu. Justru lebih baik jika diskusi diarahkan pada bagaimana cara melawan > ketertutupan rezim hak cipta, menjadi keterbukaan akses pembacaan dan > pengembangan terhadap berbagai sumberdaya budaya. Keterbukaan yang dilandasi > oleh kebebasan berekspresi, bukan yang dilandasi atas kekuatan modal dan > politik semata. > > Anda boleh berbeda pendapat > > Salam, > > > elanto wijoyono > > :) > > http://elantowow. wordpress. com Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
