Yang terbayang adalah bagaimana seorang wartawan bisa obyektif jika terlalu
antipati atas suatu hal, baik perseorangan ataupun partai dll, apalagi itu
diungkapkan dengan bahasa yang menjabarkan ketidaksukannya.
Bersikap kritis & obyektif bukanlah menilai sesuatu 'seenak udelnya'
sendiri - apalagi jika anda seorang wartawan namun menjabarkannya
berdasarkan fakta yang ada.
Jalan tengahnya bisa saja anda jelaskan bahwa anda TIDAK terkait dengan
rubrik-rubrik politik di group anda - mungkin anda yang menangani rubrik
kontak jodoh dll.
-----Original Message-----
Yang dipertanyakan adalah apakah wajar pendapat ini mengatasnamakan sebuah
media cetak. Apalagi dalam kapasitas grup. Yakni Grup Jawa Pos. Grup Jawa
Pos adalah salah satu grup media cetak yang tergolong besar dan bukan media
partisan. Jadi, apakah pantas sebuah grup media cetak yang demikian
menyuarakan suara-suara pastisan dan nyeleneh seperti ini? Lain halnya
kalau mereka dengan pasti mengikrarkan sebagai grup media cetak partisan
(yang dalam hal ini anti-PDIP). Jika prinsip ini yang dipegang grup Jawa
Pos, maka saya akan berhenti berlangganan Jawa Pos dan Suara Indonesia.
Bukan karena mereka anti PDIP, tetapi jelas saya tidak mau terus-menerus
membaca media cetak partisan. Kemana pun media itu berpihak. Karena media
partisan adalah media yang cenderung subyektif dalam memandang segala
persoalan yang menyangkut pihak yang didukungnya.
At 12:27 29/06/99 +0700, "Andriecht" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Salam,
>Ini kan demokrasi, biarkan saja setiap orang menumpahkan isi kepalanya,
jika
>tidak setuju ya tidak apa-apa to,
>Jika salah juga tidak apa-apa, jika tidak logis sekalipun ya tidak
apa-apa,.
>karena setiap orang bebas mengeluarkan pendapat yang menurut dia benar,
>betul tidak?!
>-----Original Message-----
>From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
><[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 29 Juni 1999 10:09
>Subject: [Kuli Tinta] VISI POLITIK RESMI JAWA POS
>
>
>>Dengan membawa nama HARIAN GLODOK STANDARD', dengan isi di kolom
>>organisasi adalah JAWA POS GRUP, posting-posting ini menunjukkan visi
>>politik JAWA POS.
>>Salahkah kesimpulan saya?
>>Jika tidak, adalah kewajiban manajemen JAWA POS GRUP (dhi. Dahlan
>>Sskan) untuk mendisiplinkan orang-orangnya.
>>
>>Mohon jawaban.
>>
>>GIGIH
Daniel H.T.
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!