Benar Bug Gigih,

Ibarat dunia persilatan, saya yang termasuk untuk menunggu pertarungan
itu. Kasus Soeharto adalah sebuah kasus besar yang banyak diikuti oleh
masyarakat bukan hanya di Indonesia namun juga di LN. Oleh karena itu,
saya tidak percaya kalau Time tidak memiliki data. Didalam sebuah
acara Todung juga telah mengingatkan Felix dan teman-temannya.

Disamping itu, Gempita juga telah meminta Jaksa Agiung untuk
menindaklanjuti berita di Time.

Terus-teruskanlah sampai ke pengadilan agar kebenaran itu semakin
terkuak. Bangsa ini telah disuruh menjadi penonton opera KKN sebuah
rezim sambil mendesah.......................

Kalau Tim Pembela itu berhasil maka nama mereka akan melejit menjadi
the world class lawyer. Namun seandainya para pembela itu tidak
berhasil maka nama mereka dan nama almamaternya akan menjadi
bulan-bulanan masyarakat yang tidak akan ada hentinya. Pendek kata
menoreh sejarah hukum di Indonesia.


-----Original Message-----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, May 22, 1999 6:19 AM
Subject: [Kuli Tinta] Thanks Felix


Thanks Felix

Bukan main terimakasihnya aku kepada Felix Tampubolon, yang
mengirimkan
somasi pada majalah Time.

Di wawancara di sebuah stasiun teve, bersama-sama dengan bapak
Atmakusumah (saya salah?) mengenai reaksi atas pemuatan berita di
Time,
dengan gagah Felix bilang langsung melakukan somasi dan bukan
menggunakan hak jawab (seperti yang disarankan oleh bpk. Atmakusumah).

Bahkan Felix berujar, mereka akan menyeret Time ke pengadilan kalau
Time tidak bisa menunjukkan bukti-bukti otentik yang mendasari
tudingan
Time. Pengadilan pun, menurut Felix lagi, bisa juga di luar negeri.

Wah, matur nuwun, mas Felix.

Bagaimana tidak aku berterimakasih, kalau sempat terjadi sidang
pengadilan di luar negeri, maka terbuka semua fakta, yang aku yakin
pasti dimiliki oleh Time. Lha gila apa, Time ngorbanin nama besarnya
untuk ikut ngopeni Indonesia. Ngruwet-ngruwetin aja...

Kalau sudah buka-bukaan seperti itu, akan keliatan semua kolor
pak-ndut
dan bocah-bocah anak-tuyul yang mengekor di belakang 'bapak pemborong
bangunan' ini.

Padahal, kalau mereka (apa Felix yang goblog, ya?) mau memanfaatkan
hak
jawab, adalah kewajiban Time untuk memuatnya. Setiadknya, untuk
sementara rada tenang, imbang, gitu.

Cuma, entah belakangan nanti. Bisa-bisa hak-jawab tersebut dianggap
sebagai kebohongan. Soalnya, lha bukti pak-ndut kaya itu sudah
keliatan
jelas, je.. Lebih-lebih ada jagung-sempel yang bilang itu harta
anak-anak-tuyul. Setali sembilan uang, dong (pinjam istilah, karena
rupiah terdevaluasi 300 persen).

Felix, kamu pinter sekali. Dan lucu.

GIGIH
_____________________________________________________________






______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!



Kirim email ke