Sebenarnya yang sedang dibicarakan ini harta Soeharto atau harta
Soeharto dan anak-anaknya? Kalau majalah TIME bilang, Soeharto Inc.
Berarti harta keluarga Soeharto. Yang pernah disampaikan George
Adi Tjondro juga harta kelurga Seoharto.
Bila pemahaman saya benar, harta yang dibicarakan ini adalah harta
keluarga Soeharto[Soeharo Incorporation], Soeharto tidak keliru
mengatakan bahwa dia tidak punya harta di luar negeri. Dan, Jaksa
Agung juga tidak keliru kalau tidak menemukan rekening atas nama
Soeharto. Kalau kita melihatnya secara hukum, mereka berdua tidak
keliru. Kecuali, kalau Jaksa Agung kurang serius dalam mencari.
Bila harta-harta itu bukan milik Soeharto, meski kita berasumsi
itu harta Soeharto, Jaksa Agung harus bisa membuktikan bahwa harta
yang ada itu memang punya Soeharto [meski disimpan atas nama
rekening orang lain]. Dan, pembuktian seperti ini tidak mudah.
_mungkin Jaksa Agung harus menyewa Elliot Ness yang bisa menangkap
Al Capone.
Melihat keberanian Soeharto yang sudah memberi kuasa kepada Jaksa
Agung untuk mengambil harta itu bila memang ditemukan harta miliknya,
saya berpendapat:
1. Harta itu memang tidak ada (baca: bukan milik Soeharto)
2. Harta itu ada, tetapi disimpan atas nama orang lain:
-bisa atas nama kerabat Cendana (anak_cucu_dll)
-bisa atas nama orang yg sama sekali tak terkait dengan
cendana tapi punya kesetiaan tinggi thd kelurga Cendana.
Pendapat saya di atas berdasarkan pada kenyataan bahwa Soeharto
bukan orang bodoh. Dia seorang jendral. Tentu sudah punya perhitungan
masak-masak ketika memberikan kuasa kepada Jaksa Agung untuk ambil
hartanya.
Atau...memang dia berkata jujur? Memang tidak punya harta di luar
negeri. Semua yang ada di luar negeri itu adalah milik anak-cucunya.
Saya berharap, kita tidak menutup kemungkinan ini. Saya bukan membela
Soeharto. Saya hanya berusaha untuk menyisihkan peluang berprasangka
baik pada orang lain.
Bila harta itu memang bukan milik Soeharto, tapi milik anak-anaknya
dan cucunya, Jaksa Agung juga tidak bisa lantas menyita. Tapi perlu
penelitian yang jujur apakah uang itu hasil 'rampokan' atau hasil
jerih payah kerja. Saya berasumsi, sebagain hasil rampokan, sebagian
lagi hasil upeti, dan ada porsi memang hasil cucuran keringat mereka.
Proporsinya berapa, saya tidak tahu.
Saya senang dengan upaya pembenrantasan KKN di Indonesia. Tapi saya
sedikit kecewa dengan ketua PAN yang hanya akan mengadili Soeharto
beserta kroninya. Mestinya semua pejabat (menteri, bekas menteri,
gubernur, sampai ke tingkat bawah) yang dicurigai melakukan
korupsi perlu diadili.
Coba mari berhitung, gaji seorang menteri itu berapa sih? Kok anak-
anaknya semua sekolah di LN (ada beberapa menteri yg anaknya di AS
atas biaya orang tuanya). Kalau mau jujur, gaji menteri di Indo
hanya cukup untuk biaya hidup satu bulan di US. Belum bayar SPP
uang buku, pakaian, asuransi kesehatan dll. Kemudian ada lagi,
anak seorang polisi saja sekolah di Amerika dengan biaya dari
orang tua. Ayahnya hanya berbintang dua.
Kalau ketua PAN hanya bersikeras mengadili Soeharto dan kroniya,
saya kecewa berat. Jadi pemimpin harus adil dalam menerapkan hukum
tidak pilih-pilih. Seharusnya, semua yang diduga telah korupsi, diadili.
Correct me if I am wrong.
Hercule Poirot:
"...If we know what we are searching for,
it is no longer mysteri..."
_______________________________________________________________
Get Free Email and Do More On The Web. Visit http://www.msn.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!