Salam TRC_Koster

Yup, Betul Banget itu Bro Gerry, 
Oh, Malam malam minggu kemaren tadinya ane mau bikin Surprise...!
eh... malah dapet Surprise......., ane dateng ke Koster Parung Jam 23 lebih kali
yach.... Sepi.... Bro...... Ada acara yach ........

Rgds,
Lemanz

gerry garsono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             salam 
koster

thanks bro lee manz info nya..ok
Pokoke kita sebagai bikers kudu keep safety riding bro...
semaksimal mungkin memakai peralatan berkendara motor yg safety
mulai dari sarung tangan, helm, jaket, sepatu, jas hujan , dll
hal yg utama adalah HELM bro..kenapa ? karena kepala kita adalah yg paling 
berharga !!
jadi pakailah HELM yg benar2 safety baik yg half face maupun yg full face...ok
Ingat  3M nya AA Gym :Mulailah dari Diri Sendir dulu,Mulailah dari Hal2 yg 
kecil, Mulailah saat ini / sekarang !

BRAVO KOSTER !

bst rgds,
Gerry - Koster039
The real thunder bear
081511571171
www.suzuki-thunder.net
Humas koster Pusat

--- Pada Kam, 13/11/08, Lee Manz <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Lee Manz <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [www.suzuki-thunder.net] [Safety Riding] Mengapa Harus Pilih, Pakai, 
Pasang Helm dengan Benar?
Kepada: "CBR Club" <[EMAIL PROTECTED]>, "Millis Koster Bogor" 
<[email protected]>, "SOC" <[EMAIL PROTECTED]>, "streetbikers" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "TRC125" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Kamis, 13 November, 2008, 9:27 AM

                       
Dear All Brother..... ....

Mungkin Artikel ini Sangat bermanfaat buat Kita .........
        
               
                
             
             
                
                
          
       
                    

Mengapa Harus Pilih, Pakai, Pasang Helm dengan Benar?
  Setidaknya delapan dari sepuluh kecelakaan  lalu lintas melibatkan sepeda 
motor  (tahun 2004 POLRI mencatat dari 17.732 kecelakaan melibatkan 14.223 unit 
sepeda motor).
 Salah satu alasan mengapa banyak pengendara sepeda motor yang meninggal atau 
mengalami luka parah, karena sepeda motor hanya memberikan perlindungan yang 
sangat minimal terhadap pengendaranya.
 Tidak seperti halnya mobil, sepeda motor tidak memiliki "bantalan" untuk 
menahan benturan. Mobil mempunyai bodi yang terbuat dari metal, ada instrumen 
peredam, sabuk keselamatan (safety belt) dan kantong udara (air bag).
 Mobil juga mempunyai kipas untuk menyeka air hujan sehingga pengendara dapat 
melihat jelas pada waktu hujan. Mobil lebih stabil karena mempunyai empat roda 
dan dari ukurannya lebih mudah dilihat oleh pengemudi maupun pengendara lainnya.
 Ukuran sepeda motor yang kecil, membuat pengemudi sangat mudah untuk melaju 
dan bergerak di keramaian lalu lintas. Namun hal ini juga membuat mereka mudah  
terlibat dalam  kecelakaan dan meskipun pengemudinya salah ataupun tidak, 
biasanya pengendara sepeda motor yang sering mengalami luka serius.
 Undang-undang tentang Kewajiban Memakai Helm bagi Pengendara  Sepeda Motor 
 Untuk melindungi pengendara sepeda motor di Indonesia telah dibuat 
undang-undang tentang kewajiban memakai helm bagi pengendara sepeda motor.
 Undang-Undang No. 14 tahun 1992 Pasal 61 ayat (3) dan PP no. 44 tahun 1993 
mensyaratkan bagi semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya untuk memakai 
helm.
 Penumpang yang tidak memakai helm dikenakan pidana kurungan paling lama 1 
(satu) bulan, atau denda sebesar Rp.1.000.000 (satu juta rupiah).
 Bila mengalami tabrakan apa yang terjadi pada kepala Anda? 
 Satu dari tiga pengguna sepeda motor yang terluka, mengalami cedera kepala 
(gegar otak).
 Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa satu  dari tiga orang  yang 
kecelakaan sepeda motor mengalami cedera di kepala, yang bisa mengakibatkan 
gangguan pada otak, pusat system syaraf, dan urat syaraf tulang belakang bagian 
atas.
 Cedera di kepala utamanya disebabkan benturan. Apabila kepala mendadak terkena 
benturan dengan benda keras atau permukaan yang tidak dapat bergerak (seperti 
jalanan, trotoir, mobil atau tonggak), maka bagian dari kepala yang terkena 
benturan, seketika akan berhenti bekerja.
 Namun bagian lain dari kepala tetap bergerak, sehingga otak dan tengkorak 
kepala mungkin robek atau pecah sebelum berhenti bekerja.
 Bila tengkorak retak, mungkin otak akan mengalami koyakan karena benda, batu 
di jalan dan/atau pecahan tulang. Bahkan bila tengkorak tidak retak, otak bisa 
saja luka karena dampak dari benturan.
 Gegar otak sangat sulit dan jarang untuk bisa pulih kembali.
 Keadaan seperti itu dapat mengubah hidup dan kehidupan yang bersangkutan dan  
sekeluarganya.
  Mengapa Anda memerlukan Helm Sepeda Motor dengan kualitas yang baik?
 Helm sepeda motor yang kualitasnya memenuhi persyaratan merupakan perlengkapan 
yang penting bagi pengemudi sepeda motor.
 Pengendara sepeda motor yang tidak mengunakan helm atau yang mengunakan 
helm/topi proyek/plastik, jika mengalami kecelakaan akan mempunyai peluang luka 
otak tiga kali lebih parah dibanding mereka yang memakai helm kualitasnya yang 
memenuhi persyaratan.
 Helm dengan kualitas yang baik harus dibuat khusus untuk pengendara sepeda 
motor. Bila helm ini diikat dengan benar, maka helm ini akan melindungi kepala 
dengan baik.
 Apabila terjadi benturan dengan benda yang tidak bergerak, helm akan 
menghambat/meredam benturan yang tertuju ke tengkorak dan otak.
 Topi plastic "mainan" atau helm proyek tidak didesain untuk dipakai pengendara 
sepeda motor dan karenanya topi/helm ini tidak dapat melindungi  kepala dan 
otak bila  terjadi kecelakaan yang menimpa pengemudi sepeda motor.
 Mengapa harus PILIH Helm yang Benar?
 Tidak semua Helm memenuhi persyaratan keamanan. Helm yang baik adalah helm 
yang menutupi kepala secara penuh (full face) atau helm yang hanya terbuka pada 
bagian muka hingga rahang (open face).
 Tipe Full Face memberi perlindungan yang lebih baik dari angin, debu, batu, 
dan serangga. Tipe ini juga memberi perlindungan lebih baik kepada rahang dan 
gigi.
 Namun demikian tipe full face maupun open face harus memiliki 3 (tiga) lapisan 
:
 1. Lapisan luar yang keras (hard outer shell).
 Didesain untuk dapat pecah jika mengalami benturan untuk mengurangi dampak 
tekanan sebelum sampai ke kepala. Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan 
polycarbonate
 2. Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner).
 Di sebelah dalam dari lapisan luar adalah lapisan yang sama pentingnya  untuk 
dampak  pelapis–penyangga. Biasanya dibuat dari bahan polystyrene (styrofoam). 
Lapisan tebal ini memberikan bantalan yang berfungsi menahan goncangan sewaktu 
helm terbentur benda keras sementara kepala masih bergerak.
 Sewaktu ada tabrakan yang membenturkan bagian kepala dengan benda keras, 
lapisan keras luar dan lapisan dalam helm meyebarkan tekanan keseluruh materi 
helm. Helm tersebut mencegah adanya benturan yang dapat mematahkan tengkorak.
 Benturan yang kuat memberi kemungkinan terhadap pecahnya helm dan membuat 
lapisan dalam rusak. Proses ini memberikan waktu ekstra, reduksi tekanan dan 
jarak kepada kepala/otak untuk lebih teredam.
 Ketika lapisan dalam terkoyak, dapat memberikan hambatan yang cukup terhadap 
menghambat kepala/otak dengan berhenti secara lebih perlahan/lembut, dibanding 
proses benturan keras yang terjadi terhadap kepala/otak tanpa mengunakan helm.
 3. Lapisan dalam yang lunak (comfort  padding)
 Merupakan  bagian dalam yang terdiri dari bahan lunak dan kain untuk 
menempatkan kepala secara pas dan tepat pada rongga helm.
 4. Tali pengikat dagu.
 Selain itu, helm yang memenuhi persyaratan juga harus memiliki tali pengikat 
dagu (chin strap) yang kuat untuk menahan helm agar tetap dalam posisinya 
melindungi kepala ketika terjadi benturan.
 Tali pengikat dagu harus dilengkapi dengan pengunci yang dapat diatur untuk 
menahan helm sehingga tetap pada dudukannya di kepala. Setiap kali memakai helm 
pastikan mengunci tali dengan benar.
 Memilih Helm Yang Benar
 
 Pilihan utama adalah antara helm yang  menutupi kepala secara  penuh (full 
face) dan helm yang terbuka di bagian muka sampai rahang (open face).
 Pastikan bahwa helm yang dipilih memiliki tiga lapisan utama + tali pengikat 
dagu yang memenuhi persyaratan.
 Helm full face merupakan helm yang memberi perlindungan lebih dan terasa 
nyaman saat memakainya. Ini merupakan helm yang paling aman .
 Helm full face tetap memberikan jaminan kepada pandangan dan pendengaran, 
melindungi dari luka, angin dan matahari. Helm full face melindungi mata dari 
debu, polusi, hujan, serangga dan batu kecil yang mungkin terpental dari 
kendaraan lain.
 Dari beberapa pengujian menunjukkan bahwa helm full face tidak mengganggu 
penglihatan dan pendengaran.
 Helm dengan muka terbuka (half face) mungkin terasa lebih ringan dan lebih 
leluasa.
  Mengapa harus PASANG Helm dengan Benar?
 Jika suatu kecelakaan menimpa Anda, helm hanya akan melindungi kepala Anda 
dengan baik, apabila pengikat dagu dikaitkan dengan benar (ketat tapi nyaman) 
Bila Anda memakai helm, haruslah terpasang dengan nyaman, namun jangan terlalu 
kencang.
 JANGAN PERNAH MENGENDARAI SEPEDA MOTOR TANPA HELM YANG BENAR.
 Hal lain yang perlu diperhatikan adalah:
 
   Bagi para pemakai kacamata minus, harus tetap mengenakannya pada saat 
menggunakan helm.
   Gunakan pula jaket berlengan panjang untuk perlindungan tambahan, dengan 
warna terang agar mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya, dan jika mungkin 
dari bahan yang memantulkan  cahaya (reflektif) agar mudah terlihat di malam 
hari.
   Gunakan sepatu bot atau sepatu tertutup.  Hindari penggunaan sandal karena 
dapat tersangkut pada pedal sehingga mengganggu pengendalian.
 
 
 Berita layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh Ditjen Perhubungan Darat Jl. 
Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta
        

---------------------------------
  Dapatkan nama yang Anda sukai!  
 Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
     
           

       

---------------------------------
 Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger.
  Jelajahi Yahoo! Messenger yang serba baru sekarang!  
     
                                       

       "
---------------------------------
  Apakah saya bisa menurunkan berat badan?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!"

Kirim email ke