Setuju Bro Ger... setuju banget.

 

Btw Cuma mau share dan mengingatkan bagi para biker yang memakai jas hujan
model ponco (bukan model celan, tapi model yang lebar).

Semalem sewaktu saya pulang dalam kondisi hujan saya melihat beberaap
kondisi yang saya nilai itu membahayakan diri sendiri dan orang lain.

 

Kejadian pertama 

di pondok cabe. Kondisi ini menimpa saya. Saat itu hujan dan di disana tidak
ada penerangan juga, mendadak dari arah sebelah kiri ada motor yang
menyalipdengan kecepatan lebih cepat dari saya (hehehe namanya juga nyalip)
sehingga saya kaget. Yang bikin saya kaget adalah karena jas hujannya. Dia
menggunakan jas hujan model ponco warna gelap namun jas hujannya tidak
dikancing sehingga bagian belakangnya berkibar kayak superman, dan jas hujan
hampir menyentuh kaca spion saya. Saya gak kebayang kalau jas hujan itu
nyangkut diakca spion atau stang saya, bisa - bisa terjadi kecelakaan, atau
nyangkut di truk, ajdi tambah parah..

 

Kejadian kedua

Sebelum pasar parung,pas tikungan deket masjid. Saya melihat biker dengan
boncengernya. Yang nyetir pake jas hujan model celana, namun yang bonceng
pake jas hujan model ponco. Saya melihatnya agak ngeri sebab jas hujan
boncengernya karena tidak di duduki, akhirnya ngelewer ke bawah hingga
menutupi roda belakang. Saya gak tega ngebayangin kalau jas hujan itu masuk
ke jeruji roda belakang. Makannya motor tersebut saya berhentiin dan saya
mohon untuk dibenerin dulu. Soalnya saya pernah melihat boncenger yang pake
selendang(kayaknya mau kondangan) trus selendangnya keserimpet ke roda motor
dan dia terjatuh.

 

Gitu aja bro, maaf tidak bermaksud lain, hanya mengingatkan saja.

 

Salam Brotherhood salam Safety

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of gerry garsono
Sent: Thursday, November 13, 2008 11:58 AM
To: [email protected]
Subject: Bls: [www.suzuki-thunder.net] [Safety Riding] Mengapa Harus Pilih,
Pakai, Pasang Helm dengan Benar?

 


salam koster

thanks bro lee manz info nya..ok
Pokoke kita sebagai bikers kudu keep safety riding bro...
semaksimal mungkin memakai peralatan berkendara motor yg safety
mulai dari sarung tangan, helm, jaket, sepatu, jas hujan , dll
hal yg utama adalah HELM bro..kenapa ? karena kepala kita adalah yg paling
berharga !!
jadi pakailah HELM yg benar2 safety baik yg half face maupun yg full
face...ok
Ingat  3M nya AA Gym :Mulailah dari Diri Sendir dulu,Mulailah dari Hal2 yg
kecil, Mulailah saat ini / sekarang !

BRAVO KOSTER !

bst rgds,
Gerry - Koster039
The real thunder bear
081511571171
www.suzuki-thunder.net
Humas koster Pusat

--- Pada Kam, 13/11/08, Lee Manz <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Lee Manz <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [www.suzuki-thunder.net] [Safety Riding] Mengapa Harus Pilih, Pakai,
Pasang Helm dengan Benar?
Kepada: "CBR Club" <[EMAIL PROTECTED]>, "Millis Koster
Bogor" <[email protected]>, "SOC"
<[EMAIL PROTECTED]>, "streetbikers"
<[EMAIL PROTECTED]>, "TRC125" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Kamis, 13 November, 2008, 9:27 AM

Dear All Brother..... ....

Mungkin Artikel ini Sangat bermanfaat buat Kita .........

 <http://stephenlangitan.files.wordpress.com/2008/11/helm-200.jpg> helm-200

Mengapa Harus Pilih, Pakai, Pasang Helm dengan Benar?

Setidaknya delapan dari sepuluh kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda
motor (tahun 2004 POLRI mencatat dari 17.732 kecelakaan melibatkan 14.223
unit sepeda motor).

Salah satu alasan mengapa banyak pengendara sepeda motor yang meninggal atau
mengalami luka parah, karena sepeda motor hanya memberikan perlindungan yang
sangat minimal terhadap pengendaranya.

Tidak seperti halnya mobil, sepeda motor tidak memiliki "bantalan" untuk
menahan benturan. Mobil mempunyai bodi yang terbuat dari metal, ada
instrumen peredam, sabuk keselamatan (safety belt) dan kantong udara (air
bag).

Mobil juga mempunyai kipas untuk menyeka air hujan sehingga pengendara dapat
melihat jelas pada waktu hujan. Mobil lebih stabil karena mempunyai empat
roda dan dari ukurannya lebih mudah dilihat oleh pengemudi maupun pengendara
lainnya.

Ukuran sepeda motor yang kecil, membuat pengemudi sangat mudah untuk melaju
dan bergerak di keramaian lalu lintas. Namun hal ini juga membuat mereka
mudah terlibat dalam kecelakaan dan meskipun pengemudinya salah ataupun
tidak, biasanya pengendara sepeda motor yang sering mengalami luka serius.

Undang-undang tentang Kewajiban Memakai Helm bagi Pengendara Sepeda Motor 

Untuk melindungi pengendara sepeda motor di Indonesia telah dibuat
undang-undang tentang kewajiban memakai helm bagi pengendara sepeda motor.

Undang-Undang No. 14 tahun 1992 Pasal 61 ayat (3) dan PP no. 44 tahun 1993
mensyaratkan bagi semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya untuk
memakai helm.

Penumpang yang tidak memakai helm dikenakan pidana kurungan paling lama 1
(satu) bulan, atau denda sebesar Rp.1.000.000 (satu juta rupiah).

Bila mengalami tabrakan apa yang terjadi pada kepala Anda? 

Satu dari tiga pengguna sepeda motor yang terluka, mengalami cedera kepala
(gegar otak).

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa satu dari tiga orang yang
kecelakaan sepeda motor mengalami cedera di kepala, yang bisa mengakibatkan
gangguan pada otak, pusat system syaraf, dan urat syaraf tulang belakang
bagian atas.

Cedera di kepala utamanya disebabkan benturan. Apabila kepala mendadak
terkena benturan dengan benda keras atau permukaan yang tidak dapat bergerak
(seperti jalanan, trotoir, mobil atau tonggak), maka bagian dari kepala yang
terkena benturan, seketika akan berhenti bekerja.

Namun bagian lain dari kepala tetap bergerak, sehingga otak dan tengkorak
kepala mungkin robek atau pecah sebelum berhenti bekerja.

Bila tengkorak retak, mungkin otak akan mengalami koyakan karena benda, batu
di jalan dan/atau pecahan tulang. Bahkan bila tengkorak tidak retak, otak
bisa saja luka karena dampak dari benturan.
Gegar otak sangat sulit dan jarang untuk bisa pulih kembali.

Keadaan seperti itu dapat mengubah hidup dan kehidupan yang bersangkutan dan
sekeluarganya.

Mengapa Anda memerlukan Helm Sepeda Motor dengan kualitas yang baik?

Helm sepeda motor yang kualitasnya memenuhi persyaratan merupakan
perlengkapan yang penting bagi pengemudi sepeda motor.

Pengendara sepeda motor yang tidak mengunakan helm atau yang mengunakan
helm/topi proyek/plastik, jika mengalami kecelakaan akan mempunyai peluang
luka otak tiga kali lebih parah dibanding mereka yang memakai helm
kualitasnya yang memenuhi persyaratan.

Helm dengan kualitas yang baik harus dibuat khusus untuk pengendara sepeda
motor. Bila helm ini diikat dengan benar, maka helm ini akan melindungi
kepala dengan baik.

Apabila terjadi benturan dengan benda yang tidak bergerak, helm akan
menghambat/meredam benturan yang tertuju ke tengkorak dan otak.

Topi plastic "mainan" atau helm proyek tidak didesain untuk dipakai
pengendara sepeda motor dan karenanya topi/helm ini tidak dapat melindungi
kepala dan otak bila terjadi kecelakaan yang menimpa pengemudi sepeda motor.

Mengapa harus PILIH Helm yang Benar?

Tidak semua Helm memenuhi persyaratan keamanan. Helm yang baik adalah helm
yang menutupi kepala secara penuh (full face) atau helm yang hanya terbuka
pada bagian muka hingga rahang (open face).

Tipe Full Face memberi perlindungan yang lebih baik dari angin, debu, batu,
dan serangga. Tipe ini juga memberi perlindungan lebih baik kepada rahang
dan gigi.

Namun demikian tipe full face maupun open face harus memiliki 3 (tiga)
lapisan :

1. Lapisan luar yang keras (hard outer shell).

Didesain untuk dapat pecah jika mengalami benturan untuk mengurangi dampak
tekanan sebelum sampai ke kepala. Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan
polycarbonate

2. Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner).

Di sebelah dalam dari lapisan luar adalah lapisan yang sama pentingnya untuk
dampak pelapis-penyangga. Biasanya dibuat dari bahan polystyrene
(styrofoam). Lapisan tebal ini memberikan bantalan yang berfungsi menahan
goncangan sewaktu helm terbentur benda keras sementara kepala masih
bergerak.

Sewaktu ada tabrakan yang membenturkan bagian kepala dengan benda keras,
lapisan keras luar dan lapisan dalam helm meyebarkan tekanan keseluruh
materi helm. Helm tersebut mencegah adanya benturan yang dapat mematahkan
tengkorak.

Benturan yang kuat memberi kemungkinan terhadap pecahnya helm dan membuat
lapisan dalam rusak. Proses ini memberikan waktu ekstra, reduksi tekanan dan
jarak kepada kepala/otak untuk lebih teredam.

Ketika lapisan dalam terkoyak, dapat memberikan hambatan yang cukup terhadap
menghambat kepala/otak dengan berhenti secara lebih perlahan/lembut,
dibanding proses benturan keras yang terjadi terhadap kepala/otak tanpa
mengunakan helm.

3. Lapisan dalam yang lunak (comfort padding)

Merupakan bagian dalam yang terdiri dari bahan lunak dan kain untuk
menempatkan kepala secara pas dan tepat pada rongga helm.

4. Tali pengikat dagu.

Selain itu, helm yang memenuhi persyaratan juga harus memiliki tali pengikat
dagu (chin strap) yang kuat untuk menahan helm agar tetap dalam posisinya
melindungi kepala ketika terjadi benturan.

Tali pengikat dagu harus dilengkapi dengan pengunci yang dapat diatur untuk
menahan helm sehingga tetap pada dudukannya di kepala. Setiap kali memakai
helm pastikan mengunci tali dengan benar.

Memilih Helm Yang Benar

 <http://stephenlangitan.files.wordpress.com/2008/11/image003.jpg>
image003Pilihan utama adalah antara helm yang menutupi kepala secara penuh
(full face) dan helm yang terbuka di bagian muka sampai rahang (open face).

Pastikan bahwa helm yang dipilih memiliki tiga lapisan utama + tali pengikat
dagu yang memenuhi persyaratan.

Helm full face merupakan helm yang memberi perlindungan lebih dan terasa
nyaman saat memakainya. Ini merupakan helm yang paling aman .

Helm full face tetap memberikan jaminan kepada pandangan dan pendengaran,
melindungi dari luka, angin dan matahari. Helm full face melindungi mata
dari debu, polusi, hujan, serangga dan batu kecil yang mungkin terpental
dari kendaraan lain.

Dari beberapa pengujian menunjukkan bahwa helm full face tidak mengganggu
penglihatan dan pendengaran.

 <http://stephenlangitan.files.wordpress.com/2008/11/image002.jpg>
image002Helm dengan muka terbuka (half face) mungkin terasa lebih ringan dan
lebih leluasa.

Mengapa harus PASANG Helm dengan Benar?

Jika suatu kecelakaan menimpa Anda, helm hanya akan melindungi kepala Anda
dengan baik, apabila pengikat dagu dikaitkan dengan benar (ketat tapi
nyaman) Bila Anda memakai helm, haruslah terpasang dengan nyaman, namun
jangan terlalu kencang.

JANGAN PERNAH MENGENDARAI SEPEDA MOTOR TANPA HELM YANG BENAR.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah:

1.      Bagi para pemakai kacamata minus, harus tetap mengenakannya pada
saat menggunakan helm.
2.      Gunakan pula jaket berlengan panjang untuk perlindungan tambahan,
dengan warna terang agar mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya, dan
jika mungkin dari bahan yang memantulkan cahaya (reflektif) agar mudah
terlihat di malam hari.
3.      Gunakan sepatu bot atau sepatu tertutup. Hindari penggunaan sandal
karena dapat tersangkut pada pedal sehingga mengganggu pengendalian.

 
<http://i191.photobucket.com/albums/z46/SML_022/ANEKA%20TIPS/Motor%20dan%20H
elm/helmbagus.jpg> 

 
<http://i191.photobucket.com/albums/z46/SML_022/ANEKA%20TIPS/Motor%20dan%20H
elm/lengkaphelm.jpg> 

Berita layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh Ditjen Perhubungan Darat
Jl. Medan Merdeka Barat No.8 Jakarta
<http://www.hubdat.web.id/Ditllaj/keselamatan/helm/index1.htm> 

  _____  

Dapatkan nama yang Anda sukai!
<http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.prom
otions.yahoo.com/newdomains/id/> 
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.

 

  _____  

Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger.
Jelajahi
<http://sg.rd.yahoo.com/sg/messenger/maxwell/*http:/id.messenger.yahoo.com/>
Yahoo! Messenger yang serba baru sekarang! 

 

Kirim email ke