Dear All Brother.........
Mungkin Artikel ini Sangat bermanfaat buat Kita .........
Mengapa Harus Pilih, Pakai, Pasang Helm dengan Benar?
Setidaknya delapan dari sepuluh kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda
motor (tahun 2004 POLRI mencatat dari 17.732 kecelakaan melibatkan 14.223 unit
sepeda motor).
Salah satu alasan mengapa banyak pengendara sepeda motor yang meninggal atau
mengalami luka parah, karena sepeda motor hanya memberikan perlindungan yang
sangat minimal terhadap pengendaranya.
Tidak seperti halnya mobil, sepeda motor tidak memiliki "bantalan" untuk
menahan benturan. Mobil mempunyai bodi yang terbuat dari metal, ada instrumen
peredam, sabuk keselamatan (safety belt) dan kantong udara (air bag).
Mobil juga mempunyai kipas untuk menyeka air hujan sehingga pengendara dapat
melihat jelas pada waktu hujan. Mobil lebih stabil karena mempunyai empat roda
dan dari ukurannya lebih mudah dilihat oleh pengemudi maupun pengendara lainnya.
Ukuran sepeda motor yang kecil, membuat pengemudi sangat mudah untuk melaju
dan bergerak di keramaian lalu lintas. Namun hal ini juga membuat mereka mudah
terlibat dalam kecelakaan dan meskipun pengemudinya salah ataupun tidak,
biasanya pengendara sepeda motor yang sering mengalami luka serius.
Undang-undang tentang Kewajiban Memakai Helm bagi Pengendara Sepeda Motor
Untuk melindungi pengendara sepeda motor di Indonesia telah dibuat
undang-undang tentang kewajiban memakai helm bagi pengendara sepeda motor.
Undang-Undang No. 14 tahun 1992 Pasal 61 ayat (3) dan PP no. 44 tahun 1993
mensyaratkan bagi semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya untuk memakai
helm.
Penumpang yang tidak memakai helm dikenakan pidana kurungan paling lama 1
(satu) bulan, atau denda sebesar Rp.1.000.000 (satu juta rupiah).
Bila mengalami tabrakan apa yang terjadi pada kepala Anda?
Satu dari tiga pengguna sepeda motor yang terluka, mengalami cedera kepala
(gegar otak).
Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa satu dari tiga orang yang kecelakaan
sepeda motor mengalami cedera di kepala, yang bisa mengakibatkan gangguan pada
otak, pusat system syaraf, dan urat syaraf tulang belakang bagian atas.
Cedera di kepala utamanya disebabkan benturan. Apabila kepala mendadak terkena
benturan dengan benda keras atau permukaan yang tidak dapat bergerak (seperti
jalanan, trotoir, mobil atau tonggak), maka bagian dari kepala yang terkena
benturan, seketika akan berhenti bekerja.
Namun bagian lain dari kepala tetap bergerak, sehingga otak dan tengkorak
kepala mungkin robek atau pecah sebelum berhenti bekerja.
Bila tengkorak retak, mungkin otak akan mengalami koyakan karena benda, batu
di jalan dan/atau pecahan tulang. Bahkan bila tengkorak tidak retak, otak bisa
saja luka karena dampak dari benturan.
Gegar otak sangat sulit dan jarang untuk bisa pulih kembali.
Keadaan seperti itu dapat mengubah hidup dan kehidupan yang bersangkutan dan
sekeluarganya.
Mengapa Anda memerlukan Helm Sepeda Motor dengan kualitas yang baik?
Helm sepeda motor yang kualitasnya memenuhi persyaratan merupakan perlengkapan
yang penting bagi pengemudi sepeda motor.
Pengendara sepeda motor yang tidak mengunakan helm atau yang mengunakan
helm/topi proyek/plastik, jika mengalami kecelakaan akan mempunyai peluang luka
otak tiga kali lebih parah dibanding mereka yang memakai helm kualitasnya yang
memenuhi persyaratan.
Helm dengan kualitas yang baik harus dibuat khusus untuk pengendara sepeda
motor. Bila helm ini diikat dengan benar, maka helm ini akan melindungi kepala
dengan baik.
Apabila terjadi benturan dengan benda yang tidak bergerak, helm akan
menghambat/meredam benturan yang tertuju ke tengkorak dan otak.
Topi plastic "mainan" atau helm proyek tidak didesain untuk dipakai pengendara
sepeda motor dan karenanya topi/helm ini tidak dapat melindungi kepala dan otak
bila terjadi kecelakaan yang menimpa pengemudi sepeda motor.
Mengapa harus PILIH Helm yang Benar?
Tidak semua Helm memenuhi persyaratan keamanan. Helm yang baik adalah helm
yang menutupi kepala secara penuh (full face) atau helm yang hanya terbuka pada
bagian muka hingga rahang (open face).
Tipe Full Face memberi perlindungan yang lebih baik dari angin, debu, batu,
dan serangga. Tipe ini juga memberi perlindungan lebih baik kepada rahang dan
gigi.
Namun demikian tipe full face maupun open face harus memiliki 3 (tiga) lapisan
:
1. Lapisan luar yang keras (hard outer shell).
Didesain untuk dapat pecah jika mengalami benturan untuk mengurangi dampak
tekanan sebelum sampai ke kepala. Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan
polycarbonate
2. Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner).
Di sebelah dalam dari lapisan luar adalah lapisan yang sama pentingnya untuk
dampak pelapis–penyangga. Biasanya dibuat dari bahan polystyrene (styrofoam).
Lapisan tebal ini memberikan bantalan yang berfungsi menahan goncangan sewaktu
helm terbentur benda keras sementara kepala masih bergerak.
Sewaktu ada tabrakan yang membenturkan bagian kepala dengan benda keras,
lapisan keras luar dan lapisan dalam helm meyebarkan tekanan keseluruh materi
helm. Helm tersebut mencegah adanya benturan yang dapat mematahkan tengkorak.
Benturan yang kuat memberi kemungkinan terhadap pecahnya helm dan membuat
lapisan dalam rusak. Proses ini memberikan waktu ekstra, reduksi tekanan dan
jarak kepada kepala/otak untuk lebih teredam.
Ketika lapisan dalam terkoyak, dapat memberikan hambatan yang cukup terhadap
menghambat kepala/otak dengan berhenti secara lebih perlahan/lembut, dibanding
proses benturan keras yang terjadi terhadap kepala/otak tanpa mengunakan helm.
3. Lapisan dalam yang lunak (comfort padding)
Merupakan bagian dalam yang terdiri dari bahan lunak dan kain untuk
menempatkan kepala secara pas dan tepat pada rongga helm.
4. Tali pengikat dagu.
Selain itu, helm yang memenuhi persyaratan juga harus memiliki tali pengikat
dagu (chin strap) yang kuat untuk menahan helm agar tetap dalam posisinya
melindungi kepala ketika terjadi benturan.
Tali pengikat dagu harus dilengkapi dengan pengunci yang dapat diatur untuk
menahan helm sehingga tetap pada dudukannya di kepala. Setiap kali memakai helm
pastikan mengunci tali dengan benar.
Memilih Helm Yang Benar
Pilihan utama adalah antara helm yang menutupi kepala secara penuh (full face)
dan helm yang terbuka di bagian muka sampai rahang (open face).
Pastikan bahwa helm yang dipilih memiliki tiga lapisan utama + tali pengikat
dagu yang memenuhi persyaratan.
Helm full face merupakan helm yang memberi perlindungan lebih dan terasa
nyaman saat memakainya. Ini merupakan helm yang paling aman .
Helm full face tetap memberikan jaminan kepada pandangan dan pendengaran,
melindungi dari luka, angin dan matahari. Helm full face melindungi mata dari
debu, polusi, hujan, serangga dan batu kecil yang mungkin terpental dari
kendaraan lain.
Dari beberapa pengujian menunjukkan bahwa helm full face tidak mengganggu
penglihatan dan pendengaran.
Helm dengan muka terbuka (half face) mungkin terasa lebih ringan dan lebih
leluasa.
Mengapa harus PASANG Helm dengan Benar?
Jika suatu kecelakaan menimpa Anda, helm hanya akan melindungi kepala Anda
dengan baik, apabila pengikat dagu dikaitkan dengan benar (ketat tapi nyaman)
Bila Anda memakai helm, haruslah terpasang dengan nyaman, namun jangan terlalu
kencang.
JANGAN PERNAH MENGENDARAI SEPEDA MOTOR TANPA HELM YANG BENAR.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah:
Bagi para pemakai kacamata minus, harus tetap mengenakannya pada saat
menggunakan helm.
Gunakan pula jaket berlengan panjang untuk perlindungan tambahan, dengan
warna terang agar mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya, dan jika mungkin
dari bahan yang memantulkan cahaya (reflektif) agar mudah terlihat di malam
hari.
Gunakan sepatu bot atau sepatu tertutup. Hindari penggunaan sandal karena
dapat tersangkut pada pedal sehingga mengganggu pengendalian.
Berita layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh Ditjen Perhubungan Darat Jl.
Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta
---------------------------------
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.