Ini hasil ngobrol saya di warung kopi sebelah kantor : Kalau kita bersedia bertindak adil, Reformasi tidak berarti harus Golkar yang kalah (saya sama sekali bukan pendukung golkar lho, dengan menyatakan hal itu), namun kita tetap harus berpikir positif dan realistik saja. Menurut saya, Golkar yang sekarang agak lebih baik dari Golkar yang lama, karena kroco-kroco Golkar sudah banyak yang keluar, seperti Hayono Isman, Try Soetrisno, Rudini, Edi Sudrajat, Cahyo Kumolo, dll. Mereka inilah yang dulu membesarkan Golkar, menyanjung-nyanjung Golkar dan Pak Harto, serta ikut andil menciptakan status quo, sekarang berlaku seolah-olah orang yang bersih, pro reformasi, anti status quo, dll. Ibarat orang lempar batu sembunyi tangan. Dari segi organisasi atau komunitas, mereka dapat dikategorikan sebagai "pengkhianat". Apalagi yang kemudian justru menyelundup dan mengungsi ke dalam tubuh organisasi yang pernah dikuyo-kuyo oleh tangan mereka seperti PDI Perjuangan. Mari berdiskusi ........
______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Pilih MASA DEPAN BARU di Pemilu 1999!
